Merunut Kiprah Dokter Herbal Medik: Penuturan Dokter Hardhi Pranata
Tanggal Posting : Jumat, 14 Februari 2020 | 06:02
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 854 Kali
Merunut Kiprah Dokter Herbal Medik: Penuturan Dokter Hardhi Pranata
dr. Hardhi Pranata, Sp.S, MARS, Pendiri dan Ketua Umum PDHMI bersama Karyanto, Founder JamuDigital pada Rapat Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional 2018, di Bekasi, Jawa Barat.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Membahas kiprah PDHMI (Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia), afdholnya memang harus bertanya kepada dr. Hardhi Pranata, Sp.S, MARS, Pendiri dan Ketua Umum PDHMI- seorang Dokter Ahli Spesialis Syaraf- Dokter Pribadi dan Dokter Kepresidenan era Presiden RI., Susilo Bambang Yudhoyono- beserta Ibu Ani Yudhoyono (almarhum).

Saya (Karyanto, Founder JamuDigital) sudah mengenal dr. Hardhi Pranata- sejak beliau masih aktif menjadi Dokter Pribadi Presiden SBY. Waktu itu, saya berkunjung ke klinik Spesialis Syarafnya yang berada di jalan protokol Kota Depok, Jawa Barat yaitu di Jl. Margonda Raya.

Ketika itu, kami berbincang tentang riset obat herbal Fitofarmaka- yang memang sedang mulai digalakkan oleh pemerintah, pada waktu itu baru ada 5 obat herbal yang berkategori Fitofarmaka.

Nah kali ini, JamuDigital.Com akan menurunkan artikel tentang kiprah- sepak terjang PDHMI dan visi-misinya, mengapa PDHMI hadir ditengah dinamika perkembangan herbal Indonesia, yang disampaikan dr. Hardhi Pranata khusus kepada Redaksi JamuDigital.Com, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Menurut dokter Hardhi Pranata- Ahli Spesialis Syaraf yang memiliki hobby mengoleksi batu dari berbagai negara ini, bahwa sejatinya partisipasi PDHMI sudah sejak awal digaungkannya Jamu Brand Indonesia pada 4 Maret 2008.

Kehadirannya terus berlanjut hingga pada Gelar Kebangkitan Jamu Indonesia pada 27 Mei 2008 di Istana Negara oleh Presiden RI., SBY. Eksistensi PDHMI tatkala berpartisipasi diterbitkannya Permenkes Herbal Medik pada tahun 2008, Permenkes Saintifikasi Jamu tahun 2010, PP 103/2014 tahun 2014, Permenkes FOHAI Tahun 2016.

Dr. Hardhi Pranata selanjutnya mengisahkan bahwa PDHMI juga terlibat saat merintis berdirinya Program Studi Magister Herbal, dibawah Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Menerbitkan Jurnal Medika Planta Tahun 2010, berpartisipasi atas terbitnya FOHAI (Formularium Obat Herbal Asli Indonesia), sebagai anggota Tim Pokja Nasional Kesehatan Tradisional Indonesia, anggota Tim Percepatan Fitofarmaka BPOM.

PDHMI juga berkontribusi atas keberadaan Taman Herbalia Indonesia di Istana Cipanas, Jawa Barat yang waktu itu merupakan kerja sama PDHMI berkolaborasi dengan Badan POM, Balittro Departemen Pertanian, dan Pusat Studi BioFarmaka IPB.

Berita Terkait: Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional

Sebagai Dokter Pribadi dan Dokter Kepresidenan era Presiden SBY tahun 2004-2014, dokter Hardhi Pranata mendapat Lencana "Satya Wira Karya" tahun 2009, "Bintang Jasa Utama" tahun 2014 dari Pemerintah Republik Indonesia. Dan sebagai Profesor Emeritus Beijing University of Chinese Medicine tahun 2009.

Dokter Hardhi lantas menguraikan bahwa Visi PDHMI adalah Menjadikan Herbal Indonesia untuk digunakan oleh kalangan Dokter dan masyarakat Indonesia sebagai sarana untuk Sehat dan Bugar. Sedangkan Misi PDHMI, lanjut Dokter Hardhi- diwujudkan melalui Program 3 P, yaitu:

  • Pendidikan: saat ini sudah berdiri Program Studi Magister Herbal di Fak. Farmasi UI dan ada blok Herbal di Fakultas Kedokteran UKI Jakarta, dan rencananya akan ada MOU dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia.
  • Pelayanan: sesuai PP 103/2014 Terintegrasi pada Rumah Sakit.
  • Penelitian: riset herbal unggulan dari tanaman berkhasiat obat yang tumbuh di Indonesia.

PDHMI dideklarasikan pada tanggal 10 Juni 2009. PDHMI merupakan sebuah perhimpunan dokter di bawah IDI yang konsen di bidang herbal. Kelahiran PDHMI,  salah satunya atas dorongan Presiden RI., Susilo Bambang Yudhoyono sejak tahun 2007- yang mendorong penggunaan herbal dalam praktek medis di Indonesia.

PDHMI ingin menjadikan Jamu atau herbal Indonesia sebagai hal yang scientific atau ilmiah guna melanjutkan apa yang telah dicanangkan Menteri Kesehatan pada 6 Januari 2010. PDHMI juga menghendaki, terutama para dokter, agar mau memakai Jamu dalam pengobatannya, karena Jamu memiliki potensi yang baik. Jamu adalah obat alam, obat asli Indonesa yang mampu menyembuhkan rakyat Indonesia menuju Indonesia Sehat (sumber: https://pdhmi.wordpress.com/visi-misi/).

Sekilas Bio Data dr. Hardhi Pranata, Sp.S, MARS. (2020)

  • Konsultan Ilmu Penyakit Neurologi RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta
  • Konsultan RS Hermina Depok.
  • Kepala Klinik Utama Rawat Jalan dr Hardhi Pranata Depok.
  • Dosen FK Ukrida di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto
  • Anggota Tim PokJaNas Kesehatan Tradisional Indonesia KemKes RI.
  • Anggota Tim Percepatan Fitofarmaka BPOM

Aktifitas Organisasi:

  • Pendiri dan Pembina Yayasan Epilepsi Indonesia
  • Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI)
  • Pendiri dan Pengawas Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Indonesia (PP Kestraki)
  • Anggota (Mantan Ketua) MKEK/IDI Cabang Depok
  • Penasehat PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia) Cabang Depok.

Semoga kiprah para dokter yang memiliki perhatian terhadap pengembangan Jamu/obat herbal Indonesia dan organisasinya PDHMI- dapat menjadi era baru, agar obat herbal Indonesia dapat semakin luas digunakan oleh para dokter di berbagai pelayanan kesehatan, sehingga obat herbal Indonesia ke depan dapat masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: