Prof. Dwi Susanto,University of Maryland-Amerika: Indonesia Poros IPTEK Laut Energi Baru Terbarukan
Tanggal Posting : Senin, 20 Februari 2023 | 10:03
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2622 Kali
Prof. Dwi Susanto,University of Maryland-Amerika: Indonesia Poros IPTEK Laut Energi Baru Terbarukan
Prof. Dwi Susanto: Kuasai IPTEK laut dan yakinkan ke diri kita bahwa itu sebagai kunci sukses kemandirian bangsa. Foto: Artikel E-Techno.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Majalah E-TECHNO, The Channel for Energy and Technology Sosiety terbitan Edisi II, Februari 2023, mempublikasikan bahasan Energi Baru Terbarukan.

Antara lain memuat wawancara dengan Prof. Ir. Dwi Susanto, M.Sc. Ph.D -Guru Besar University of Maryland, Amerika yang dimuat pada rubrik Energi dan Teknologi, halaman 29-30 dengan judul: "Indonesia Menjadi Poros IPTEK Laut Untuk Energi Baru Terbarukan."

Berikut ini, wawancara tertulis redaksi E-Techno dengan Prof. Ir. Dwi Susanto, M.Sc. Ph.D:

Laut Indonesia yang maha luas ini memiliki potensi sumber daya energi yang tak pernah habis. Sayangnya, potensi ini belum dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan nasional khususnya dalam sektor kelistrikan Indonesia. Sebagaimana diketahui, mayoritas masyarakat Indonesia hidup di daerah pantai dan pesisir.

Mereka sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Kehadiran listrik untuk menunjang aktifitas keseharian mereka, tentu sangat diharapkan.

Dalam konteks ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memenuhi harapan masyarakat pesisir Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Keterbatasan bahan bakar fosil untuk mem bangkitkan energi listrik menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengeksplorasi sumberdaya energi terbarukan dari laut sehingga harapan tersebut bisa terwujud.

Di saat yang bersamaan, Indonesia memiliki keterbatasan sumberdaya manusia dan kemampuan teknologi energi kelautan untuk mengeksplorasi energi baru dan terbarukan (EBT) dari laut. Ini yang oleh Dwi Susanto, seorang ilmuan laut Indonesia dikatakan sebagai tantangan tersendiri yang harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Guru besar University of Maryland, Amerika ini lalu menyarankan agar semua pihak hendaknya saling bersinergi untuk mengembangkan dan memanfaatkan EBT dari laut, karena menurutnya untuk mengembangkan EBT dari laut bukan hanya ahli kelautan yang terlibat melainkan juga ahli-ahli dari bidang teknik elektro, mesin, sosial, ekonomi, lingkungan, planologi, hukum dan sebagainya.

Terkait dengan pengembangan dan pemanfaatan EBT dari laut ini, redaksi E-Techno telah melakukan wawancara khusus secara tertulis dengan Prof. Ir. Dwi Susanto, M.Sc. Ph.D, seorang ilmuan kelautan sekaligus pakar dalam bidang dinamika laut dan iklim Indonesia, pemanfaatan arus dan gelombang laut untuk pengembangan energi terbarukan. Bagaimana pandangan dan harapannya, berikut petikan hasil wawancara lengkapnya.

Seberapa besar Bapak melihat potensi laut Indonesia untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia? Besar sekali dan cocok dengan geografis serta kearifan lokal kita yang terdiri dari ribuan pulau dengan selat-selat sempitnya. Ada yang meng- hadap ke Samudra Hindia dan Lautan Pasifik.

Wilayah laut Indonesia cukup luas, menurut Bapak laut mana saja kira-kira yang berpotensi menghasilkan energi terbarukan? Untuk EBT arus laut adanya di selat-selat sempit dengan arus kuat di seluruh wilayah NKRI. Sedangkan EBT Gelombang adanya di sepanjang pantai yang menghadap baik ke Samudra Hindia dan Lautan Pasifik maupun daerah Natuna.

Berapa kira-kira nilai potensi energi terbarukan yang bisa dihasilkan dari laut Indonesia? Menurut Bapak, jenis energi terbarukan apa dari laut yang paling besar potensinya untuk dikembangkan di Indonesia?

Bergantung lokasi nya, ke tiga jenis EBT laut cocok dikembangkan di kita. Bandung (ITB) tahun 1986 ini pernah Sarjana alumni Institut Teknologi meniti karir kerja di Lamont Doherty Earth Observatory of Columbia University sampai 2013. Selanjutnya, pakar laut ini menjadi guru besar di Univeristy of Maryland, College Park, Amerika Serikat sampai sekarang.

Dwi Susanto yang juga menjadi pengurus Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) sebagai point of contact untuk Internasional Collaborative Program, telah Kita sudah selayaknya bersyukur diberi alam, dimana kearifan lokalnya laut. Jadi bagaimana memanfaatkan dan mengoptimalkan kearifan lokal kita sebagai tantangan dan modal untuk kemajuan bangsa.

Prof. Ir. Dwi Susanto, M.Sc. Ph.D memimpin lebih dari 40 ekspedisi laut Indonesia dengan memakai berbagai wahan kapal riset Indonesia. Bagaimana pandangan Bapak terhadap target pemerintah mewujudkan Net Zero Emission 2060 terkait dengan potensi energi terbarukan dari laut ini?

Bagus sekali dan optimis target bisa tercapai asal kita serius dalam perjalanan untuk mencapai target tersebut Apa dampak signifikan yang bisa dirasakan dari proses transisi energi baru Bisa Jutaan GigaWatt terbarukan terhadap lingkungan dan Apa saja jenis energi terbarukan yang keberlangsungan hidup manusia? bisa diperoleh dari laut? EBT Arus laut, EBT Gelombang laut dan EBT Perbedaan suhu laut dalam dan permukaan (OTEC: Ocean thermal energy conversion).

Dampak positifnya bisa mempercepat penyediaan listrik di pulau-pulau terpencil yang jauh dari grid, sehingga bisa mempercepat kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dengan tumbuhnya industry rumah tangga, UMKM, industry cool storage/pabrik es serta mempercepat industry perikanan, pariwisata dan pemerataan pembangunan.

Untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi energi terbarukan dari laut, Indonesia mempunyai keterbatasan teknologi dan SDM, menurut Bapak apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi keterbatasan tersebut? Kita sudah selayaknya bersyukur diberi alam, dimana kearifan lokalnya laut.

Jadi bagaimana memanfaatkan dan mengoptimalkan kearifan lokal kita sebagai tantangan dan modal untuk kemajuan bangsa. Jadi pendidikan SDM kita adalah bagaimana agar SDM kita ini bisa menguasai teknologi untuk memanfaatkan kearifan local kita. Oleh karenanya kurikulum kita juga harus dinamis.

Teknologi itu bisa dipelajari, namun potensi alam itu karunia Allah SWT. Tugas kita untuk bersyukur akan karunianya dengan cara memanfaatkan dan mengoptimalkan karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada negara kita.

Sebagai ilmuan kelautan Indonesia yang sudah lama berkiprah di luar negeri, apa harapan Bapak terhadap pemerintah Indonesia untuk mengembangkan potensi energi terbarukan dari laut?

Harapan saya, agar EBT kelautan bisa dibangun di kita, sehingga kita bisa menjadi poros IPTEK laut untuk EBT laut. Tulisan pertama saya di kolom Opini KOMPAS tahun 1987 berjudul: Tapchan, teknologi gelombang laut menjadi listrik.

Sudah 3.5 dekade, belum juga terbangun. Waktunya yang tepat untuk membangun EBT, sebelum harga fossil fuel akan mahal dan akan terus membebani negara kita Apa saran Bapak untuk generasi muda Indonesia khususnya para peneliti muda untuk meriset energi baru dan terbarukan dari laut Indonesia?

Kuasai IPTEK laut dan yakinkan ke diri kita bahwa itu sebagai kunci sukses kemandirian bangsa, karena kita sebaiknya kita manfaatkan seefisien ini 70% laut (kearifan lokal kita) yang dan seoptimal mungkin.

Sebaiknya kita bersinergi, karena EBT laut bukan hanya ahli kelautan, namun juga melibatkan berbagai bidang ilmu, Teknik elektro, mesin, sosial, ekonomi, lingkungan, planologi, hukum dan sebagainya.

Sumber Artikel: Majalah E-TECHNO, The Channel for Energy and Technology Sosiety terbitan Edisi II, Februrai 2023, Halaman 29-30. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: