Rakernas PAFI III Tahun 2022, Mengusung Tema Penanggulangn AMR
Tanggal Posting : Rabu, 4 Mei 2022 | 18:14
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 692 Kali
Rakernas PAFI III Tahun 2022, Mengusung Tema Penanggulangn AMR
Pengurus Daerah PAFI NTT menghadap Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melaporkan kesiapan menggelar Rakernas PAFI 2022.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pengurus PAFI mengadakan Rakernas III Tahun 2022 dengan tema menanggulangi AMR, untuk mengambil peran kasus yang menjadi permasalah dunia ini. Agar anggota PAFI dapat mendukung program penanggulangan AMR ini di Indonesia. 

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke III di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Jumat -Minggu, 24-26 Juni 2022.

Rakernas PAFI Tahun 2022 di Labuan Bajo ini, merupakan RAKERNAS ke III, di era jabatan pertama kepengurusan: Apt. Maryani Hadi, S.Farm.,MKM -sebagai Ketua Umum PAFI, dan Jatmiko, SSi.-sebagai Sekretaris Jenderal PAFI.

Pelaksanaan RAKERNAS ini diharapkan dapat menjawab berbagai isu-isu terkini maupun isu global sebagai jawaban terhadap tantangan globalisasi dan sarana peningkatan kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian di Indonesia.

Labuan Bajo merupakan Tuan rumah terpilih pada pelaksanaan RAKERNAS II di Manado Tahun 2021, diharapkan dapat memberi warna baru dan penyegaran bagi setiap peserta yang hadir, dimana Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata premium Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan tema Rakernas 2022 "Making Waves: Interprofessional Collaboration Towards Holistic Approach On Antimicrobials Resistance In Indonesia." Sub tema: "Bridging the future of Indonesia’s Native Modern Medicines."

Hal ini dilatarbelakangi dengan bahwa program surveilans resistensi yang diadakan di 12 negara Asia Pasifik, menemukan bahwa beban dari resistensi antibiotik (AMR) di Indonesia lebih besar dari hasil studi yang dilakukan untuk mengantisipasinya.

Resistensi terhadap antibiotik terjadi karena penggunaan berlebih (overuse) dan penggunaan yang tidak tepat (misuse) baik pada manusia maupun pada peternakan. Oleh karenanya, meningkatkan kesadaran akan penggunaan antibiotik yang tepat, baik pada masyarakat umum maupun tenaga kesehatan menjadi hal yang fundamental.

Walaupun Indonesia telah membuat Rencana Aksi Nasional (RAN) terkait penanggulangan AMR, seperti beberapa negara lainnya, mengimplementasikan dan mendemonstrasikan aksi yang berkelanjutan merupakan tantangan terbesar.

Hal ini disebabkan oleh kesadaran dan kemauan politik, keuangan, koordinasi, monitoring dan data serta kapasitas teknis.

Pendekatan Multi Sectoral coordination (MSC) merupakan upaya strategis komprehensif dalam menanggulangi isu AMR secara global dan nasional.

Rskernas Tahun 2002 ini memiliki Tujuan Umum: 1. Melakukan konsolidasi organisasi PAFI pusat dan daerah; 2. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga Farmasi terkait dengan bidang kefarmasian.

Sedangkan Lima Tujuan khusus Rakernas 2022 adalah:

  • Melakukan evaluasi program kerja pengurus Pusat yang telah ditetapkan;
  • Merumuskan kebijakan yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan baru, termasuk regulasi Pemerintah terkait dengan bidang Farmasi;
  • Menjalin koordinasi antara pengurus pusat, pengurus daerah dan pengurus cabang dalam melaksanakan keputusan MUNAS;
  • Melakukan kolaborasi interprofesi bagi tenaga kesehatan dari beberapa organisasi profesi yang ada dan multi sektor kesehatan dalam upaya bersama menanggulangi AMR di Indonesia, terutama di NTT;
  • Meningkatkan wawasan pengetahuan tenaga Farmasi terkait dengan penanggulangan AMR dan terapi komplementer menggunakan herbal.

PAFI NTT siapa menggelar Rakernas 2022 dan menjadi tuan rumah pertama kali dalam Rakernas PAFI III yang akan digelar pada 24-26 Juni 2022 mendatang itu.

Kesiapan ini disampaikan oleh Ketua Rakernas PAFI III, Yansen M Mbau ketika menghadap Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada 29 Maret 2022, sebagaimana dikuti oleh Victorynews.id.

Yansen mengatakan, Rakernas tahun ini merupakan suatu forum untuk konsolidasi atau wadah untuk melakukan evaluasi program kerja pengurus Pusat yang telah ditetapkan.

Selain itu, untuk merumuskan kebijakan yang diperlukan, termasuk kebijakan pemerintah di bidang Farmasi dalam menghadapi perkembangan baru. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: