Kisah Heroik Peraih Beasiswa DASS 2019, Rela Melepas Bergabung di Perusahaan Besar
Tanggal Posting : Sabtu, 29 Juni 2019 | 05:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 555 Kali
Kisah Heroik Peraih Beasiswa DASS 2019, Rela Melepas Bergabung di Perusahaan Besar
Muhammad Rezki saat terpilih sebagai penerima beasiswa S2, bersama Ketua Panitia DASS 2019, Dr. Raymond R. Tjandrawinata. Foto: Dok.Corp.Com.Dexa Group.

JamuDigital.Com. Sejatinya, Muhammad Rezki, Sarjana Fisika, Universitas Diponegoro- yang lulus Cumlaude ini hatinya galau, saat mendapat kabar bahwa dirinya terpilih sebagai 10 besar finalis Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2019 pada 17 Juni 2019 yang lalu.

Kenapa justru galau, ditengah peluang mendapatkan beasiswa S2- seperti yang dimimpikannya bakal terwujud?

Ternyata pada tanggal yang sama, yaitu 17 Juni 2019, sebuah perusahaan besar, menerimanya untuk bergabung. Nah ini dia, yang membikin hati Muhammad Rezki ‘super’ bimbang.

Ada dua pilihan, yang harus dipilih salah satunya!

Memutuskan bergabung bekerja di perusahaan yang sudah digenggaman, atau mengejar mimpi mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 yang diidam-idamkannya-tetapi belum ada kepastian..?

Kepada Redaksi JamuDigital.Com, Alumnus Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro ini berkisah saat dihubungi pada Jum’at, 28 Juni 2019. Berikut ini, kisah heroik Muhammad Rezki-mengejar mimpi mendapat beasiswa kuliah S2:

"Pada hari itu (17 Juni 2019)- saya sudah mengikuti proses seleksi, diumumkan.... bahwa saya lolos seleksi akhir dan harus tanda-tangan kontrak, dengan gaji yang lumayan besar di perusahaan besar," cerita Muhammad Rezki.

Namun, tekadnya melanjutkan kuliah S2 dengan mendapatkan beasiswa DASS dari Dexa Group menggelorakan semangatnya kembali. Dia tinggalkan peluang bekerja di sebuah perusahaan besar, dan memilih ‘mengadu nasib’ ikut berburu beasiswa DASS- yang kendati sudah masuk 10 besar finalis, peluangnya terpilih... tidak dia ketahui sama sekali.

Sebuah resiko harus diambil, memang...! Bisa jadi, peluang bekerja di perusahaan lepas begitu saja, dan beasiswa dari DASS pun kandas, artinya tidak terpilih sebagai penerima beasiswa. Aduh.....dilema menghantui pikirannya...

Padahal, sebelumnya, Muhammad Rezki punya kisah kegagalan, yaitu saat ditolak, tidak diterima saat melamar kerja jadi sales, sesaat setelah lulus sebagai Sarjana Fisika pada 29 Januari 2019. Melamar jadi sales gagal, diterima diperusahaan besar dia batalkan. Wow....

Ingin tahu betapa galaunya, pria kelahiran 20 Mei 1997 dari Riau ini, ketika harus memilih bekerja atau berburu beasiswa? Simak wawancara khusus Redaksi JamuDigital.Com dengan ahli fisika yang hobby main catur ini:

Coba ceritakan proses seleksi Anda, saat mengikuti DASS?
Setelah lulus, saya memutuskan untuk melanjutkan studi tanpa memikirkan bagaimana pembiayaannya nanti. "Seperti orang nekat saja". Mencoba apply sana-sini dan sebagaimana umumnya, memperoleh beasiswa itu tidaklah mudah. Namun, ada sebuah momentum saat saya membuka Instagram dan muncul info mengenai beasiswa DASS yang membuka peluang pendaftar dari segala jurusan.

Tanpa pikir Panjang, sayapun mendaftar dan meng-upload sebuah proposal penelitian yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Sambil proses tersebut berjalan, saya juga mencoba apply kerja di berbagai perusahaan.

Kemudian, saya diumumkan masuk sebagai 30 proposal terbaik, dan hal utu diluar dugaan saya. Beberapa hari kemudian, dari salah satu perusahaan yang saya apply mengumumkan, bahwa saya lolos seleksi akhir dan harus tanda-tangan kontrak pada 17 Juni 2019 dengan gaji yang lumayan tentu saja.

Dan 17 Juni 2019, tersebut juga merupakan tanggal pengumuman 10 besar finalis DASS. Sayapun berada dalam pilihan yang sulit, antara berkarir di perusahaan besar atau melanjutkan studi.

Yang satu sudah pasti dapat yaitu bekerja, dan yang satunya lagi untuk mendapatkan beasiswa S2- masih dalam proses seleksi. Setelah saya renungkan, selama beberapa hari, saya memutuskan untuk mengambil resiko.

Melepaskan peluang pekerjaan saya yang sudah didapat, dengan segala tawaran benefit. Atau memilih mendapat program beasiswa, sebagaimana impian awal saya, walaupun masih belum pasti didapatkan. Bahkan belum diumumkan masuk atau tidak sebagai 10 besar finalis.

Dengan berpasrah diri kepada Tuhan, ternyata pada 17 Juni 2019, pukul 00:00 WIB, saya diumumkan masuk sebagai 10 besar finalis. Kemudian saya harus ke Jakarta untuk seleksi selanjutnya.

Dan disinilah, ternyata saya bertemu dengan banyak peserta lain dengan ide yang luar biasa dari yang awalnya penuh ambisi, sayapun menjadi realistis saja dan berpikir, mungkin ini bukan rejeki saya dan melepas kerja adalah pilihan yang salah.

Saya jalani semua dengan enjoy, pada saat presentasi saya mendapat giliran terakhir. Pada 27 Juni 2019, hal yang tak pernah saya bayangkan terjadi. Saya terpilih menjadi salah satu pemenang Dexa Award Science Scholarship . Dan ya... mungkin semua ini proses yang telah Tuhan atur untuk saya.

Apa tahapan yang paling bermakna?
Pada saat tahap dimana diumumkanya 10 besar finalis. Bisa dibayangkan, bila berselang dua hari, saya menolak tawaran pekerjaan demi seleksi beasiswa dan diumumkan tidak lolos tentu cukup berat bagi saya. Mengingat cari kerja itu susah....bukan?

Kesan-kesan Anda selama mengikuti DASS?
Saya merasa sangat senang dan bersyukur, karena saya dan mungkin juga perserta lainnya, tidak menyangka, jika akomodasi pulang pergi, hotel berkelas, konsumsi dan lain-lainnya ditanggung panitia. Ditambah lagi, Panitia DASS memiliki pribadi yang ramah dan mampu menempatkan diri dengan baik pada berbagai karakter berbeda yang dimiliki peserta.

Teman-teman dari Dexa Group sendiri begitu akrab dan senatiasa memberikan energi positif, meski baru ketemu, serasa sudah lama kenal. Hal itupun menimbulkan iklim kekeluargaan, khususnya bagi peserta- tidak seperti sedang berkompetisi, namun layaknya karyawan perusahaan yang sedang liburan bersama.

Pendapat Anda tentang DASS?
DASS merupakan program beasiswa yang sangat luar biasa, terlebih bukan dari instansi pemerintah, dan mengingat sangat jarang perusahaan yang mau menyelenggarakan program beasiswa. Hal ini tentu harus diapresiasi dan dijadikan contoh oleh perusahaan swasta lainnya, karena masih banyak anak Indonesia yang hebat di luar sana yang terkendala biaya dalam upaya meraih impian mereka. Program beasiswa DASS ini dapat menjadi jembatan bagi pemuda Indonesia untuk menggapai impian mereka.

Harapan Anda setelah mendapat beasiswa ini?
Ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk merajut mimpi, guna menempuh Pendidikan Magister yang memang butuh dana yang tak sedikit. Oleh karena itu, saya akan memaksimalkan beasiswa ini dan belajar dengan serius untuk menjadi ahli di bidang saya tekuni, baik sebagai paraktisi maupun akademisi nantinya. Dan saya juga memiliki keinginan untuk dapat berkotribusi bagi daerah saya dan bahkan untuk Indonesia. Dan menurut saya hal itu dapat saya lakukan dimasa mendatang setelah saya menyelesaikan studi.

Akan melanjutkan S2 dimana dan di bidang apa?
Rencananya saya akan mengambil S2 di ITB di Bidang Teknik Fisika.

Bisa diceritakan reaksi keluarga, setelah mendapat beasiswa DASS?
Yang pasti ayah dan ibu saya merasa sangat senang dan bahagia, terlebih secara ekonomi kami berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Hal menarik lainnya, yang pernah Anda alami?
Begitu sidang skripsi S1 dinyatkan lulus, saya lansung mencoba apply kerja. Bermodal surat keterangan lulus, tanpa tau seluk-beluk dunia kerja. Saya mengikuti seleksi sebuah perusahaan denga posisi MT Sales dengan perjanjian kontrak dan ijazah ditahan selama 2 tahun. Saya mengikuti seleksi dengan serius dan sampai ditahap akhir, namun saat pengumuman, saya dinyatakan tidak lolos dan saya sangat sedih.

Saya berpikir "Jadi sales saya ga diterima, apa lagi kerja di bidang lainnya". Namun sekarang saya tahu jawabannya. Seandainya saya diterima jadi sales dan ijazah saya ditahan 2 tahun, serta apabila resign didenda dengan nominal yang fantastis. Mungkin saat ini, saya sedang kelelahan menawarkan produk ke sana-sini....

Apa usulan proposal Anda saat mengikuti DASS?
Tentang produksi radionuklida untuk brakiterapi. Luarannya meningkatkan efisiensi produksi radionuklida iridium192 yang sangat dibutuhkan penderita kanker, para peniliti dan petugas produksi di lapangan menjadi lebih sedikit terpapar radiasi, dan dapat menekan biaya produksi dimasa mendatang.

Muhammad Rezki

Keterangan Foto: Muhammad Rezki aktif diberbagai kegiatan di Kampus untuk meningkatkan potensinya, termasuk potensi untuk menjadi periset.

Sekilas Tentang DASS:

DASS adalah program beasiswa yang digagas atas ide mulia dari Founder Dexa Group, Almarhum Rudy Soetikno. Semangat pengabdian dan kontribusi beliau di bidang kesehatan ingin ditularkan kepada para generasi muda melalui dukungan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sejak 2018 hingga kini, Dexa Award Science Scholarship telah memberikan dukungan pendidikan kepada sekitar 3.000 penerima beasiswa, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga jenjang S2.

Tahun 2019 ini, DASS memberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 kepada: Yesiska K. Hartanti (Universitas Gadjah Mada), Muhammad Rezki (Universitas Diponegoro), dan Yayan D. Sutarni (Universitas Sebelas Maret). Penganugerahan Penerima DASS 2019 dilakukan pada Kamis, 27 Juni 2019, di Titan Center, Tangerang Selatan.

Anda tertarik untuk mendapatkan beasiswa DASS? Simak informasinya disini:

  • Website: www.dexascholarship.com
  • Facebook: dexascholarship
  • Instagram: @dexascholarship
  • Email: scholarship@dexagroup.com. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: