Redacid: Obat Modern Asli Indonesia untuk Gangguan Lambung
Tanggal Posting : Senin, 4 November 2019 | 18:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 359 Kali
Redacid: Obat Modern Asli Indonesia untuk Gangguan Lambung
Redacid: Obat herbal yang dikembangkan oleh DLBS Dexa Medica dapat menjadi alternatif pengganti obat kimia Ranitidine yang ditarik dari peredaran oleh Badan POM. Foto: www.dexa-medica.com.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Beberapa waktu lalu, obat Ranitidine ditarik peredarannya oleh Badan POM. Lantas, obat herbal apa yang dapat dikonsumsi masyarakat sebagai obat gangguan lambung yang terbukti aman?

Ilmuwan Indonesia ternyata telah menemukan formula dari bahan alami asli Indonesia yang terbukti aman dan efektif untuk mengatasi gangguan lambung.

Menurut Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr. Raymond Tjandrawinata, obat herbal yang telah melalui berbagai rangkaian uji, hingga uji klinis- dapat menggantikan obat kimia. Tentunya obat herbal tersebut yang telah melalui penelitian- serangkaian uji untuk dapat mengetahui khasiatnya, sehinga memiliki kemampuan sama seperti obat kimia, misalnya obat Ranitidine.

"Obat yang kami kembangkan ini telah melalui clinical trial (uji klinis) sehingga dapat menggantikan obat Ranitidine," ujar Dr. Raymond dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi JamuDigital.Com, pada Senin, 4 November 2019.

Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang telah dikembangkan oleh Dexa Group di DLBS Dexa Medica tersebut bernama Redacid (DLBS2411). Redacid dibuat dari bahan alami-biodiversitas Indonesia. "Redacid mengandung fraksi bioaktif dari Cinnamomum burmannii (Kayu Manis)," ungkap Raymond menambahkan.

Redacid diformulasikan menggunakan teknologi farmasi yang modern. Proses riset, formulasi dan produksi Obat Modern Asli Indonesia- Redacid merupakan era baru dalam pengembangan obat tradisional Indonesia, karena memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Teknologi farmasi yang digunakan adalah Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS)," jelas Raymond.

Teknologi ini digunakan untuk menghasilkan fraksi bioaktif dari Kayu Manis, sehingga dapat diperoleh kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak biasa. Fraksi ini nantinya, akan bekerja secara langsung untuk menghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

"Redacid juga memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi jumlah radikal bebas. Ternyata radikal bebas ini berperan dalam proses terjadinya ulser atau tukak pada lambung," kata Dr. Raymond yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah atas riset dan inovasi produk herbal modern, yaitu: ’Innovative Industrial Research Development Institution (IIRDI) Award 2018’.

Terkait dengan pengembangan OMAI, pemerintah telah mendorong percepatan pengembangan obat bahan alam menjadi Fitofarmaka. Dexa Group sebagai perusahaan Farmasi Nasional berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut melalui penciptaan dan pengembangan obat-obatan berbahan baku dalam negeri melalui produksi Fitofarmaka.

Saat ini, dari 26 Fitofarmaka di Indonesia, Dexa Group telah mendapatkan sebanyak 18 OMAI yang berstatus Fitofarmaka. Melalui obat-obatan herbal Fitofarmaka, diharapkan Indonesia semakin mandiri dalam produksi obat nasional sehingga dapat menggantikan obat-obatan kimia yang 90% bahan bakunya impor.

Redacid yang merupakan obat modern asli Indonesia berbahan alam yang aman dikonsumsi, dapat menjadi alternatif pengganti Ranitidine. Terlebih lagi, Redacid dapat diperoleh di apotek terdekat. Bahkan Redacid dapat dibeli di apotek online terpercaya, yaitu:  GoApotik, yang juga dapat diakses melalui official store di toko online terkemuka di Indonesia yakni Tokopedia. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: