STIKES Kartrasa Tulugagung, Upaya Membangun SDM Unggul
Tanggal Posting : Jumat, 16 Oktober 2020 | 13:23
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 183 Kali
STIKES Kartrasa Tulugagung, Upaya Membangun SDM Unggul
STIKES KARYA PUTRA BANGSA mengadakan Webinar Mitigation of COVID-19 in Medical Laboratory Technology and Pharmacy Perspective, Kamis, 15 Oktober 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Seiring dengan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah Tulungagung, Jawa Timur/sekitarnya, dan animo masyarakat terhadap tenaga kesehatan apoteker dan analis kesehatan, maka kehadiran STIKES Kartrasa yang terus meningkatkan kualitas/kompetensi lulusannya dapat menjadi kontribusi yang bermakna dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Berbagai kegiatan pendukung dilakukan, seperti pada saat pandemi COVID-19 ini STIKES KARYA PUTRA BANGSA (STIKES Kartrasa), mengadakan Webinar Mitigation of COVID-19 in Medical Laboratory Technology and Pharmacy Perspective, pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Tampil sebagai pembicara: Drs. Karyanto, MM., Founder Jamu Digital, Topik: Potensi Obat Tradisional Era COVID-19, Dr. (Cand) Wimbuh Tri Widodo, M.Si, Dosen Analis STIKES Kartrasa, Topik: Prinsip dasar PCR dalam Pemeriksaan COVID-19, dan Apt. Choirul Huda, M.Farm., Dosen Farmasi STIKES Kartrasa, Topik: Obat Tradisional Sebagai Terapi Pendukung COVID-19.

Dipandu oleh moderator: Afidatul Muadifah, M.Si, Dosen Farmasi STIKES Kartrasa, lebih dari 250 peserta webinar yang sebagian besar adalah mahasiswa Program S1 Farmasi, STIKES Kartrasa berjalan antusias, dengan banyaknya pertanyaan kepada narasumber.

Dr. Sigit Sardjono, M.Ec, Ketua Yayasan STIKEs Kartrasa dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya webinar ini, yang juga menghadirkan pembicara dari luar, selain dari STIKES Kartrasa sehingga dapat memberikan motivasi kepada seluruh elemen STIKES Kartrasa.

"Saya apresiasi antusias peserta, yang sebagian besar dari program S1 Farmasi STIKES Kartrasa. Semoga membawa manfaat kepada kita semua," demikian diungkapkan Dr. Sigit Sardjono, M.Ec.

Sedangkan dr. Denok Sri Utami, M.H, Ketua STIKES Kartrasa dalam sambutannya membahas perkembangan COVID-19 di Indonesia yang masih berlangsung, dan perlunya sikap mematuhi Protokol Kesehatan.

Paparan berbagai topik dari para pembicara, lanjut dr. Denok Sri Utami, M.H, antara lain manfaat Obat Tradisional yang dapat dijadikan peningkat daya imun tubuh layak diketahui sehingga dapat melakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan, melalui konsep hidup sehat yang seimbang, jelasya.

Apt. Choirul Huda, M.Farm., Dosen Farmasi STIKES Kartrasa, saat tampil membawakan Topik:  Obat Tradisional Sebagai Terapi Pendukung COVID-19, mengupas berbagai tanaman obat yang memiliki potensi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Juga dijelaskan bahan alam yang saat ini sedang diuji klinis di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta.

Dua produk yang diuji klinis yaitu: Cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak herbal yang terdiri dari rimpang Jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), daun Meniran (Phyllanthus niruri), Sambiloto (Andrographis paniculata), dan daun Sembung (Blumea balsamifera).

Dr. (Cand) Wimbuh Tri Widodo, M.Si, Dosen Analis STIKES Kartrasa, membawakan Topik: Prinsip dasar PCR dalam Pemeriksaan COVID-19- yang menejelaskan apa itu PCR, bagaimana metodenya, bagaimana proses pengambilan sampel, hingga pembacaan hasil uji PCR- yang sangat bermanfaat bagi para peserta untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang pemeriksaan PCR kepada pasien COVID-19.

Founder JamuDigital

Sebagai pembicra terakhir, Drs. Karyanto, MM, Founder JamuDigital mempresentasikan makalah Potensi Obat Tradisional Era COVID-19. "Pandemi COVID-19 ini, membuka mata kita semua bahwa betapa besarnya potensi bahan alam yang sangat berlimpah di Indonesia untuk dijadikan bahan obat," ungkap Karyanto, alumnus Fakultas Farmasi UGM ini.

Menurut dia, saat obat dan vaksin COVID-19 belum ditemukan maka mengkonsumsi tanaman obat yang dapat meningkatkan imuniitas tubuh menjadi pilihan utama untuk membantu mencegah virus COVID-19, selain mematuhi protokol kesehatan lainnya.

Pada kesempatan ini, Karyanto mengajak para mahasiswa Farmasi STIKES Kartrasa dapat menjadikan obat herbal Indonesia sebagai bagian penting dari pengarustamaan di dalam sistem kesehatan nasional.

"Adik-adik mahasiswa Farmasi disini saya harap banyak yang tertarik meriset herbal, dan kemudian mengembangkan menjadi produk herbal yang unggul, karena pasarnya sangat menjanjikan baik di dalam negeri dan di pasar luar negeri," tegasnya memberi semangat.

Dibagian lain, Karyanto juga mendorong agar nanti para alumni STIKES Kartrasa untuk berani mencoba mendirikan starup- rintisan usaha baru, tertutama yang terkait dengan bidang ilmu yang dipelajari, sehingga akan lahir para entrepreneur milenial yang memiliki basis keilmuan kefarmasian.

"Saya mendirikan starup Jamu Digital ini memiliki visi dan misi mendukung memperkokoh brand Jamu Indonesia, dan meningkatkan akses pasar Jamu berbasis digital," jelasnya sembari memaparkan beberapa platform dari JamuDigital.

Kisah menarik, dalam mengembangkan starup JamuDigital adalah, bagaimana Karyanto dan Timnya membangun branding JamuDigital dari tingkat RT-RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota Depok, kepada para pejabat tinggi negara yang terkait, sejumlah menteri, lembaga DPR, hingga saat berkesempatan bertemu dengan Presiden RI., Joko Widodo.

"Salah satu yang harus ditingkatkan adalah brand Jamu. Bahwa Jamu itu dapat menjadi bagian penting dalam menyehatkan bangsa. Dan itu dapat lebih mudah dilakukan melalui digitalisasi," tambah Karyanto dengan semangat.

Setelah sesi tanya jawab, para peserta dihebohkan dengan berbagai pembagian doorprize, seperti: Kompor gas, Kipas angin, Blender mini, Paket pulsa, dan Bingkisan lainnya.

Sekilas STIKES Kartrasa-Tulungagung

Ketua STIKES Kartrasa

Keterangan Foto: dr. Denok Sri Utami, M.H, Ketua STIKES Kartrasa pada saat acara kegiatan di Kampus STIKES Kartrasa- bersama pejabat Dinas Kesehatan Tulungagung, pada tahun 2019 lalu.

STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung berdiri pada Tanggal 26 Desember 2013, berdasarkan SK Kemendikbud Nomor 569/E/O/2013. Berada di bawah naungan Yayasan Karya Putra Bangsa Tulungagung, Stikes Karya Putra Bangsa Tulungagung telah memiliki fasilitas, sarana-prasarana, dan Sumber Daya Manusia yang sangat memadai.

Hal tersebut sangat mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat berjalan dengan baik.

Yayasan Karya Putra Bangsa yang berkedudukan di Tulungagung didirikan dengan salah satu tujuannya adalah membantu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia dengan jalan mendidik calon-calon tenaga kesehatan yang kompeten.

Dari survey yang dilakukan oleh Yayasan Karya Putra Bangsa sebagai syarat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi, dimana survey dilakukan di SMA/MA/SMK, RS Swasta/Pemerintah, Puskesmas, laboratorium medis, apotek, dan masyarakat umum, serta informasi dari sumber pemerintah tentang kebutuhan tenaga kesehatan di daerah Tulungagung dan sekitarnya.

Ternyata menunjukkan bahwa kebutuhan dan animo masayarakat terhadap tenaga kesehatan apoteker dan analis kesehatan sangat tinggi. Berdasarkan hasil survey tersebut diatas, maka yayasan Karya Putra Bangsa memutuskan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dengan program studi S1 Farmasi dan D3 Analis Kesehatan. Informasi lengkap tentang STIKES Kartrasa, Klik Disini: http://stikes-kartrasa.ac.id/  .Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: