Serial 3: Ragam Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 30 Januari 2020 | 06:31
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 707 Kali
Serial 3: Ragam Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia
dr.Hertina Silaban, M.Si (berdiri paling kanan) melihat kegiatan pengobatan tradisional di Griya Sehat Mahkotadewa di Jakarta.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. JamuDigital akan mempublikasikan serial pendapat para Dokter Indonesia tentang saran-saran mengembangkan produk herbal Indonesia, agar ke depan potensi bahan alam Indonesia dapat masuk ke dalam sistem JKN untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Edisi kali ini, akan ditampilkan pendapat: dr.Hertina Silaban, M.Si., Dosen (tersertifikasi) di Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Departemen Farmakologi, Jakarta dan Koordinator Blok Elektif: Herbal Medicine.

Tentang produk herbal Indonesia, Hertina Silaban menyarankan agar produk Jamu racikan ditingkatkan tentang higienitasnya. Untuk konsumsi sendiri, dia lebih percaya membuat sendiri untuk konsumsi pribadi. Sedangkan untuk OHT, produknya sudah dipercaya karena prosesnya sudah terstandarisasi. Untuk Fitofarmaka, tantangannya saat ini para dokter kebanyakan lebih percaya obat konvensional.

Dia menyarankan, untuk pengembangan produk herbal Indonesia supaya monitoring sediaan yamg beredar dipasaran masih sesuai denga standard pada awal pendaftaran.

Para dokter akan menerima produk herbal untuk menjadi bagian dari pengobatan pasien, terutama yang sudah OHT dan Fitofarmaka. Dalam JKN, produk herbal belum disertakan dalam e-Catslog, bagaimana pendapat dokter? "Harus terus diperjuangkan," ujar Hertina Silaban.

Berita Terkait: Mahasiswa Kedokteran UKI Belajar Herbal

Berita Terkait: Serial 1, Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia

Hertina Silaban menjelaskan bahwa dalam kurikulum Sarjana Kedokteran di FK UKI menjalani perkuliahan dengan sistem blok.

"Kurikulum ini (KBK= kurikulum berbasis kompetensi) di semester 7 merupakan blok elektif (pilihan), jadi mahasiswa diberi kesempatan memilih sesuai dengan minatnya untuk mempelajari mengenai Herbal Medicine," ujar Hertina Silaban menjelaskan.

Melalui pembelajaran di blok ini, lanjut Hertina yang sudah mengajar di FK UKI sejak tahun 2002, diharapkan kelak mahasiswa FK UKI akan menjadi dokter yang memahami berbagai aspek tanaman obat herbal yang berpotensi sebagai modalitas terapi berbasis kearifan lokal yang ada di masyarakat, perkembangan herbal medicine saat ini, menggunakan TOGA untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mempelajari efektivitas, efek samping maupun toksisitas serta aplikasi dari berbagai tanaman obat di Indonesia

"Mereka juga memahami aspek medikoetikolegal dari pemanfaatan herbal dalam pelayanan kesehatan formal, dan juga diharapkan dapat menjadi dokter yang menyukai penelitian terkait dengan obat herbal," ungkap dr. Hertina Silaban. Redaksi JamuDigital,Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: