Mahasiswa S-2 UI dan S-3 Tokyo, Riset Jamu dan OMAI. Mewawancarai Founder JamuDigital
Tanggal Posting : Kamis, 28 Oktober 2021 | 06:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1760 Kali
Mahasiswa S-2 UI dan S-3 Tokyo, Riset Jamu dan OMAI. Mewawancarai Founder JamuDigital
Founder JamuDigital, Karyanto juga pernah diwawancarai oleh Yen Yen Sally Rahayu dari The University of Tokyo Jepang secara daring pada 13 Maret 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Peran Jamu dan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) di masa mendatang akan semakin penting dalam sistem pengobatan nasional. Sejumlah perguruaan tinggi Indonesia dan mancanegara melakukan riset, dan kajian tentang prospek Jamu dan OMAI dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Kali ini datang dari Universitas Indonnesia.  Melalui surat Nomor: S- 893 /UN2.F9.D1.2/PDP.04.01/2021 dari Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan, Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Nadia Yovani, S.Sos., M.Si., yang meminta, agar Founder JamuDigital, Karyanto berkenan diwawancarai untuk tujuan riset tesis atas nama: Hakiki Nurmajesty, Nomor pokok mahasiswa: 1906332525. Departemen: Sosiologi. Program: Magister. Program studi: Sosiologi untuk mengumpulkan data dan melakukan wawancara secara daring (online).

Tujuan riset tersebut  dalam rangka penulisan Tesis dengan judul: "Valuasi atas Nilai Simbolik Jamu: Sosiologi Ekonomi Pasar Jamu di Indonesia." Beberapa sub-tema yang akan ditanyakan antara lain: JAMU DIGITAL, STANDARDISASI, OMAI, COGNITIVE ANCHORING, NORMATIVE LEGITIMATION, SOCIAL POSITIONING.

Riset Jamu dan OMAI, Mahasiswa Program Doktoral The University of Tokyo

S3 Tokyo University

"Saya mahasiswa S-3 yang saat ini sedang melakukan penelitian tentang pelaksanaan pengobatan tradisional di Indonesia. Jika diperbolehkan saya ingin mewawancarai Bpk. Karyanto (Founder JamuDigital), atau representasi dari JamuDigital, yang bisa saya wawancarai, terkait perspektifnya tentang perkembagan obat tradisional di era JKN.

Saat ini saya berdomisili di Jepang, jika bersedia, saya akan mewawancarai via zoom. Saya sangat berharap untuk mendapat balasan dari anda. Terimakasih. Salam, Yen Yen Sally Rahayu," demikian email Sally kepada JamuDigital.

Yen Yen Sally Rahayu sedang menempuh Program Doctoral di The University of Tokyo, Graduate School of Agriculture and Life Sciences, Global agriculture studies, di Tokyo, Jepang.

Sally Rahayu mendapat Gelar Master dari Kagoshima University, Faculty of Agriculture, Dept. Biochemical Sciences and Technology (2014-2016). Sebelumnya sebagai Research Student di Universitas yang sama (2013-2014). Pernah kuliah di ITB, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun 2001-2005.

Founder JamuDigital, Karyanto diwawancarai oleh Yen Yen Sally Rahayu dari Jepang secara daring pada 13 Maret 2021 dalam rangka penulisan disertasinya untuk mendapat gelar doktornya di Jepang. Pada kesempatan tersebut Karyanto memaparkan potensi besar obat herbal yang sudah lulus uji klinis yaitu Fitofarmaka yang memiliki khasiat setara dengan obat konvensional (obat kimia) untuk dimasukkan dalam sistem pelayanan kesehatan formal.

"Jika OMAI yang sudah berkategori Fitofarmaka masuk sistem BPJS Kesehatan, maka pengembangan obat herbal di Indonesia akan semakin semarak. Proses hulu hingga hilir akan memiliki dampak ekonomi. Ini baik untuk perekonomian nasional ditengah disrupsi akibat pandemi COVID-19,"jelas Karyanto.

Semoga disertasi Sally-The University of Tokyo dan Tesis dari Hakiki- Universitas Indonesia dapat memberi sumbangsih dalam pengembangan Jamu dan OMAI di Indonesia! Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: