Kepala Badan POM, Penny K. Lukito: Terus Dorong Kemajuan Jamu dan Fitofarmaka
Tanggal Posting : Kamis, 12 September 2019 | 07:20
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 665 Kali
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito: Terus Dorong Kemajuan Jamu dan Fitofarmaka
Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito, saat menerima Founder Jamu Digital, Karyanto di Kantor Badan POM, Jakarta, pada Rabu, 11 September 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kepala Badan POM Republik Indonesia, Penny K. Lukito terus mendorong agar kemajuan Jamu dan Fitofarmaka berkembang di tanah air dan menembus pasar global. Jamu memiliki histori sebagai budaya bangsa dan memiliki potensi ekonomi nasional yang besar.

Hal tersebut disampaikan saat menerima Founder Jamu Digital, Karyanto di kantor Badan POM, Jakarta, pada Rabu siang, 11 September 2019. Pada kesempatan tersebut, Penny K. Lukito didampingi oleh Mayagustina Andarini (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM), Indriaty Tubagus (Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM) dan Cendekia Sri Murwani (Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM).

Belum lama ini, Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito saat menyampaikan keynote speech pada "The 2019 Traditional Chinese (Guansu) Medicine Industry Expo" pada 23 Agustus 2019 di Guansu, China, menegaskan akan memfinalisasi MOU untuk memperkuat kolaborasi lebih lanjut untuk mendorong daya saing produk Jamu/Obat Tradisional Indonesia agar berkembang dan meningkatkan perdagangannya secara bilateral dengan China.

Kemudian saat menyampaikan sambutan pada "The 27th Annual Meeting of International Congress on Nutrition and Integrative Medicine (ICNIM)" di Sapporo, Jepang, Minggu, 28 Juli 2019, Kepala Basan POM, Penny K. Lukito juga menegaskan memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan produk herbal termasuk fitofarmaka, agar selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga agar produk herbal asli Indonesia seperti jamu dapat mendunia.

Sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Badan POM telah menginisiasi pembentukan Satuan Tugas Nasional (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka yang terdiri dari lintas sektor terkait dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pembentukan Satgas ini merupakan salah satu upaya perwujudan kebijakan hilirisasi untuk mendukung akses dan ketersediaan obat Nasional dan pada saatnya akan berperan dalam Jaminan Kesehatan Nasional.

FGD Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Fitofarmaka sudah dilakukan dan kini terus berproses. Kini sedang dirancang agar dalam waktu dekat dapat dilaksanakan FGD Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu. "Badan POM sangat berkomitmen mengembangkan Jamu, dan semua juga mendukung," urai Penny K. Lukito.

Untuk pengembangan Jamu dan Fitofarmaka memang diperlukan keterlibatan lintas sektor kelembagaan, karena memang dalam proses hilirisasi Jamu dan Fitofarmaka memerlukan kehadiran lintas sektor untuk pengembangannya. Badan POM memiliki peran dalam pendampingan, pembinaan, pemberian izin edar Jamu dan Obat Herbal OHT dan Fitofarmaka.

Penny K. Lukito menjelaskan bahwa platform Satgas Jamu akan melakukan pemetaan dari hulu sampai hilir. "Sehingga nanti dari masing-masing aspek dapat memberi kontribusi terhadap kemajuan Jamu."

Penny K. Lukito berkisah: "Waktu itu ibu Megawati Soekarno Putri pernah bilang ke saya, kenapa Jamu kita tidak kita tonjolkan? Padahal kita memiliki bahan baku melimpah ruah, dan kebetulan juga beliau pencinta Jamu. Dan ternyata putrinya ibu Megawati, ibu Puan juga penggemar minum Jamu. "Saya pada saat menstruasi yang pertama ibu saya lakukan adalah memberikan saya Jamu," kata Penny K. Lukito sambil tersenyum.

Nah itu, saya ingat sendiri, lanjut Kepala Badan POM, ketika itu saya naik motor, nyari sendiri Jamunya. Pada saat itu saya beli Jamu Nyonya Meneer. Karena saya pada saat itu takut gemuk. Karena keluarga saya keturunan gemuk, maka dari itu saya mengendalikan diri saya dengan minum Jamu. Jamu itu kan digunakan untuk kesehatan, sebagai investasi kesehatan. Ini life style ya....

Ka BPOM dan Jamu Digital

Keterangan Foto: Suasana Audiensi Founder Jamu Digital, Karyanto dengan Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito di Kantor Badan POM, Jakarta pada Rabu, 11 September 2019.

Digitalisasi Jamu untuk Perkuat Branding dan Akses Pasar

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito berharap kehadiran Jamu Digital dapat menjembatani lintas sektoral kelembagaan dan institusi dalam pengembangan Jamu dan Fitofarmaka. "Kita juga ingin mendorong demand Jamu meningkat dalam proses kesehatan tradisional. Kita juga harus care atas tanaman Jamu kita, jangan sampai tanaman Jamu kita diambil negara luar," urai Penny K. Lukito menambahkan.

Pada kesempatan ini, Founder Jamu Digital, Karyanto menjelaskan bahwa pada tiga tahun yang lalu, Jamu Digital melakukan SWOT Analysis dan mapping tentang Perkembangan Jamu Indonesia berdasarkan perspektif komunikasi publik.

"Hasil kajian itu, salah satunya mengindikasikan bahwa branding Jamu Indonesia harus diperkuat. Untuk itulah, kami membuat media online Jamu untuk meningkatkan branding dan marketplace Jamu untuk meningkatkan askes pasar Jamu di era digital," Karyanto memaparkan

Sebetulnya, lanjut Karyanto, pada zamannya Presdien RI., Susilo Bambang Yudhoyono, sudah dibuat Roadmap Jamu yang komprehensif. Kini di era- Presiden RI., Joko Widodo, dimana beliau adalah pencinta minum Jamu. Maka, ini momentum yang tepat untuk memajukan Jamu Indonesia, dan Obat Herbal Indonesia- OHT dan Fitofarmaka.

Karyanto juga menjelaskan bahwa Jamu Digital kini memasuki tahun ke tiga. Selama dua tahun lebih ini, Jamu Digital telah bersinergi dengan banyak pihak, seperti: Kemenkes, Badan POM, Pengurus GP. Jamu, anggota GP. Jamu, Anggota Profesi Kesehatan, seperti: Dokter Herbal, Pengobat Tradisional, Koperasi Jamu, dan Akademisi.

"Jamu Digital ingin membantu memperkuat branding dan memperluas akses pasar melalui aplikasi Jamu Online. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai Jamu dan mendapatkan produk Jamu yang baik dan legal yang memiliki ijin edar dari Badan POM di marketplace Jamu," urai Karyanto.

Penny K. Lukito menanggapi penjelasan ini, mengatakan: "Jadi Jamu yang dijual di marketplace Jamu Digital adalah Jamu yang ada izin edarnya dari BPOM. Dan yang tidak ada izin edarnya, kita setuju tidak boleh dijual di marketplace tersebut. Kalau memang bisa, kita linkkan ke web registrasi Badan POM. Jadikan ini kerjasama untuk memajukan Jamu. Jadi apapun usaha, semua harus kita gerakkan. Untuk pengembangan Jamu dan Fitofarmaka."

Penny K. Lukito juga berharap untuk memperhatikan hilirisasi bahan baku, prasarana Jamu dapat juga dimasukan ke dalam platform Jamu Digital.

Mengakhiri diskusi ini, Karyanto mengatakan perlunya konsep integrasi pengobatan tradisional dengan Jamu, sehingga ada sistem pengobatan tradisional yang terintegrasi dengan Jamu. Sesi audiensi dengan Kepala Badan POM dan jajaran pejabat tingggi Badan POM diakhiri dengan foto bersama.

Semoga kehadiran Jamu Digital dapat menjadi bagian dalam memajukan Jamu Indonesia, dan Obat Herbal Fitofarmaka! Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: