OMAI Phalecarps, Obat Herbal Kanker Payudara
Tanggal Posting : Kamis, 6 Februari 2020 | 06:23
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 585 Kali
OMAI Phalecarps, Obat Herbal Kanker Payudara
Phalecarps adalah Obat Modern Asli Indonesia untuk Kanker Payudara hasil riset DLBS Dexa Medica

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Hasil penelitian Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Medica menemukan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk kanker payudara yaitu Phalecarps- mengandung Bioactive Fraction DLBS1425 yang dikembangkan dari buah Phaleria macrocarpa (Mahkota Dewa) untuk mengobati kanker payudara dan kanker padat lainnya.

Dengan kemampuannya sebagai anti-proliferatif, anti-inflamasi, dan anti-angiogenik, Phalecarps secara farmakologi dinilai baik untuk pengobatan kanker payudara serta kanker padat lainnya.

Menurut majalah Medicinus, Vol.24, No. 4, Desember 2011, disebutkan bahwa tumbuhan mempunyai metabolit sekunder yang menghasilkan bahan yang penting untuk perkembangan farmasi dan nutrasetikal. Metabolit sekunder tiap tumbuhan berbeda sehingga masing-masing tumbuhan adalah unik dan spesifik. Atas dasar hal tersebut, dipasarkan produk obat herbal Phalecarps yang merupakan hasil penelitian Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) dengan kandungan bioactive fraction DLBS1425 dari buah Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. (famili: Thymelaeaceae).

DLBS mempunyai visi menjadi organisasi yang berbasis penelitian untuk penemuan, pengembangan dan produksi produk farmasi, biofarmasi, dan nutrasetikal serta misi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui penelitian dan pengembangan produk pengobatan dan nutrisi yang bermanfaat secara klinis dalam berbagai bentuk sediaan.

Mengapa memilih Phaleria macrocarpa? Phaleria macrocarpa merupakan tumbuhan asli Indonesia, yang dikenal sebagai mahkota dewa. Latar belakang pengembangan produk Phalecarps dengan mempelajari senyawa-senyawa dari aspek kimia hingga biologi molecular melalui proses yang di sebut TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassays System). TCEBS adalah suatu metode pemilihan kandidat obat secara sistematik sehingga dapat menemukan calon produk yang paling aktif dan berpotensi berdasarkan ekspresi gen dan teknik protein array.

Phalecarps telah di diteliti untuk menjelaskan mekanisme kerja, efikasi dan toksikologi dan saat ini sedang dilakukan uji klinis ke manusia. Mekanisme kerja Phalecarps yaitu antiproliferasi, proapoptosis, antiinflamasi, antiangiogenesis (menurunkan faktor angiogenic dan menurunkan risiko metastases).

Adapun beberapa efek yang diberikan oleh Phalecarps, yaitu:

  • Phalecarps memberikan efek pada viabilitas dan proliferasi sel yaitu menghambat proliferasi sel PC3, HepG2, AGS and HCT116. Aktifitas tertinggi antiproliferasi Phalecarps terlihat di sel kanker payudara MDA-MB-231.
  • Phalecarps juga menginduksi apoptosis di sel kanker payudara MDA-MB-231. Tetapi Phalecarps tidak membunuh sel payudara normal MCF10A. Ini membuktikan bahwa Phalecarps mempunyai daya selektif hanya membunuh sel kanker.
  • Phalecarps sebagai antiinflamasi yaitu berhubungan dengan pemicu meningkatnya eikosanoid dengan menekan mRNA pada COX-2 yang ada pada pemicu tumor TPA, serta terbukti bekerja melalui jalur PI3-Kinase.

Efek Phalecarps sebagai antiangiogenesis yaitu melalui jalur VEGF-C mRNA expression. Phalecarps ini juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai produk Obat Herbal Terstandar (OHT) karena telah melalui uji pra klinis dan bahan bakunya telah terstandar dengan klaim sebagai terapi pelengkap pada pasien kanker. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: