Manfaat Vitamin A Buah Tomat
Tanggal Posting : Selasa, 17 November 2020 | 11:12
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 729 Kali
Manfaat Vitamin A Buah Tomat
Buah Tomat memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi mencapai 1500 SI/100 g.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tomat merupakan buah yang kaya akan kandungan vitamin. Dalam 100 gram tomat mengandung kalori 20 kal, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 4,2 gram, kalsium 5 miligram, karoten (vitamin A) 1500 SI, thiamin (vitamin B) 60 mikrogram, asam askorbat (vitamin C) 40 miligram, fosfor 27 miligram, zat besi 0,5 miligram, kalium 360 miligram.

Selain itu tomat mengandung likopen, enzim fitoena dan fitofluena yang berfungsi sebagai antioksidan. Maka dari itu tomat bermanfaat menjaga sistem imun tubuh. Mengkonsumsi buah tomat untuk meningkatkan daya tahan tubuh bisa dalam bentuk segar atau dalam bentuk olahan seperti jus, saos, pasta tomat. Tomat yang sudah diolah dalam bentuk jus atau dimasak lebih bermanfaat bagi tubuh dibandingkan dalam bentuk segar.

Komponen Aktif dan Manfaat
Studi epidemiologis telah memberikan bukti bahwa konsumsi tomatyang tinggi secara efektif menurunkan risiko penyakit yang diperantarai spesies oksigen reaktif (ROS) seperti penyakit kardiovaskular dan kanker dengan meningkatkan kapasitas antioksidan.

Khasiat dan manfaat buah tomat sebagai peningkat sistem imun (immune booster) terutama diperoleh dari kandungan vitamin A yang tinggi mencapai 1500 SI/100 g. Vitamin A pada buah tomat pada umumnya adalah senyawa karotenoid dan salah satunya adalah likopen.

Senyawa ini dilaporkan merupakan antioksidan karotenoid yang lebih stabil dan kuat dibandingkan dengan jenis karotenoid lainnya. Dalam sistim kekebalan tubuh, vitamin A berpengaruh terhadap pertumbuhan dan deferensiasi limfosit B.

Kekurangan vitamin A menurunkan respon antibodi sehingga fungsi kekebalan tubuh menjadi menurun, dan akan mudah terserang infeksi dan virus. Selain itu berdasarkan hasil penelitian vitamin A dapat mencegah keratinisasi pada lapisan sel yang menutup trakea dan paru-paru sehingga sulit dimasuki mikroorganisme dan virus penyebab infeksi saluran pernapasan.

Selain vitamin A, kandungan vitamin C tomat juga cukup tinggi. Vitamin C berperan penting dalam sejumlah fungsi metabolisme termasuk aktivasi B vitamin, asam folat, konversi kolesterol menjadi asam empedu dan konversi asam amino triptofan menjadi neurotransmitter serotonin.

Berita Terkait: Manfaat Beta Karoten Labu Kuning

Berita Terkait: OMAI Phalecarps, Obat Herbal Kanker Payudara


Vitamin C memiliki aktivitas antioksidan itu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, melindungi sel-sel imun terhadap produksi ROS intraseluler selama respon inflamasi. Vitamin C juga berfungsi melindungi sistem kekebalan tubuh, mengurangi keparahan reaksi alergi dan membantu melawan infeksi.

Biji tomat juga mengandung antioksidan Hydroxyl Radical Scavenging Activity (HRSA) yang lebih baik dibandingkan Butylated Hydroxytolune (BHT), antioksidannya memiliki spektrum luas hingga sedang dalam melawan bakteri.

Likopen dapat mencegah oksidasi serum lipid sehingga memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Sejumlah penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa kadar Likopen yang tinggi pada tomat dapat mengurangi risiko terkenanya kanker prostat, kanker kolorektal dankanker perut.  Likopen adalah antioksidan alami yang bekerja efektif dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Pembuatan Produk

Buah tomat bila dikonsumsi segar mempunyai rasa agak langu. Mengolah menjadi berbagai macam olahan tomat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan cita rasa dan pengawetan. Jus tomat merupakan cara mengolah tomat yang sangat mudah, buah tomat di ambil sarinya dengan blender atau juicer dan dicampurkan dengan gula dan asam sitrat.

Pasta tomat merupakan cara untuk mengawetkan tomat, karena buah tomat harganya sangatlah fluktuatif. Pasta tomat merupakan bentuk konsentrat. Cara membuatnya mudah yaitu dengan menguapkan/evaporasi bubur tomat hingga kental membentuk pasta pada suhu tidak lebih dari 65⁰C pada panic berjaket atau evaporator vakum, untuk menghasilkan pasta dengan warna yang cerah.

Berbeda dengan pasta, saos tomat adalah olahan berbahan baku tomat yang dicampur dengan bahan dan bumbu lain untuk menghasilkan rasa asam, gurih dan manis. Untuk memberikan kekentalan ditambahkan tapioka atau maizena. Namun sayangnya di pasaran banyak beredar saos tomat yang tidak berbahan baku tomat.

Cara Konsumsi dan Efek Samping
Tomat bisa dikonsumsi dalam keadaan segar maupun dimasak, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hasil penelitian di Jurnal Agriculture and Food Chemistry, tomat lebih baik bila dimasak terlebih dahulu karena proses termal meningkatkan nilai gizi dengan meningkatkan kadar likopen dan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Tomat yang dimasak dalam waktu 15 menit dapat meningkatkan 171% kadar likopen. Hal itu berarti aktivitas antioksidan tomat masak juga lebih tinggi. Akan tetapi pemasakan tomat memang ada sisi buruknya, kandungan vitamin C dalam tomat akan berkurang sebanyak 15% bila dimasak dalam waktu 15 menit.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi sebanyak 100 gram buah tomat dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin C sehari dan juga menyumbang kan sekitar 10 hingga 20 persen kebutuhan vitamin A sehari.

Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi buah-buahan khususnya tomat dapat menimbulkan efek samping yang serius. (Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 64-66). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: