Komisi E DPRD Jatim: Dorong Pengembangan Penelitian OT
Tanggal Posting : Senin, 14 Desember 2020 | 11:23
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 227 Kali
Komisi E DPRD Jatim: Dorong Pengembangan Penelitian OT
Peserta Forum Gruop Discussion (FGD) Komisi E DPRD Jatim yang digelar, 10 – 12 Desember 2020, di Solo.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong agar Pemprov Jatim segera menggandeng pihak universitas untuk mengembangkan penelitian tentang obat tradisional.

Langkah itu diperlukan agar para pengusaha obat tradisional bisa segera eksis dan mampu memasarkan produk mereka untuk mendongkrak perekonomian di saat pandemi Covid-19. inilah salah satu point dari Forum Gruop Discussion (FGD) Komisi E yang digelar, 10 - 12 Desember 2020, di Solo dengan tema "Optimalisasi Pelaksanaan Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat".

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim yang membuka forum tersebut mengatakan bahwa dari diskusi dengan para stekholder dan pihak Pemprov Jatim ini, para nara sumber menyarankan agar Pemprov sebagai pelaksana kebijakan memberikan peran lebih untuk memperoleh data yang dibutuhkan untuk membangun peluang obat tradisional menjadi komoditi ekonomi yang kompetitif.

"Dari tanaman obat itu kita memerlukan penelitian. Untuk penelitian pemerintah punya lembaga akademik seperti universitas yang bisa melakukan penelitian harapan kami hasil penelitian Profesor dan Doktor itu diberikan kepada pengusaha obat tradisional jangan di genggam sendiri, karena itu biayanya adalah dari negara kalau itu bisa diberikan kepada pelaku usaha kecil dan menengah mereka bisa meningkatkan usahanya tanpa melakukan uji klinis dengan biaya yang sangat mahal," kata Wakil Ketua komisi E DPRD Jatim, Artono disela sela pelaksanaan FGD.

Menurut Artono, Jawa Timur punya ratusan pengusaha kecil dan menengah yang bergerak dalam penjualan obat tradisional serta belasan perusahaan besar yang juga mengembangkan obat tradisonal. Karena itu, Perda tentang perlindungan obat tradisonal yang sudah digedok oleh komisi E tersebut diharapkan mampu memberikan bimbingan serta kepada masyatakat dan pengusaha.

Berita Terkait: 8 Catatan Penting Menggarap Potensi Obat Tradisional
Berita Terkait: OMAI HerbaPAIN, Obat Herbal Sakit Kepala, Pertama di Indonesia


Peredaran obat tradisional itu bisa diawasi secara benar dan tidak menimbulkan dampak.megatif bagi masyarakat yang meminumnya. "Kita punya 242 lebih pengusaha obat tradisional pada skala kecil dan menengah, itu sangat besar sekali. Serta 18 perusahaan obat yang memiliki izin penjualan obat tradisional dan ini sangat besar yang harus kita proteksi agar bisa menciptakan obat tradisional yang aman," kata Wakil Ketua komisi E DPRD Jatim, Artono

Kemajuan tentang pengobatan tradisional itu diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat Jatim terhadap obat kimia. "Sehingga masyarakat tidak perlu lagi tergantung pada obat kimia. Kita membuat Perda itu sehingga Perda itu dan bermanfaat bagi masyarakat serta seluruh pengusaha pengembang dan masyarakat harus dilindungi jangan sampai masyarakat itu mau minum tapi takut karena tidak aman," tambahnya.

Anggota DPRD Jatim tiga periode itu mengaku bahwa banyak sekali penelitian di kampus Negeri seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Jember (Unej) tentang perlindungan obat tradisional yang seharusnya bisa diakses oleh para para pengusaha kecil dan menengah. Sayangnya, hingga saat ini penelitian itu tidak bisa dimanfaatkan, padahal biaya yang dikeluarkan pemerintah sangat besar.

"Kita menyelesaikan Perda perlindungan obat tradisional karena sangat dibutuhkan masyarakat. Karena banyak pelaku usaha kesulitan mengembangkan usahanya," harapnya. (Sumber: https://dprd.jatimprov.go.id/index.php/berita/baca/pelaku-usaha-obat-tradisional-kesulitan-kembangkan-usaha-komisi-e-dorong-pemprov-rangkul-akademisi). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: