Serial 2: Ragam Pendapat Apoteker Tentang Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 28 Januari 2020 | 06:38
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 165 Kali
Serial 2: Ragam Pendapat Apoteker Tentang Herbal Indonesia
Ipang Djunarko, Apt., M.Sc. (tengah- memakai baju batik biru muda) Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta periode Tahun 2010-2014 pada Kegiatan di Kampus Sanata Dharma.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. JamuDigital akan mempublikasikan serial pendapat para Apoteker Indonesia tentang saran-saran mengembangkan produk herbal Indonesia, agar ke depan potensi bahan alam Indonesia dapat masuk ke dalam sistem JKN untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Edisi kali ini, ditampilkan pendapat: Ipang Djunarko, Apt., M.Sc. (Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta periode 2010-2014).

Untuk meningkatkan pengembangan produk herbal Indonesia, Ipang Djunarko menyebutkan bahwa Jamu semestinya semakin dihargai karena resep warisan yang turun-temurun berdasarkan tulisan tinggalan yang tercatat di serat/peresepan Kraton baik kadar dan formula/komposisi bahannya asli Indonesia.

Sedangkan OHT (Obat Herbal Terstandar) makin berkembang baik dan didorong terus uji pra klinis. Sebaiknya jangan dipaksakan menjadi Fitofarmaka karena dapat jadi komposisi sudah lebih dari 5 simplisia terstandar. Justru perlu dikembangkan untuk uji klinis, agar diakui dalam pelayanan kesehatan formal.

"Fitofarmaka akan lebih baik dikembangkan dari bahan alam aktif, baik pada uji pra klinis dan uji klinis. Pengakuan di sarana pelayanan kesehatan formal harus diwadahi dan didukung oleh pemerintah karena biaya riset untuk uji pra klinis dan uji klinis besar," ungkap Ipang Djunarko.

Potensi obat herbal Indonesia juga harus didorong agar melaju ke pasar global, sehingga potensi bahan alam Indonesia sebagai obat dapat mendatangkan devisa negara dan Indonesia hadir dipercaturan perdagangan internasional.

Berita Terkait: Mabuhay, Obat Modern Asli Indonesia di Filipina

Berita Terkait: Serial 1, Pendapat Apoteker Tentang Herbal Indonesia

Berita Terkait: Serial 1, Pendapat Dokter Tentang Herbal Indonesia

Ipang Djunarko menyarankan untuk pengembangan produk herbal Indonesia tetap diperlukan dokumentasi terpadu hasil penelitian herbal yang berdasarkan evidence based. Juga dokumentasi resep kuno asli Indonesia seperti serat Centini dan juga peninggalan yang tercatat di beberapa Kraton yang ada peninggalan resep obat tradisional.

Sedangkan kegiatan para Apoteker untuk mendukung produk herbal agar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan aktif menyerbarluaskan produk herbal berbasis resep warisan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi budaya hidup sehat.

Dalam sistem JKN, produk herbal perlu dimasukkan dalam e-Catalog terutama sebagi produk komplementer. Potensi penggunaan produk herbal Indonesia di Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik) dapat juga menjadi bagian upaya untuk kemandirian penyediaan obat dari bahan asli Indonesia, sehingga secara bertahap ketergantungan Indonesia terhadap importasi bahan baku obat kimia semakin berkurang.

Ipang Djunarko memiliki pengalaman pribadi tentang penelitian Obat Tradisional, yaitu apa yang sudah disatukan Allah, jangan ‘diceraikan’ manusia. Refleksinya adalah: hasil pemisahan senyawa aktif tunggal dari daun tanaman X tidak selalu lebih berkhasiat dari daun tanaman X dengan banyak senyawa penyusunnya sebelum dipisahkan.

Jadi, dalam kondisi tertentu boleh jadi kandungan keseluruhan dalam daun tanaman x lebih baik, dan dalam kondisi yang lain, yaitu ekstrak daun tanaman x lebih baik. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: