Serial 2: Ragam Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Minggu, 26 Januari 2020 | 06:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 531 Kali
Serial 2: Ragam Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia
Dr. Sri Rejeki Endang, M.Si. Herbal (tengah) bersama Founder JamuDigital, Karyanto pada saat kegiatan di Kampoeng Djamoe Organik, Martha Tilaar Group, Cikarang, Jawa Barat.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. JamuDigital akan mempublikasikan serial pendapat para Dokter Indonesia tentang saran-saran mengembangkan produk herbal Indonesia, agar ke depan potensi bahan alam Indonesia dapat masuk ke dalam sistem JKN untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Edisi kali ini, ditampilkan pendapat: Dr. Sri Rejeki Endang, M.Si. Herbal, Pengurus Perhimpunan kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Konsultan Medis di PT. UNIMAX POWER, Pengurus PDHMI, Pengurus PPUIN, Instruktur LKP Daun Mas, Praktek di RS Karya Medika Tambun, Praktek di Klinik PT Laboratorium Sucofindo Cibitung, Praktek di Klinik PT Sinar Sosro, Pengurus Ikatan Alumni Yarsi Bekasi, Owner produk YUMNA with Green Tea.

Sri Rejeki Endang menegaskan agar Jamu sebagai brand Indonesia, khas Indonesia jangan sampai hilang. Sudah terbukti secara empiris digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan juga digunakan di kerajaan-kerajaan di Indonesia terbukti aman. Resep warisan leluhur yang bahannya dari TOGA.

Berita Terkait: Serial 1, Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia

Berita Terkait: Peluang Obat Modern Asli Indonesia Mengglobal

Sedangkan OHT (Obat Herbal Terstandar), cara pembuatannya sudah menggunakan teknologi maju dan terstandar. Bahan-bahan baku yang digunakan dan prosedurnya sudah standar BPOM. Fitofarmaka merupakan obat herbal yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji pra klinis dan uji klinis, bahan baku serta produk jadinya telah distandarisasi dan asli Indonesia. Tidak kalah khasiatnya dengan obat bahan kimia

Untuk pengembangan produk herbal Indonesia, lanjut Sri Rejeki Endang, salah satunya adalah publikasi seperti di JamuDigital. Dimudahkan semua perizinan BPOM dan tersedianya banyak dana untuk penelitian. Dokter yang sudah dapat menerima produk herbal dalam bagian pengobatan kepada pasien, karena Dokter paham herbal, Dokter belajar tentang herbal, Dokter yang mencintai herbalnya Indonesia.

Jika ada dokter yang belum dapat menerima produk herbal Indonesia, boleh jadi dikarenakan, mungkin saja pura-pura tidak tahu, atau belum membuka diri untuk berdiskusi tentang hebal, atau benar-benar tidak tahu dan belum belajar tentang herbal.

"Sangat setuju jika produk herbal dimasukkan ke dalam e-Catalog JKN. Dimana dapat menjadi kombinasi dalam mengobati, herbalnya memperbaiki sel yang rusak, karena hampir semua tanaman obat mengandung anti oksidan," urai Sri Rejeki Endang.

Perlunya ditingkatkan sosialisasi herbal kepada sesama teman sejawat. Apabila bicara herbal berdasarkan riset dan jurnal agar dipercaya. Sering sosialisasi jamu di medsos, agar mereka lama-lama paham tentang apa itu obat tradisional. Ternyata aman dan dapat di minum sepanjang masa, Sri Rejeki Endang mengungkapkan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: