Liputan dari India: Budaya Konsumsi Rempah, Sehatkan Bangsa
Tanggal Posting : Sabtu, 2 November 2019 | 09:09
Liputan : Liputan dari India - Dibaca : 175 Kali
Liputan dari India: Budaya Konsumsi Rempah, Sehatkan Bangsa
Internship & Student Exchange Program: Binawan University (Indonesia) dengan SGT University (India) dan Janardan University (India), 28 Agustus - 8 September 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Peninggalan budaya nenek moyang bangsa Indonesia mengkonsumsi rempah-rempah, baik dalam bentuk Jamu atau makanan olahan yang menyertakan rempah-rempah sebagai bumbu, terbukti menyehatkan Jiwa dan Raga.

Di Negara India- makanan olahannya banyak menyertakan rempah-rempahan saat diramu menjadi aneka ragam menu makanan, yang sehari-hari dikonsumsi sebagai menu yang dihidangkan sebagai makan pagi, siang dan malam. Atau sebagai kudapan!

Pengalaman ini, saya rasakan saat berada di India pada 28 Agustus 2019 hingga 9 September 2019, ketika mengikuti "Internship & Student Exchange Program: Binawan University (Indonesia) dengan SGT University (India) dan Janardan University (India), yang dipimpin oleh Drs. Imam Waluyo, MBA., Dekan Prodi Fisioterapi, Universitas Binawan Jakarta.

Bagi saya- yang sudah terbiasa minum Jamu, baik Jamu pahitan, Jamu Seduh, dan Jamu Gendong, menyantap makanan yang dihidangkan di Guest House SGT University (India)- di Kawasan Kampus Shree Guru Gobind Singh Tricentenary (SGT) University di Gurgaon, India- sekitar 1,5 jam dari Bandara New Delhi ditempuh dengan bus- saya melahap makanan India dengan asyik-asyik saja.

Sejak mendarat di Bandara New Delhi pada 28 Agustus 2019 malam hari, maka lidah Tim Universitas Binawan yang terdiri dari 8 orang, mulailah disuguhi makanan India yang memang diolah dengan banyak kombinasi rempah-rempah. Bagi yang suka dengan Sate Padang- yang kuahnya juga terasa sekali kombinasi rempahnya, mungkin tidak terlalu kesulitan menyesuaikan beragam masakan India- yang terasa sekali bumbu-bumbu rempahnya.

Jika di Indonesia- terkenal dengan nasi goreng, nasi uduk, nasi bakar, di India terkenal dengan nasi Biryani. Ini makanan khas India, dengan bahan pokok dari beras- namun bulir berasnya lebih panjang dibanding beras di Indonesia- yang dimasak dengan rempah-rempah India dan dikombinasikan dengan tambahan sayuran atau daging.

Proses memasak nasi Biryani: Beras dicuci dan direbus dalam panci tanpa bumbu. Setelah berasnya sudah setengah masak, barulah beras dicampur dengan kaldu berbumbu yang kemudian dibiarkan dalam keadaan panci tertutup, hingga matang dan kaldunya menyerap ke dalam nasi. Nasi biryani yang sudah matang berikutnya ditambahkan dengan lauk pelengkap seperti aneka daging dan sayuran, sesuai dengan selera.

Inilah rempah-rempah yang digunakan untuk masak nasi Biryani: bawang merah, bawang putih, lada hitam, lada putih, ketumbar, kunyit, jinten, kayu manis, cengkeh, kapulaga, cabe merah.

Selain nasi Biryani, menu makan yang dihidangkan selama sepekan di SGT University, antara lain: Naan- makanan India berbentuk roti yang terbuat dari tepung ragi yang diolah dalam oven modern atau secara tradisional yang terbuat tanah liat- di India disebut Tandoor.

Rajma Masala- Rajma (kacang merah). Rajma masala- makanan khas India yang biasa dimakan untuk membantu program penurunan berat badan seseorang. Rajma biasanya dihidangkan bersama roti. Bahan-bahan yang digunakan biji kering kacang merah, direbus hingga matang. Setelah itu, proses berikutnya membuat bumbu yang terdiri dari bubuk cabai, jinten, kunyit, dan garam masala.

Ayam Tandoori. Dinamakan ayam tandoori karena proses pembuatannya menggunakan tandoori. Tandoori sendiri adalah cara memasak bahan makanan dengan bumbu yang dibuat meresap ke dalam bahan untuk kemudian dipanggang dalam oven tandoori bertemperatur sangat tinggi.

Bumbu yang digunakan untuk melumuri ayam, antara lain: minyak mustar, garam masala, garam bubuk, yoghurt, bubuk cabai, bubuk ketumbar, bubuk jinten, dan bumbu khas India yang bernaa kasoori methi.

Makanan yang juga sering dihidangkan: Kheer, Laddu, Kheema, Idli dan lain-lainnya.

Ketika di Janardan University (India) di Udaipur, dari New Delhi dengan pesawat sekitar 1 jam- selama dua hari di sini, makanan yang paling saya suka adalah Pakora- ini makanan khas India yang umumnya dihidangkan sebagai menu pembuka. Bahan yang digunakan membuat pakora, antara lain: tepung, bumbu rempah, dan sayur-sayuran yang dipotong-potong. Secara tampilan pakora mirip dengan Bakwan- namun dalam ukuran lebih kecil. Pakora dihidangkan dengan saus tomat.

Makan di India

Keterangan Foto: Founder Jamu Digital, Karyanto bersama Tim Universitas Binawan Jakarta, di ruang makan Guest House SGT University-India, "Saat yang indah, lidah Indonesia mencicipi semua menu-menu makanan khas India."

Rempah dan Kesehatan
Makanan India identik dengan garam masala, yakni campuran jintan, kapulaga, lada hitam, kayu manis, ketumbar, dan rempah-rempah lainnya. Aroma masakan India- lekat dengan aroma rempah, seperti kunyit, jahe, cabai merah, dan ramuan garama masala.

Rempah-rempah, selain memberikan citarasa yang unik pada masakan, ternyata rempah-rempah juga dapat menyehatkan tubuh. Dr. Tze-Pin Ng. dari Universitas Nasional Singapura meriset 1.010 orang berusia 60-93 tahun, dan menyimpulkan bahwa daya ingat orang yang rajin mengkonsumsi bumbu kari- seperti makanan India, lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah sama sekali.

Masyarakat India disebutnya yang paling sedikit menderita alzheimer. Itu karena kebiasaan mereka sejak kecil memakan kari yang mengandung kunyit sebagai bumbu. Kunyit mengandung senyawa kurkumin, penghambat pembentukan amyloid, penyebab alzheimer.

Liputan Karyanto-Founder Jamu Digital, Peserta Internship & Student Exchange Program: Binawan University (Indonesia) dengan SGT University (India) dan Janardan University (India) Tahun 2019 dari India.

Keterangan Foto: Kudapan Pakora dan Nasi Biryani India, makan sehat ala India.

Pakora


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: