Sebuah Review: Perakitan SOP Tanaman Obat
Tanggal Posting : Selasa, 29 Oktober 2019 | 06:39
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 380 Kali
Sebuah Review: Perakitan SOP Tanaman Obat
Dr. Ani Kurniawati, S.P., M.Si., Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian-IPB, pada Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-57 di UHAMKA, Jakarta, 11 Oktober 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tanaman obat merupakan bahan baku obat tradisional yang menghasilkan beragam senyawa kimia yang dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Namun, budidaya tanaman-tanaman obat itu, masih belum memiliki Standard Operating Procedure (SOP), sehingga memunculkan kemungkinan terjadinya perubahan khasiat tanaman obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit tertentu.

Demikian disampaikan Dr. Ani Kurniawati, S.P., M.Si., Dosen Institut Pertanian Bogor, Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian-IPB, pada Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-57 di Kampus UHAMKA, Jakarta pada 11 Oktober 2019.

Dia memaparkan permasalahan penyediaan bahan baku Obat Tradisional, Standarisasi dalam proses budidaya pertanian, dan Review hasil penelitian pembuatan SOP beberapa jenis tanaman obat.

Ani Kurniawati juga menjelaskan permasalahan dalam upaya kemandirian dan daya saing industri obat tradisional yang terkait dengan bahan baku obat tradisional- BBOT (Permen Kesehatan RI 88/2013).

Untuk kegiatan penelitian dan pengembangan BBOT simplisia dan BBOT ekstrak kegiatan riset yang dilakukan meliputi, (sesuai Permen Kesehatan RI no 88/2013: Rencana Induk Pengembangan Bahan Baku Obat Tradisonal):

  • Kegiatan seleksi, karakterisasi konservasi bibit tanaman obat
  • Budidaya tanaman obat yang memenuhi ketentuan Good Agricultural Practice (GAP)
  • Teknologi pasca panen untuk menghasilkan simplisia terstandar, mengacu pada Materia Medika Indonesia dan Farmakope Herbal Indonesia
  • Fitokimia, untuk kebutuhan penetapan parameter spesifik simplisia dan esktrak mengacu pada Materia Medika Indonesia, Monografi Ekstrak dan Farmakope Herbal Indonesia
  • Teknologi ekstraksi untuk menghasilkan teknologi proses produksi ekstrak terstandar
  • Uji praklinik, meliputi uji in vitro dan uji in vivo, mengacu pada Buku Pedoman Uji Praklinik (diterbitkan oleh BPOM)
  • Uji klinik pada manusia mengacu pada Buku Pedoman Uji Klinik Obat Herbal (diterbitkan oleh BPOM)

Standarisasi produk pertanian bertujuan: Memastikan bahwa konsumen dapat mengandalkan suatu ketentuan minimum, Menjembatani kepentingan berbagai unit dalam mata rantai agribisnis- baik untuk pasar domestik dan pasar internasional, Memilih pasar.

Peningkatan persyaratan pasar: Untuk keamanan produk, Mutu produk, Persyaratan kualitas lain, Traceability. Akibatnya muncul berbagai skema kualitas dan keamanan diantaranya: Regulasi, Standar, dan Sertifikasi.

Bagaimana standarisasi produksi bahan baku Obat Tradisional dan Tipe/Cara produksi Tanaman, diantaranya: Lapang terbuka, dalam struktur bagunan tanaman, dan laboratorium. Berbeda dalam pengelolaan factor lingkungan dan teknologi budidaya dalam proses produksi.

Di akhir presentasinya, Ani Kurniawati menjelaskan perakitan SOP Tanaman Obat, seperti: Produksi tanaman obat tidak berkaitan dengan volume biomassa tanaman dan berkaitan dengan kadar bioaktif dalam suatu organ yang menjadi target. Proses pembuatan SOP harus berdasarkan: Genetik, Lingkungan, Fisiologi, dan Teknologi. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: