Ketua MPR RI: Dorong Herbal Indonesia Mengglobal
Tanggal Posting : Jumat, 11 Desember 2020 | 14:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 307 Kali
Ketua MPR RI: Dorong Herbal Indonesia Mengglobal
Bambang Soesatyo berbincang dengan Riyanto, Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia- produsen Jamu herbal Soman.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ketua MPR RI., Bambang Soesatyo menilai kualitas herbal Indonesia tidak kalah dibanding herbal dari China maupun Korea. "Kita dorong herbal Indonesia dapat terus menembus pasar global," tegasnya.

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, lebih dari 30.000 spesies tumbuhan dan juga biota laut Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Karenanya pemerintah dan masyarakat perlu mendorong berbagai perusahaan dalam negeri untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah berbagai bahan tersebut menjadi suplemen kesehatan.

"Prinsipnya, dari alam Indonesia, dikelola perusahaan Indonesia, agar bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan menembus pasar dunia," ujar Bamsoet saat berbincang dengan Riyanto, Presiden Direktur PT. Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) sebagai produsen Jamu herbal Soman, dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik), dalam konten youtube Bamsoet Channel, di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi kehadiran Jamu herbal Soman yang terdiri dari ekstraksi 18 macam buah, 14 aneka sayur, dan 7 macam rempah yang dapat membantu memenuhi nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh penderita COVID-19.

Berita Terkait: Jamu SoMan Tampil Di Pameran Rempah Nasional 2020

Berita Terkait: Jamu SoMan, Mutiara dari Zamrud Kathulistiwa 

"Berpengalaman lebih dari 12 tahun mengembangkan jamu dari alam Indonesia, PT HGI telah mengekspor Jamu herbal ke berbagai negara. Antara lain China, Canada, berbagai negara di kawasan Amerika Latin hingga Afrika. Daripada kita mengimpor herbal dari China, lebih baik menggunakan produk dalam negeri saja. Selain sudah terbukti khasiatnya, juga bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi para petani tanaman herbal lokal," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meyakini, seiring pandemi COVID-19, popularitas Jamu akan kembali meningkat. Karena masyarakat akan semakin tergerak menjaga daya tahan tubuh, salah satunya melalui herbal.

"Di tahun 2019, industri Jamu dan obat tradisional mampu tumbuh di atas 6 persen. Di tahun 2020 dan selanjutnya, pertumbuhannya bisa jadi naik tajam. Pelaku industri Jamu juga semakin menjamur, tercatat sudah ada lebih dari 1.200 pelaku industri Jamu," pungkas Bamsoet. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: