Prof. Sandra Arifin Aziz: Kunyit dan Temulawak Dapat Mengatasi Berbagai Penyakit
Tanggal Posting : Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:02
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 178 Kali
Prof. Sandra Arifin Aziz: Kunyit dan Temulawak Dapat Mengatasi Berbagai Penyakit
Guru Besar Ekofisologi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University Prof. Sandra Arifin Aziz saat webinar yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Hortikultura, Selasa, 19 Oktober 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Guru Besar Ekofisologi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University Prof. Sandra Arifin Aziz berbagi manfaat utama tanaman kunyit.

“Manfaat utama tanaman kunyit diantaranya sebagai bahan obat tradisional, mengurangi nyeri haid, mengobati asam lambung, menurunkan kadar lemak darah, penurun kolesterol, serta mencegah penggumpalan darah. Tanaman kunyit dapat dijadikan sebagai bahan baku industri jamu dan kosmetik,” papar Prof. Sandra pada webinar yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Hortikultura, Selasa, 19 Oktober 2021.

Untuk mendapat rimpang kunyit yang baik, lanjutnya, aspek yang perlu diperhatikan adalah rimpang kunyit yang berukuran besar, segar, tidak busuk, dan berumur 9-12 bulan. Di Indonesia, sentra penanaman berada di Jawa Tengah dengan produksi mencapai 12.323 kilogram/hektar.

Menurutnya, tahap-tahap budidaya kunyit dimulai dari bahan tanam, pembibitan, penyiapan lahan, pemupukan, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pengemasan.

“Ulat penggerek akar, penggulung daun, bakteri rimpang yang busuk, karat daun kunyit, dapat menghambat pertumbuhan kunyit. Gejala pada kunyitnya berbeda pada tiap organisme. Cara pengendalian untuk ulat penggerek akar adalah tanaman disemprot insektsida furadan G-3,” ungkap Prof. Sandra.

Menambahkan, waktu terbaik panen kunyit adalah pada umur 11-12 bulan, saat gugurnya daun kedua atau musim kemarau. Kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringan.

Menurut Prof. Sandra, proses pasca panen kunyit adalah penyortiran basah, pencucian, perajangan, pengeringan delapan persen kadar air, penyortiran kering, pengemasan pada wadah udara, dan diakhiri dengan penyimpanan. Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat.

Selain kunyit, Prof. Sandra juga menjelaskan tentang temulawak. Menurutnya, rimpang temulawak bercabang kuat dan besar. Pemupukan temulawak terbagi menjadi dua jenis, yaitu pemupukan organik dan pemupukan konvensional. Panen tanaman temulawak yang sehat saat berumur 9-10 bulan.  Menurut Prof. Sandra, temulawak bermanfaat untuk mengatasi letih lesu, tekanan darah tinggi, antikanker, sakit ginjal, menambah nafsu makan dan mengatasi masalah pencernaan.

“Temulawak dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman serta bahan baku tepung. Rotasi tanaman dilakukan untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit yang potensial,” tutupnya. (Sumber Berita: https://www.ipb.ac.id/news/index/2021/10/prof-sandra-arifin-aziz-kunyit-dan-temulawak-dapat-mengatasi-berbagai-penyakit/0a6ef24994346b655f0b2e584ce27ded). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: