SDM Pengobat Berkualitas, Pelatihan Pembekalan Calon Paricara Usada Kedua
Tanggal Posting : Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:09
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 445 Kali
SDM Pengobat Berkualitas, Pelatihan Pembekalan Calon Paricara Usada Kedua
Peserta Pelatihan Pembekalan Calon Paricara Usada Kedua pada acara pembukaan di Bekasi Selatan, 30 September 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE JAMU INDONESIA & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Perkumpulan PARICARA USADA INDONESIA (PPUIN) mengadakan pelatihan pembekalan calon paricara usada angkatan ke-2 di Kantor PPUIN, Ruko Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, Jawa Barat diikuti 42 peserta. Sejumlah pembicara yang kompeten tampil pada kegiatan pelatihan yang berlangsung tiga hari (30 September - 2 Oktober 2019).

Mereka adalah: Mochamad Subechan: Profil dan Jatidiri Paricara Usada Indonesia, dr. Sri Redjeki Endang S., M.Si: Pengantar Anatomi dan Fisiologi, Dra. Saur Riana Sitorus, Apt: Morfologi Tanaman Obat, Ali Mustaqim: Tanaman Obat Keluarga, Dr. Dwi Ratna Sari Handayani, MKK., M.Si: Penanganan Gangguan Kesehatan, Sugiarto: Ilmu Komunikasi & Rekam Kesehatan Tradisional, Endra Gunawan: Pijit Tradisional & Akupresure Indonesia, Embang Supangkat: Hygiene & Sanitasi dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional, Erna Setiyawati, S.E., S.Ag.Kes: Kewirausahaan, Juwandi: Wawasan Kebangsaan.

Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE, MH dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagian besar yang ikut kegiatan ini sudah sebagai paricara usada, sudah menolong pasien sebagai terapis agar pasien sembuh dari sakitnya.

"Semoga dengan peran PPUIN ini, pengobatan tradisional di Indonesia menjadi lebih maju lagi dan mempunyai standar yang sama. Kita harus mempersiapkan diri kita, agar terapis-terapis kita mempunyai kualitas yang standard agar kita dapat di terima di negeri sendiri dan di negeri orang," ungkap Dwi Ranny.

Waktu saya ke China, lanjut dia, saya mempopulerkan produk Jamu, saya ingin juga mempopulerkan pengobatan tradisonal Indonesia. Tetapi terkendala harus dapat berbahasa Inggris untuk menjelaskan pengobtan tradisional Indonesia. Jadi kalau di negara China, mereka mempunyai asosiasi Jamu dan Asosiasi Pengobat Tradisional, mereka saling bersinergi.

Untuk PPUIN, apa yang kita tonjolkan pengobat tradisional Indonesianya? Apakah seperti kerokan? Coba nanti tolong digali lebih dalam lagi. Sehingga nanti dapat dipublikasikan secara ilmiah, Dwi Ranny menyarankan.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan Daun Mas Media Husada, Erna Setiyawati, S.E., S.Ag.Kes. yang juga menjabat sebagai- Ketua DPD GP. Jamu Jawa Barat mengatakan bahwa pelatihan yang dilakukan ini, sebenarnya hanya pengantar, jadi bukan pelatihan yang menjadikan peserta menjadi seorang paricara usada. Nanti kalau mau menjadi paricara usada ada level pelatihan lagi tingkat lanjutannya.

"Saya sebagai Pimpinan LKP Daun Mas mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua peserta. Karena memang pelatihan yang diikuti ini sebagai pelatihan pembekalan, merupakan program beasiswa yang diajukan oleh PPUIN ke Lembaga Kursus dan Pelatihan Daun Mas Media Husada. Ini program beasiswa dari LKP Daun Mas," ujar Erna Setiyawati.

Nanti setelah peserta sudah bergabung dengan PPUIN, akan diberikan kartu anggota PPUIN dapat menggunakan kartu anggota tersebut untuk belanja merchandise dengan harga diskon kerja sama PPUIN dan GP Jamu, Erna Setiyawati menambahkan.

Ketua PPUIN, Mochamad Subechan menyampaikan pembekalan pelatihan yang ke-3 akan dilakukan di Purwokerto, semoga dapat selalu bergulir terus se-Indonesia. "Indonesia ini memiliki SDM dan SDA yang luar biasa. Dan yang paling penting adalah budaya bangsa kita sendiri, maka dari itu, PPUIN ingin mengangkat budaya bangsa kita sendiri terutama pengobatan tradisional Indonesia agar selalu terjaga dan dapat dilestarikan. Semoga dengan adanya PPUIN dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa ," ungkap Subechan. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: