OMAI Masuk eKATALOG LKPP, Awal Kemandirian Obat Nasional
Tanggal Posting : Senin, 18 Januari 2021 | 16:18
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 750 Kali
OMAI Masuk eKATALOG LKPP, Awal Kemandirian Obat Nasional
Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan pabrik farmasi besar sudah mulai memproduksi obat herbal dan sudah mulai melakukan substitusi impor bahan baku obat.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Obat  Modern Asli Indonesia (OMAI) mulai masuk dalam eKATALOG LKPP menandai proses awal kemandirian obat nasional dengan mengoptimalkan kekayaan hayati (biodiversitas) Indonesia sebagai bahan baku obat. Para dokter semakin trust meresepkan obat herbal karya anak bangsa.

Adalah kerjasama lintas kelembagaan untuk mendukung kemandirian obat nasional yaitu Kementerian Riset dan Teknologi  dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Kini sebanyak dua belas produk OMAI Dexa Group, telah masuk katalog elektronik (e-katalog) Sektoral Produk Inovasi.

Produk-poduk OMAI Dexa Group yang sudah masuk dalam e-katalog sektoral Produk Inovasi, antara lain: Stimuno Sirup- Fitofarmaka Immunomodulator, Stimuno Forte- Fitofarmaka Immunomodulator, HerbaKOF- Obat Batuk Herbal sediaan sirup dan tablet, HerbaVOMITZ- Obat Herbal anti mual dan anti kembung sediaan sirup dan tablet, Diabetadex- Fitofarmaka obat anti diabetes, HerbaCOLD- Obat Herbal Terstandar Obat flu dan anti inflamasi; HerbaPAIN- Obat Herbal Terstandar obat anti nyeri.

Potensi obat herbal yang sudah teruji pra klinis dan uji klinis perlu dukungan para stakeholders, agar institusi Pemerintah (Rumah Sakit Pemerintahan, RSUD, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan lainnya), serta masyarakat untuk bersama-sama mendukung menggunakan OMAI.

OMAI adalah obat modern berbahan alam yang telah diteliti secara saintifik dengan khasiat kuratif dan preventif, dapat menjadi alternatif unggulan dalam kemandirian obat nasional.

Para Dokter Meresepkan OMAI

Para dokter telah mulai meresepkan OMAI bagi para pasien sebagai bentuk dukungan kemandirian terhadap bahan baku obat, produk obat dalam negeri, dan juga karena efikasi OMAI terutama obat berstatus Fitofarmaka yang memiliki khasiat yang sama dengan obat-obatan berbahan baku kimia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menyatakan bahwa para dokter mendukung adanya penggunaan OMAI tersebut. Menurut Prof. Ari, Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat obat dengan kualitas unggul. Para dokter juga mendukung melalui riset di uji klinik.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan pabrik farmasi besar sudah mulai memproduksi obat herbal dan sudah mulai melakukan substitusi impor bahan baku obat.

Menristek Prof. Bambang Brodjonegoro mengatakan, solusinya adalah jangan sampai ketinggalan. Bahwa farmasi di Indonesia harus punya positioning. Industri farmasi Indonesia dapat unggul karena memproduksi obat herbal, bukan unggul karena sekedar mengolah obat dari bahan baku obat kimia impor, tetapi industri farmasi Indonesia yang tangguh karena dapat memproduksi obat dari bahan baku dari Indonesia sendiri. Perlu gerakan moral, untuk mengenalkan dan memakai OMAI. *) Program Edukasi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI)

Referensi:

  • https://investor.id/lifestyle/dokter-indonesia-mendukung-dan-meresepkan-omai (21 Desember 2020)
  • https://m.medcom.id/gaya/fitness-health/5b2emOMN-dukungan-para-dokter-terhadap-penggunaan-obat-modern-asli-indonesia (22 Desember 2020)


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: