Kisah Masyhur Pelopor OMAI, Menuju Kemandirian Obat Nasional
Tanggal Posting : Minggu, 12 September 2021 | 07:48
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 434 Kali
Kisah Masyhur Pelopor OMAI, Menuju Kemandirian Obat Nasional
Sejak 2005, Dexa Group melalui DLBS telah merintis OMAI menggunakan biodiversitas Indonesia. Kini Dexa Group menjadi pioner produsen OMAI yang sukses di Indonesia dan di pasar global.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Webinar dalam rangka 80 Tahun Perguruan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia, dilaksanakan pada Sabtu, 11 September 2021 dengan tema "Menuju Kemandirian Industri Farmasi Nasional".

Ada tiga narasumber yang tampil, yaitu: Drs. Pamian Siregar, Apt, MBA., Direktur Utama Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Ir. Ferry Soetikno, MSc, MBA., Pimpinan Dexa Group, dan Dr. Raymond Tjandrawinata, Pelopor Pengembangan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia).

Dengan Panelis: Prof. Dr. Saswinadi Sasmojo, Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ir. Muh Khayam, MT., IPU., Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Dr. Ir. Amalia Adininggar, M.Sc., MEng., Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Oki Muraza, Senior VP Research & Technology Innovation PT Pertamina.

Ikut memberikan kata sambutan: Dr. Ir. Tirto Prakoso Brodjonegoro, Ketua Panitia 80 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia, dan Ir. Ricky H. Wargakusumah, MH, IPM., Ketua IATK ITB/Ketua BKKPII. Sedangkan bertindak sebagai moderator: Dr. Jenny Rizkiana, S.T., M.T., Staff Pengajar Prodi Teknik Kimia ITB.

Ditengah problematika impor bahan baku obat yang hingga kini masih sangat tinggi, yaitu sekitar 90%. Sejatinya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memproduksi bahan baku obat yang berbasis Herbal Based, karena sumber daya alamnya- biodiversitas tumbuhan yang berkhasiat obat berlimpah tumbuh subur di Nusantara.

Upaya terobosan dan kepeloporan memproduksi obat dari bahan alam dengan kategori Fitofarmaka (Kategori Obat Herbal Tertinggi) sebagaimana yang diklasifikasikan oleh Badan POM sudah dimulai sejak tahun 2005, yang kini dikenal dengan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia).

Hal ini mengemuka pada webinar 80 Tahun Perguruan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia- yang diharapkan dapat memberikan masukan untuk kemandirian industri farmasi nasional.

Bagaimana OMAI dapat menjadi pintu masuk kemandirian obat nasional?

Ir. Ferry Soetikno, MSc, MBA., Pimpinan Dexa Group menjelaskan bahwa besaran pasar  obat di Indonesia sekitar Rp. 100 Triliun, dengan growth mulai positif pada 2Q 2021. Bahan Baku Obat masih 90% diimpor. Obat Jadi 90% sidah diproduksi di dalam negeri oleh BUMN Farmasi & Farmasi swasta nasional.

"Impor bahan baku obat yang mencapai 90% itu diimpor, terutama dari RRT dan India. Kondisi ini menimbulkan supply shock selama pandemi COVID-19," Ferry Soetikno mengungkapkan.

Investasi industri Bahan Baku Obat di Indonesia, lanjut Ferry Soetikno- yang meraih gelar Sarjana Teknik Kimia di ITB ini, ada 4 jalur industri bahan baku obat di Indonesia, yaitu:

Dexa Group melalui DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences) sejak 2005 telah merintis memproduksi OMAI dengan menggunakan biodiversitas Indonesia, sehingga kini Dexa Group menjadi pioner sebagai produsen OMAI yang sukses dipasarkan di Indonesia dan di pasar global.

Produk OMAI Dexa Group dipasarkan melalui jalur ethical yang diresepkan oleh dokter di rumah sakit dan di jalur OTC- melalui swamedikasi yang dapat dibeli di apotik dan toko obat. Adalah Dr. Raymond R. Tjandrawinata, PhD, DSc, MBA, FRSC.  -pakar Molecular Pharmacologist yang menekuni bidang drug discovery dari bahan alam Indonesia yang memimpin DLBS.

Industri Obat Jadi Indonesia memiliki banyak keunggulan bersaing, yaitu: Setiap industri obat jadi harus memenuhi CPOB terkini- Badan POM RI., Beberapa industri obat jadi nasional juga memenuhi CPOB terkini negara maju, sehingga dapat ekspor ke negara tujuan ekspor, Dokumen registrasi yang juga memenuhi persyaratan di negara tujuan ekspor tersebut, Produk Indonesia diterima dan dipercaya oleh banyak negara.

Terkait dengan Kebijakan Pemerintah, Ferry Soetikno menyebutkan sejumlah policy untuk menunjang kemandirian farmasi nasional, antara lain: Rencana induk pembangunan industry nasional 2015-2035, Inpres No. 6-2016 Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, dan Permenperin No. 2-2014 mengenai Total Kandungan Dalam Negeri.

Adapun supply Obat Jadi di Indonesia, memiliki sejumlah factor, yaitu: A highly regulated industry, 4 BUMN Farmasi, 180 Swasta nasional, 25 Multi Nasional Corporation, Investasi tidak hanya di hardware, juga di sistem & banyak studies, Kapasitas terpasang untuk produksi Obat Jadi tinggi, Kontribusi BUMN & Swasta Nasional sekitar 90% in unit, Potensi ancaman import obat jadi, dan Kekuatan nasional yang harus dibina dan diperkuat.

"Dalam hal supply perlu kesiapan bahan di pabrik, LeadTime selama proses di pabrik, Lead Time dijalur distributor dan Apotik," Ferry Soetikno mengingatkan.

OMAI Mendunia

Demand Obat Jadi di Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional memberi akses 240 juta orang, Utilisasi Bahan baku obat untuk belanja Pemerintah gunakan TKDN, dan Tingkat pertumbuhan tinggi.

Kemudian dari out-of-pocket, Self medication harus ditingkatkan, Utamakan preventif & promotive, Jenis penyakit communicable & non-communicable disease, dan Usia harapan hidup semakin panjang

Pademi COVID-19 ini memberikan pembelajaran, yaitu: Supply shock terjadi beberapa kali karena Demand secara cepat di wave COVID-19 di April 2020 dan Juli 2021.

Sehingga urgensi membangun Kemandirian Industri Bahan Baku Obat di Indonesia, dan Perencanaan Nasional menghadapi unprecedented change perlu menjadi prioritas yang segera dituntaskan.

Ferry Soetikno mengusulkan empat hal penting, yaitu:

  • Percepatan implementasi setiap kebijakan Pemerintah yang sudah ada
  • Fasilitasi penggunaan fasilitas Bahan Baku Obat domestik yang ada
  • Susun rencana jangka pendek dan jangka menengah untuk pembangunan industri Bahan Baku Obat
  • Libatkan setiap komponen industri farmasi dalam negeri untuk implementasi rencana tersebut

Bagaimana kisah masyhur melakukan riset OMAI, sehingga produk obat herbal teruji klinis tersebut mendunia? Simak penuturan Dr. Raymond R. Tjandrawinata: Klik Disini


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: