Sembuh dari COVID-19 dan Potensi Reinfeksi
Tanggal Posting : Senin, 9 November 2020 | 08:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 353 Kali
Sembuh dari COVID-19 dan Potensi Reinfeksi
Bincang Inspiratif COVID-19, dari Pakar dan Survivor: Kiat Sehat Melindungi dari Pandemi dan Hoaks, didakan oleh HISFARIN (Himpunan Seminat Farmasi) Jawa Tengah.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Apakah penderita COVID-19 yang sudah sembuh, masih dapat tertular/re-infeksi? Seorang yang sudah sembuh, mempunyai Antibodi dalam tubuhnya yang memberikan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19.

Namun, antibodi yang terbentuk akan menghilang dalam waktu 3-12 bulan. Sehingga setelah 3-12 bulan  masih ada kemungkinan untuk tertular ulang atau reinfection. Oleh sebab itu, walaupun sudah sembuh, tetap harus  menjalankan protokol kesehatan!

Demikian antara lain, hal penting yang mengemuka pada saat "Bincang Inspiratif COVID-19, dari Pakar dan Survivor: Kiat Sehat Melindungi dari Pandemi dan Hoaks", yang diadakan oleh HISFARIN (Himpunan Seminat Farmasi Industri) Jawa Tengah, pada 7 November 2020 yang didukung oleh PT. Phapros, Tbk.

Dipandu oleh GM Corporate Secretary of PT. Phapros, Tbk., apt. Zahmilia Akbar, S. Farm. M.Sc menampilakn pembicara: Dr. dr. Erlina Burhan, Sp (K), MSc, Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RSUP Persahabatan.

Dan  Dr.Ir. Urip Sedyowidodo, MM, IPM (Executive Coach Universitas Bakrie),  serta Syauki Amin (CEO Sahejo ECO Park).

dr. Erlina Burhan mengawali presentasinya dengan menjelaskan perkembangan COVID-19 yang  sangat dinamis. Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat: 425.796 kasus terkonfirmasi, 13.348 meninggal.

Kita dituntut untuk belajar terus. Potensi penularan langsung dan tidak langsung serta ada potensi airborne. PCR dengan hasil Positif Persisten. Kemungkinan Re-infeksi. Vaksin: end game?, ungkap dr. Erlina Burhan.

COVID-19 menyerang berbagai Organ Tubuh. Selain  sistem saluran napas, COVID-19  juga dapat menyerang  beberapa organ lain.

dr. Erlina Burhan menyebutkan sejumlah organ lain, yaitu: Otak: Stroke, kejang, inflamasi otak. Mata: Konjungtivitis, inflamasi kornea. Hidung: Anosmia. Kardiovaskular: Pembekuan darah, vasokonstriksi pembuluh darah. Hati: Peningkatan enzim hati. Intestinal: Diare. Ginjal: AKI, proteinuria. Neurologis: GBS, ensefalitis, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran.

Happy Hypoxia. Merupakan istilah yang berkembang pada pandemi COVID-19. Kondisi pasien COVID-19  dengan  hipksemia (kadar oksigen dalam darah yg turun)  dan diikuti dengan hipoksia (organ tubuh kekurangan oksigen), namun tidak diikuti dengan munculnya gejala klinis seperti sesak.

Umumnya pasien  masih bisa melakukan kegiatan sehari hari: makan, mandi, tersenyum, tetapi batuk menetap, bertambah lemas datang, ke rumah sakit dengan gejala seolah-olah "ringan" kemudian perburukan cepat dan meninggal.

Berita Terkait: Pemerintah Pastikan Vaksin Aman dan Lolos Uji Klinis 

Potensi Re-Infeksi Penderita COVID-19

Apakah masih bisa tertular setelah sembuh (Re-infeksi)? Seorang yang sudah sembuh, mempunyai Antibodi dalam tubuhnya yang memberikan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19.

Namun, antibodi yang terbentuk akan menghilang dalam waktu 3-12 bulan. Sehingga  setelah 3-12 bulan  masih ada kemungkinan untuk tertular ulang atau reinfection. Oleh sebab itu, walaupun sudah sembuh, tetap harus  menjalankan protokol kesehatan.

Vaksin COVID-19 yang Ideal di Indonesia? Aman, Efektif dan Halal. Bagaimana Menilai Vaksin Yang Efektif?

Efikasi Vaksin. Seberapa banyak penurunan insidensi sebuah penyakit pada kelompok yang diberikan vaksin, dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan vaksin  perlu dilakukan uji klinis (RCT)

Efektivitas Vaksin. Kemampuan sebuah vaksin untuk memberikan proteksi dan mencegah penyakit, Dipengaruhi berbagai hal: keadaan fasilitas kesehatan, kemungkinan munculnya Kejadian Tidak Diinginkan (KTD), serta analisis Intention to Treat (ITT).

Keamanan Vaksin. Vaksin yang aman harus melalui berbagai tahap uji coba sebelum diberikan kepada manusia, Harus dievaluasi dan diberikan lisensi oleh BPOM, Setelah pemberian akan dilakukan pemantauan berkala.

Pada kondisi pandemi, BPOM berhak memberikan keterangan Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin dengan memperhatikan berbagai penilaian tentang efikasi, keamanan, dan lainnya. Hingga saat ini, BPOM belum mengeluarkan keterangan tertulis mengenai EUA penggunaan vaksin COVID-19

Vaksin Dinyatakan Halal. Terdapat 3 proses dalam menyatakan kehalalan suatu produk. Penelusuran bahan dan proses produksi. Sistem jaminan halal. Uji laboratorium. Hingga saat ini, Kemenkes bekerja sama dengan BPOM dan MUI untuk mengidentifikasi keamanan dan kehalalan calon vaksin yang akan masuk ke Indonesia.

Perkembangan Vaksin di Indonesia. Hasil uji klinis vaksin Sinovac dalam bentuk laporan sementara, akan dievaluasi pada minggu pertama Januari 2021 oleh BPOM. BPOM juga mengirimkan tim untuk melihat proses pembuatan vaksin di Tiongkok.

Hasil laporan akan menjadi pertimbangan BPOM untuk pemberian emergency use authorization (UEA). Vaksin Jadi dari Sinovac akan masuk ke Indonesia sekitar 3 juta dosis. Bahan baku akan diberikan dari Sinovac ke Bio Farma untuk memproduksi vaksin dengan perkiraan 15 juta dosis.

Vaksin Merah Putih. Menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia. Enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform berbeda.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman: Subunit protein rekombinan ditargetkan uji pada hewan November 2020. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI): Protein rekombinan fusi. Universitas Indonesia (UI): DNA, mRNA, dan virus-like-particles. Universitas Gadjah Mada (UGM): Protein rekombinan. Institut Teknologi Bandung (ITB): Adenovirus. Universitas Airlangga (Unair): Adenovirus dan adeno-associated virus (AAV). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: