Penguatan Farmakovigilans: Drug Safety dan Patient Safety
Tanggal Posting : Selasa, 26 November 2019 | 05:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 179 Kali
Penguatan Farmakovigilans: Drug Safety dan Patient Safety
Sambutan dan Penjelasan Tri Asti Isnariani, Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Badan POM. Foto: Dok.Badan POM.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM menyelenggarakan pertemuan lintas sektor dalam rangka sinergi penguatan pelaksanaan aspek keamanan obat di Kemayoran Jakarta, Senin, 25 November 2019. Forum ini dihadiri oleh para profesional kesehatan, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan seputar farmakovigilans menjadi topik utama forum ini.

Tujuannya untuk memperoleh persamaan persepsi, identifikasi permasalahan dan komitmen dalam pelaksanaan farmakovigilans oleh semua pihak terkait, termasuk di dalamnya Kementerian Kesehatan, Asosiasi Profesi, Industri Farmasi, Pelayanan Kesehatan, hingga Tenaga Profesional Kesehatan.

Farmakovigilans merupakan aktivitas dalam melakukan deteksi, pengkajian, pemahaman, dan pencegahan efek samping atau permasalahan lainnya terkait dengan penggunaan obat. Pelaporan efek samping obat sebagai aktivitas farmakovigilans sangat diperlukan untuk memperoleh informasi keamanan penggunaan obat berbasis populasi Indonesia. Hal ini akan dapat berdampak pada jaminan keamanan obat (drug safety) yang pada akhirnya mempengaruhi jaminan keselamatan pasien (patient safety).

Kegiatan forum koordinasi lintas sektor dibuka oleh Tri Asti Isnariani, Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Badan POM. Tri Asti Isnariani menyampaikan bahwa pengawalan aspek keamanan obat menjadi tanggung jawab pemerintah, industri farmasi, tenaga kesehatan, dan juga masyarakat sebagai pengguna obat.

"Farmakovigilans merupakan hal yang harus kita pahami dengan benar karena merupakan tanggung jawab semua pihak sesuai bidang tugas masing-masing untuk memastikan keamanan penggunaan obat dan jaminan keselamatan pasien," pesan Tri Asti saat membacakan sambutan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Badan POM dengan International Society of Pharmacovigilance Chapter Indonesia (ISOP Chapter Indonesia) ini dikemas dalam format Workshop dan Focus Group Discussion (FGD). Para peserta dibekali dengan pengetahuan farmakovigilans pada sesi workshop.

Kemudian terdapat FGD untuk menggali hal-hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan farmakovigilans di setiap proses yang dilakukan oleh pemeran kunci pelaksana farmakovigilans, sehingga nantinya akan diperoleh rekomendasi solusi terhadap kendala tersebut.

Pada kesempatan ini, Badan POM menyerahkan Surat Keputusan Komite Nasional Farmakovigilans Tuberkulosis Resisten Obat. Surat Keputusan tersebut diberikan sebagai langkah awal Komite dalam pelaksanaan tugasnya mengawal keamanan obat khususnya pada tuberkulosis resisten obat. Farmakovigilans merupakan hal yang sangat penting.

Sinergi bersama semua pihak akan semakin menguatkan upaya jaminan keamanan obat dan pencapaian keselamatan pasien di Indonesia Demikian dilaporkan oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan disitus Badan POM. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: