Riset Kementan: Antivirus COVID-19 dari Eucalyptus
Tanggal Posting : Minggu, 10 Mei 2020 | 10:21
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 3540 Kali
Riset Kementan: Antivirus COVID-19 dari Eucalyptus
Berbagai sediaan produk hasil riset Kementan untuk Antivirus COVID-19 dari Eucalyptus.

JamuDigital.Com -PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kementrian Pertanian RI. belum lama ini meluncurkan Antivirus COVID-19 dari Eucalyptus. Adalah Balitbangtan yang membuat sejumlah prototipe Eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk: inhaler, roll on, salep, balsem dan defuser yang dapat dijadikan anti virus COVID-19.

Pandemi COVID-19 membuat seluruh penduduk dunia prihatin, berdasarkan data WHO yang dirilis pada 9 Mei 2020, total kematian penduduk dunia akibat virus COVID-19 sebanyak 265.862 orang. Indonesia kini juga sedang dilanda pandemi virus COVID-19 yang berasal dari Wuhan-China ini. Situasi ini, memotivasi banyak pihak untuk menemukan herbal yang mampu  melawan virus COVID-19.

Bagaimana perjalanan riset minyak Eucalyptus (minyak Kayu Putih) dapat dijadikan alternatif untuk melawan virus COVID-19?

Berikut ini, penuturan Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, MSi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat kepada Redaksi JamuDigital.Com pada Sabtu, 9 Mei 2020.

Pada awalnya, kami memang diminta melakukan penelusuran bahan-bahan herbal yang berdasar empiris dan literatur mempunyai kemampuan anti virus. Salah satunya adalah bahan aktif Cineol 1,8 (eucalyptol). Bahan tersebut ada di beberapa tanaman seperti Eucalyptus- Kayu putih, Rosemary, Kencur dan lain-lain. Tetapi paling tinggi kandungannya terdapat di Eucalyptus. Selanjutnya, pada Jurnal April 2020 ada peneliti Sharma yang melakukan molecular docking dan ternyata memang Cineol cocok sekali dengan protein yang terdapat pada virus COVID-19, urai Evi Savitri.

Untuk membuktikannya, lanjut Evi Savitri- kami menguji pada beberapa macam virus termasuk beta dan gamma Corona. Hasilnya virus mati 80-100% pada konsentrasi 1-5% minyak Eucalyptus. Hasil temuan inilah yang kemudian kami infokan kepada masyarakat. Untuk produk, kami mencoba kembangkan beberapa jenis termasuk yang berupa kalung yang berisi minyak Eucalyptus yang terenkapsulsi, sehingga dapat slow release. Aromanya diharapkan dapat tercium. Ada juga beberapa sediaan roll on, essential oil untuk diffuser dan lain-lain.

Berita Terkait: Kemenristek Uji Klinis Herbal untuk COVID-19

Menteri Pertanian RI., Syahrul Yasin Limpo menjelaskan saat peluncuran produk inovasi dari kementrian yang dipimpinnya ini, bahwa produk inovasi ini merupakan hasil uji laboratorium para peneliti pertanian dari bahan Eucalyptus yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus influenza, virus beta dan gamma Corona- dan menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100%.  

Proses pembuatan minyak Eucalyptus dilakukan melalui proses destilasi uap di Laboratorium Balai Penelitian Rempah dan Obat di Bogor. Penggunaan teknologi nano dilakukan untuk menghasilkan beberapa sediaan bahan aktif yang lebih stabil dan memiliki efektivitas lebih tinggi. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: