Menko PMK, Puan Maharani Setujui Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu-Fitofarmaka
Tanggal Posting : Jumat, 27 September 2019 | 18:08
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 407 Kali
Menko PMK, Puan Maharani Setujui Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu-Fitofarmaka
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dan President Director, Dexa Group, Ferry Soetikno pada Acara Puncak 50 Tahun Dexa Group, di Palembang, 27 September 2019. Foto: Dok.Badan POM.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKEPLACE JAMU INDONESIA. Herbal dari bahan alam yang dikembangkan di Indonesia dapat menjadi alternatif bahan baku obat, dan membangun industri Fitofarmaka. Inisiasi kerja bersama lintas sektor ABG untuk percepatan hilirisasi riset obat dari bahan alam, yaitu Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka sudah disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Demikian antara lain yang disampaikan oleh Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito saat memberikan sambutan pada Acara Puncak 50 Tahun Dexa Group, di Pabrik Dexa Medica, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 27 September 2019.

Harapannya nanti dapat bekerja-sama dengan BPJS, lanjut Penny K. Lukito. Tampak hadir pada acara ini Direktur Utama BPJS, Fachmi Idris, President Director Dexa Group, Ferry Soetikno, Jajaran Direksi Dexa Group, dan tamu undangan lainnya.

Pada bagian lain, Penny K. Lukito menjelaskan agar industri farmasi mampu konsisten memenuhi standar kualitas agar dapat diterima oleh negara tujuan ekspor. "Selamat kepada Dexa Group atas prestasi yang diukir dalam sejarah pembangunan industri farmasi nasional di usia yang ke-50 tahun. Dexa Group telah menjadi pelopor dalam pengembangan produk farmasi di Indonesia serta kemandirian bangsa," ujarnya sebagaimana dipublikasikan di website Badan POM (www.pom.go.id).

Iklim positif di bidang farmasi terus menunjukkan peningkatan, hal ini sejalan dengan pencapaian Nawa Cita ke-6 yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya, Penny K. Lukito menambahkan.

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, diharapkan akan terus mendorong dunia usaha mengembangkan inovasi dan kapasitas produksinya untuk menciptakan kemandirian bangsa di bidang akses obat dan terus meningkatkan volume ekspor.

"Keberhasilan industri farmasi memasuki pasar global harus didukung oleh kualitas otoritas regulatorinya. Oleh karena itu, Badan POM sebagai National Regulatory Authority (NRA) terus meningkatkan kapasitas untuk menjadi regulator terpercaya dan berstandar internasional," ungkap Kepala Badan POM.

Badan POM akan memberikan penghargaan bagi pelaku usaha berupa insentif percepatan proses penilaian/sertifikasi fasilitas dan produk. "Badan POM juga menginisiasi Business to Business Meeting bagi pelaku usaha yang patuh regulasi untuk membuka peluang ekspor, mendukung inovasi dan pengembangan produk sebagai bagian dari penguatan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia," lanjut Penny K. Lukito.


BPOM dan DLBS

Keterangan Foto: Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dan Direktur Eksekutif DLBS Dexa Medica, Raymond R. Tjandrawinata. Foto: Dok. Badan POM.

Pada acara di Pabrik Dexa Medica Palembang ini, Badan POM memberikan tiga Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan dua persetujuan penggunaan fasilitas yang diterima oleh Direktur Eksekutif DLBS Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata atas komitmen dan upaya pemenuhan terhadap persyaratan.

Pengembangan ini wujud nyata komitmen dan konsistensi Dexa Group dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Adanya fasilitas baru dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung penyediaan obat yang berkualitas terutama untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," ujar Kepala Badan POM.

President Director Dexa Group, Ferry Soetikno dalam sambutannya mengutarakan sejak berdiri tahun 1969 di Palembang, Dexa Medica melakukan upaya secara terus-menerus dalam mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya dalam menghasilkan produk yang bermutu tinggi sehingga dapat bersaing di pasar global.

Sertifikat Halal MUI atas produk-produk Dexa Group merupakan wujud tanggung-jawab sosial dan komitmen kuat Dexa Group dalam memenuhi kenyamanan dan kebutuhan masyarakat atas produk halal, khususnya masyarakat muslim di Indonesia, urai Ferry Soetikno. (Sumber berita: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/16950/Penny-K--Lukito------Industri-farmasi-harus-mampu-konsisten-memenuhi-standar-kualitas-agar-dapat-diterima-oleh-negara-tujuan-ekspor---.html). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: