Prof. Erna Prawita Setyowati: Lingkungan Laut Sumber Obat Baru
Tanggal Posting : Minggu, 11 April 2021 | 08:15
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 165 Kali
Prof. Erna Prawita Setyowati: Lingkungan Laut Sumber Obat Baru
Lingkungan laut telah menjadi sumber senyawa alam dan obat-obatan yang menjanjikan untuk penggunaan terapeutik.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Lingkungan Laut dapat menjadi Sumber Obat Baru yang potensial, sehingga kekayaan hayati Indonesia ini perlu untuk terus dikembangkan untuk menjadi sumber bahan baku obat baru.

Hal ini terungkap, saat Dosen Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Erna Prawita Setyowati, M.Si dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Biologi Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan hari Kamis, 25 Maret 2021 di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Pada upacara pengukuhan Guru Besar tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Senyawa Alam Sebagai Sumber Obat Dari Laut: Harapan dan Tantangan."

Erna Prawita Setyowati mengatakan lebih dari 30 persen obat yang digunakan sekarang ini merupakan senyawa alam yang diperoleh dari daratan. Di dalam laut yang menutupi hampir 70 persen luas permukaan bumi terdapat sekitar 200 ribu organisma laut yang hadir sebagai sumber penemuan senyawa baru yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi obat.

Menurutnya, lebih dari 30 ribu senyawa alam berhasil diisolasi dari organisma laut dan banyak diantaranya digunakan sebagai bahan aktif produk farmasi. Sejak tahun 2008, lebih dari 1.000 senyawa baru ditemukan tiap tahun. Sebagian besar senyawa-senyawa dari laut tersebut dihasilkan oleh organisme hewan tak bertulang belakang (invertebrata), memiliki tubuh lunak, tidak berduri dan tidak bercangkang yang menetap pada batu karang di lingkungan dasar laut.

Hewan invertebrata khususnya spons (filum porifera) menduduki peringkat tertinggi dalam penelitian senyawa alam dari laut karena sifat hidupnya yang slow moving dan sessile. Erna juga menambahkan lebih kurang 15 ribu jenis spons telah diuraikan dan hampir 98 persen jenis spons hidup di laut dan dapat ditemukan di seluruh kawasan katulistiwa sampai ke kutub.

Habitat spons yang paling besar di dunia berada di daerah Australia, Indonesia, dan Papua Nugini. Dari penyebaran spons secara geografis di 31 negara maka kontributor utama spons adalah Korea, Jepang, Australia, Cina, Papua Nugini dan Indonesia.

Erna mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara kelautan yang memiliki banyak potensi bahan farmasetik yang berasal dari laut. Penelitian-penelitian mengenai organisma laut yang mempunyai prospek (bioprospecting) perlu didukung untuk lebih dapat menggali potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan meningkatkan minat dalam penelitian mengenai bahan alam kelautan dari perairan Indonesia.

Penelitian-penelitian ini akan memberikan sumbangan besar dalam memajukan pemanfaatan organisma laut sebagai bahan untuk pengembangan produk farmasi.

Dalam penutupnya, beliau juga menyampaikan bahwa lingkungan laut telah menjadi sumber senyawa alam dan obat-obatan yang menjanjikan untuk penggunaan terapeutik. "Laut memiliki variasi struktural senyawa dan ativitas farmakologi yang sangat beragam. Laut dengan keanekaragaman organisma yang besar merupakan sumber bioprospektif untuk pencarian obat baru yang sangat potensial." tambahnya. (Sumber Berita: https://farmasi.ugm.ac.id/id/pengukuhan-prof-erna-prawita-setyowati-lingkungan-laut-sumber-pencarian-obat-baru-yang-potensial/). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: