Lomba Kampanye OT, SK dan Kosmetik Aman
Tanggal Posting : Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:56
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 192 Kali
Lomba Kampanye OT, SK dan Kosmetik Aman
Masyarakat harus bijak mengonsumsi obat tradisional, suplemen kesehatan, dan memakai kosmetika, agar aman dan bermanfaat.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Badan POM mengadakan Pembekalan Materi Teknis KIE dalam Rangka Lomba Kampanye Obat Tradisional, Suplemen dan Kosmetik Aman Secara Nasional pada Senin, 4 Oktober 2021.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. dalam sambutannnya menjelaskan bahwa penggunaan Obat Tradisional, dan Supelemen Kesehatan selama pandemi COVID-19 meningkat signifikan. Baik yang dipasarkan melalui offline dan online.

Badan POM mengharapkan masyarakat bijak dalam mengonsumsi obat tradisional, dan suplemen kesehatan, dan tidak tergiur oleh iklan yang berlebihan (over claim) dan yang tidak rasional.

Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Si., Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM menjelaskan tentang "Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Aman".

Klaim Kosmetika. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam klaim kosmetika, yaitu:

Do’s:

  • Objektif dan tidak merendahkan produk perusahaan lain
  • Tidak berlebihan dan tidak boleh menyesatkan
  • Merupakan suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
  • Tidak boleh menyimpang dari sifat keamanan, kemanfaatan dan cara penggunaan kosmetika

Dont’s:

  • Menggunakan pernyataan
  • Seolah-olah berfungsi sebagai obat atau bertujuan untuk mencegah suatu penyakit
  • Tidak mengandung nama bahan, kecuali untuk bahan yang berkaitan dengan budaya dan agama
  • Tidak mengandung bahan yang dilarang dalam kosmetika
  • Menjanjikan hasil mutlak seketika padahal penggunaannya harus digunakan secara teratur dan terus menerus

Tips Memilih Kosmetika:

  • Jangan mudah tergoda iklan
  • Memilih kosmetika hanya berdasarkan informasi iklan, merupakan suatu tindakan yang kurang bijaksana Waspadai klaim yang berlebihan dan promosi yang menggiurkan
  • Membeli di tempat resmi. Langsung (beli di apotek, toko obat, swalayan atau mini market resmi), Daring/on line (beli di official store atau website resmi yang memiliki rating baik)
  • Kosmetika yang harus diaplikasikan oleh Tenaga Medis, tidak boleh diperjualbelikan secara online: 1.Kosmetik sediaan kulit yang mengandung alpha Hydroxy Acid dengan kadar lebih dari 10%. 2.Kosmetik sediaan pemutih gigi yang mengandung dan atau melepaskan hydrogen perokside dengan kadar lebih dari 6%.

Asih Badan POM

Sedangkan Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM dalam makalahnya "Sehat dan Bugar Mengonsumsi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan di Masa Pandemi" menjelaskan bahwa kasus infeksi COVID-19 sudah terlihat menurun satu bulan terakhir ini, tetapi masyarakat harus tetap waspada karena pandemi masih belum benar-benar berakhir.

"Karena COVID-19 adalah penyakit akibat virus, maka penguatan sistem imun atau daya tahan tubuh sangat penting untuk mencegah paparan, maupun mempercepat kesembuhan. Suplemen vitamin dan mineral serta obat herbal merupakan salah satu cara untuk menjaga Kesehatan secara umum, dan sistem imun secara khusus," ungkapnya.

Posisi Obat Herbal Saat Pandemi COVID-19

Konsumsi produk obat herbal/tradisional dapat bertujuan sebagai tindakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif terhadap suatu penyakit. Pada COVID-19, obat herbal dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara umum (imunomodulator) dan untuk meringankan gejala, seperti : radang, demam, sesak nafas, hidung tersumbat.

Selain penyakit COVID-19, masyarakat juga harus menjaga kesehatan dari penyakit lain yang bisa menjadi komorbid (penyakit penyerta), seperti diabetes, hipertensi, asma, dan lain-lain. Produk herbal juga dapat digunakan untuk membantu mengontrol gula darah, tekanan darah, dan lain-lain. Penyiapannya bisa diramu sendiri atau membeli produk yang sudah dipasarkan, demikian dituturkan oleh Prof. Zullies.

Sejumlah simplesia yang dibahas untuk imunitas, yaitu: Jahe, Kunyit, Temulawak, Sambiloto, Meniran, Buah Jambu Biji, Daun Jambu Biji. Sedangkan Suplemen Makanan untuk penguat sistem imun, Vitamin dan mineral yang paling terkait dengan fungsi system imun: Vitamin C, E, D, zinc, selenium.

Take Home Messages. Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati memaparkan take home messages sebagai berikut: Pasien OTG maupun COVID-19 disarankan menggunakan suplemen vitamin/mineral selama perawatan sesuai dosis anjuran, utk meningkatkan system imun.  Obat herbal dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk peningkatan daya tahan dan kebugaran, dan mengontrol penyakit lain yang bisa menjadi komorbid.

Sebagai preventif, suplemen vitamin/mineral dan/atau obat herbal dapat pula digunakan, tapi jangan lupakan sumber alami dari buah-buahan dan sayuran. Perlu dipertimbangkan kondisi comorbid yang mungkin berpengaruh atau menjadi kontraindikasi penggunaan suplemen. Misalnya: pasien dengan riwayat gangguan lambung mengkonsumsi vitamin C yang bersifat asam dosis tinggi per oral, maka perlu dicari bentuk yang lebih aman terhadap lambung. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien- yang sehat dan bugar dengan suplemen dan obat herbal ! Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: