Tarif Murah Hingga Luncurkan Asuransi, Ini Lima Fakta Wisata Kesehatan Turki Laris Manis
Tanggal Posting : Kamis, 22 September 2022 | 09:55
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1269 Kali
Tarif Murah Hingga Luncurkan Asuransi, Ini Lima Fakta Wisata Kesehatan Turki Laris Manis
Seorang wanita tengah menjalani perawatan kecantikan di Istambul, Turki (IStock)

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Bukan hanya selebriti seperti Anang Hermansyah dan isterinya Ashanti yang memilih wisata kesehatan ke Turki. Namun, masih banyak lainnya warga Indonesia maupun warga negara lain ke Turki melakukan perawatan kesehatan.

Para wisatawan kesehatan itu bukan sekedar untuk keperluan penampilan atau kecantikan seperti operasi plastik dan transplanstasi rambut, namun juga melakukan operasi medis kelas berat seperti bypass jantung, orthophedi hingga layanan bayi tabung.

Mengapa Turki menjadi pilihan wisatawan kesehatan. Berikut lima fakta industri wellness di Turki yang laris manis dirangkum dari berbagai sumber, Selasa 31 Mei 2022.

1. Tarif Relatif Murah

Otoritas Layanan Kesehatan Amerika Serikat mengakui banyak warganya memilih perawatan kesehatan di Turki lantaran tarifnya lebih murah. Bahkan disebut lebih rendah sebesar 35 persen hingga 60 persen dibanding biaya perawatan kesehatan di Amerika Serikat sendiri.

Informasi yang diperoleh ObatNews dari WNI yang baru saja ke Turki mengungkapkan biaya layanan bayi tabung di Turki sebesar Rp 30 juta. Ini layanan all in. Selain itu obat dan alat-alat kesehatan di Turki juga relatif murah dibandingkan dengan di beberapa negara lain.

2. Jaminan Asuransi

Pemerintah Turki tergolong cukup jeli menarik wisatawan kesehatan. Sadar masih Pendemi, Agustus 2020, Turki meluncurkan layanan asuransi perjalanan untuk memberikan perlindungan Covid-19 kepada wisatawan internasional.

Ini adalah asuransi yang menjamin perjalanan plus kesehatan. Nilai cukup menarik, untuk biaya perawatan kesehatan hingga €3,000 (sekitar Rp51 juta).

Menarik, tak hanya itu pemerintah Turki juga meluncurkan paket asuransi yang mencakup biaya akibat perpanjangan masa tinggal di Turki setelah hasil tes Covid-19 wisatawan dinyatakan positif. Pertanggungan mulai dari €10 (sekitar Rp172 ribu) per hari selama 15 hari. Bahkan ini mencakup jaminan hingga senilai €100 (sekitar Rp1,7 juta) biaya akomodasi per hari.

3. Sedot 1 Juta Wisatawan Kesehatan 2021

Meski Pandemi sedang di puncak serangan, namun Turki terbukti mampu menyedot kunjungan wisatawan kesehatan. Dilansir dari laman Hurriyet Daily News sebanyak 400 ribu warga Eropa melakukan perawatan di Turki. Selain itu sekitar 640 ribu orang lainnya berasal dari berbagai negara di luar Eropa.

4. Raup Rp 14,6 Triliun pada 2021

Industri Pariwisata Kesehatan Turki berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 14,6 triliun pada 2021. Bahkan menurut Ketua Trade Fairs Industry Council of The Union of Chambers and Commodity Exchanges of Turkey (TOBB), Cihat Alagoz angka tersebut bisa mencapai dua kali lipat jika mempertimbangkan pendapatan yang tidak tercatat.

Hal itu, menurut Alagoz, membuktikan Turki menempati posisi yang cukup baik dalam bidang Industri Pariwisata Kesehatan di dunia.

5. Memanjakan Wisatawan dengan ’Wisata Aman’

Keberhasilan industri wisata kesehatan Turki tidak lepas dari besarnya perhatian pemerintah Erdogan memilih memanjakan wisatawan agar berkunjung dan betah di negeri yang terletak di dua benua itu.

Inilah yang dilakukan Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki, sejak 1 Januari 2021, Sertifikat "Wisata Aman". Hal ini untuk menjamin sebagai negara tujuan wisata yang aman dan sehat di tengah dunia yang dilanda Pandemi.

Selain itu Turki juga membebaskan wisatawan asing dari ketentuan jam malam. Wisatawan asing dapat melakukan aktivitas asalkan mereka membawa paspor. Bahkan museum besar dan situs bersejarah di 9 kota termasuk Istanbul, Antalya, Mugla, dan Nevsehir (Cappadocia) tetap dibuka untuk pengunjung asing selama lockdown. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/healthy-tourism/pr-4463490462/kampung-nelayan-maju-kenalkan-karya-ecoprint-presidensi-g-20?page=2 ).


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: