![]() |
| Meningkatkan kualitas, dan ketersediaan bahan baku Jamu dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan ekspor, mengingat pasar herbal dunia sangat besar. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pasar herbal dunia mencapai sekitar Rp. 2.000 T, sedangkan pasar herbal di Indonesia hanya sekitar Rp. 20 T, jadi baru 1 persen dari pasar herbal dunia. Ini potensi besar bagi pengusaha Jamu Indonesia, untuk menangkap peluang dan menggenjot ekspor Jamu ke pasar dunia.
Demikian point penting yang disampaikan oleh Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada saat memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) Orang Tua Angkat, dengan topik "Harapan dan Kebutuhan UMKM Obat Tradisional terhadap Orang Tua Angkat" pada Kamis, 19 Agustus 2021, secara luring dan daring.
"Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh pengusaha Jamu dengan terus meningkatkan kualitas sesuai CPOTB. Keteresediaan bahan baku, teknologi, dan juga pasar dalam negeri yang belum digunakan, dioptimalkan," ungkap Penny Lukito menambahkan.
Sejumlah peran Badan POM untuk mendukung pengembangan obat tradisional Indonesia telah dilakukan, seperti; Bimtek, Coaching Clinic, Dest CAFA-perbaikan fasilitas produksi, dan pengurangan biaya registrasi. "Diperlukan sinergi dengan semua pihak. Termasuk peran Orang Tua Angkat untuk UMKM Jamu," Penny Lukito menambahkan.
Peran Jamu Gendong, Penny Lukito menyebutkan memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal, sehingga kualitas produk sangat penting dalam penerapan aspek higienitas dan sanitasi. Juga pemanfaatan metode marketing produk Jamu gendong secara online.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani menegaskan komitmen Badan POM untuk meningkatkan daya saing Jamu. Sejumlah kendala, seperti: persyaratan mutu, aspek manajemen SDM, Keuangan, promosi produk, pemasaran perlu bersama-sama dicarikan jalan keluar secara bersama.
FGD ini untuk melanjutkan program orang tua angkat, apa harapan dan kebutuhan pengembangan obat tradisonal dari anggota GP.Jamu, juga tantangan program orang tua angkat.

Keterangan Foto: Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani (Kiri), dan Direktur PMPU Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Asih Liza Restanti.
- Berita Terkait: FGD Orang Tua Angkat UMKM Obat Tradisional
- Berita Terkait: Pentingnya Pharmacovigillance Obat Tradisional
- Berita Terkait: Tokoh Digitalisasi Jamu

Pada event ini juga dilakukan penandatanganan MOU (desk to desk) antara Badan POM dengan Komunitas Empu dan Yayasan Benih Baik untuk memberdayakan UMKM Jamu Gendong.
Pelaksanaan FGD Sesi 1, dipandu oleh Direktur PMPU Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Asih Liza Restanti, sedangkan pada FGD Sesi 2 dipandu oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Irwan.
Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman memaparkan bapak angkat yang programnya belum berjalan, supaya aktif berkomunikasi dan berdiskui dengan pihak Badan POM, khususnya Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, agar segara terealisir apa yang sudah dikomitmenkan. Pilih yang sekiranya sesuai dengan program yang sudah ada.
UMKM Jamu sangat terbantu dengan program pembinaan dari Badan POM dan Kementerian atau lintas Dinas di daerah, perlu terus ditingkatkan dan dimaksimalkan dengan media yang ada saat ini.
Diharapkan Badan POM berkoordinasi dengan Kementerian lain, agar program yang sudah diberikan Badan POM jangan dijadikan program yang sama oleh Kementerian lain. Membuat skala prioritas dari data kebutuhan UMKN yang sudah masuk. Sifat dari pembinaan jangan sebatas webinar atau seminar umum tapi harus sesuai dengan prioritas kebutuhan UMKM, demkian dikemukakan Dwi Ranny.
Irwan Hidayat, Direksi PT Sido Muncul menjelaskan bahwa kemajuan Jamu tidak hanya ditentukan oleh industri besar, tetapi peran dan perkembangan UMKM juga penting . Dari sekian pilihan partisipasi, Sido Muncul sangat apresiasi, jika anak angkat dapat menjadi potongan bagian bisnis dari orang tua angkat sehingga terjadi kolaborasi kegiatan
Mendukung rangkaian kegiatan bisnis Sido Muncul hadir karena sama-sama berkepentingan. Dilandasi saling berbagi, sehingga cakupan kegiatan dengan UMKM adalah suatu rangkaian kegiatan bisnis yang berkesinambungan. Sebagai anak angkat, UMKM menjadi bagian potongan kegiatan bisnis di Sido Muncul, baik di hulu (bahan baku) maupun di hilir (distribusi/pemasaran).
Kegiatan yang sifatnya insiden dan parsial, benchmark ke pabrik Sido Muncul dapat diakomodasi melalui program Wisata Edukasi Jalur Minat Khusus, Jalur Wisata Edukasi Sido Muncul.

Keterangan Foto: Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM, Irwan (Kiri) dan Irwan Hidayat, Direksi PT Sido Muncul.
Rachmat Sarwono, Direksi PT Borobudur mengatakan berkomitmen memberikan dukungan kepada penjual dan pembuat Jamu lokal yang fokus pengembangan SDM, permodalan, pengembangan infrastruktur, teknologi, mesin, peralatan lain-lain.
Program yang akan dilakukan: Dialog Isu yang dihadapi Anak Binaan, Pembinaan hardskill, Seminar softskill, Penyediaan fasiliitas bersama, Membuat inovasi produk, Menjalin kerjasama/membantu promosi.
Pembuatan produk minuman segar dengan teknologi sederhana (beku/freezer, dingin/chiller) dan waktu kadaluarsa lebih lama. Produk yang Saerah (bagus dan kompetitif). Produk itu harus sae dan murah (bagus dan murah," Rachmat Sarwono menegaskan. Redaksi JamuDigital.Com








