Kafe Jamu: Budaya Minum Jamu, Indonesia Heritage dan Healthy Lifestyle
Tanggal Posting : Senin, 18 November 2019 | 07:37
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 364 Kali
Kafe Jamu: Budaya Minum Jamu, Indonesia Heritage dan Healthy Lifestyle
Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Grand Opening, Café Jamu Acaraki, di Kemang Jakarta Selatan, 17 November 2019.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kehadiran Kafe Jamu diharapkan sebagai salah satu upaya membudayakan minum Jamu dengan cara lebih modern agar dapat diterima generasi milenial untuk menjadi gaya hidup sehat (healthy lifestyle), sekaligus mengkampanyekan Jamu sebagai Indonesia Herritage.

Demikian ditegaskan Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito saat memberikan sambutan pada Grand Opening, Café Jamu Acaraki, di Kemang Jakarta Selatan, Minggu, 17 November 2019.

Tampak hadir, antara lain: Presiden Komisaris PT. Sinde Budi Sentosa, Budi Yuwono, Direktur PT. Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, Mayagustina Andarini.

Pada event ini juga dilakukan Penganugerahan Rekor Muri untuk PT. Acaraki Nusantara Persada dengan Pengajuan Rekor sebagai: Jamu pertama dengan berbagai macam teknik penyeduhan, Kedai Jamu yang meyediakan teknik penyeduhan Jamu terbanyak.

Jamu memiliki dimensi manfaat yang luas, mencakup aspek: ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan. Tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang produk Jamu untuk terus berkembang. Saat ini, 90% pasar Jamu di Indonesia dikuasai oleh produsen lokal.

"Jamu, bagi orang Indonesia bukan hanya merupakan produk minuman, tetapi juga produk budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Minum Jamu adalah tradisi yang dilakukan secara turun- temurun, antar generasi," kata Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito.

Sayangnya, lanjut Pennny K. Lukito, minat minum Jamu menurun belakangan ini, apalagi di kalangan generasi milenial. Padahal minum Jamu dapat membantu menjaga kesehatan. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya agar masyarakat lebih mengenal dan memahami manfaat minum Jamu.

Saat ini, dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan semakin kritisnya pemikiran masyarakat terutama para generasi milenial dengan pola pikir out of the box, menuntut pemerintah dan pelaku usaha untuk selalu melakukan inovasi dalam pengembangan industri dan produk Jamu. Salah satunya dengan modernisasi pemasaran maupun pengembangan produk dengan bentuk yang modern namun tetap memenuhi ketentuan dan persyaratan.

Berbagai terobosan dilakukan untuk mendorong pengembangan Jamu oleh industri dan UMKM Jamu agar daya saing Jamu semakin meningkat, termasuk Program Bapak Angkat bagi UMKM Jamu, yang diinisiasi Badan POM tahun 2018. Bapak Angkat UMKM Jamu merupakan program inisiatif Badan POM yang melibatkan Industri Obat Tradisional (IOT) untuk bersama-sama mengembangkan UMKM jamu agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Di sisi pelaku usaha, beragam inovasi dilakukan untuk perluasan akses pasar Jamu, antara lain melalui sistem penjualan Jamu online, modernisasi pemasaran Jamu misalnya melalui pengembangan Cafe Jamu, dan peningkatan awareness konsumen melalui kampanye Jamu di sekolah dan kampus (Jamu Goes to School and Campus).

Badan POM hadir memberikan dukungan saat launching Kafe Jamu Acaraki di daerah Kemang Jakarta Selatan. Kafe Jamu Acaraki adalah Kedai Jamu modern yang menyajikan Jamu dengan teknik penyeduhan kontemporer yang mempunyai visi untuk "menjamu dunia" dengan memperkenalkan Jamu warisan budaya leluhur kepada masyarakat dunia.

Kepala Badan POM menyampaikan apresiasi kepada PT. Sinde Budi Sentosa yang membuka Kafé Jamu Acaraki ini. PT. Sinde Budi Sentosa merupakan salah satu Industri Obat Tradisional yang telah menyatakan komitmen menjadi "Bapak Angkat" bagi UMKM Jamu.

"Kami berharap ke depannya industri obat tradisional lainnya juga dapat berperan aktif dalam mendorong kemajuan UMKM, antara lain dengan memberikan pelatihan maupun bantuan lainnya kepada UMKM Jamu, sehingga Jamu semakin memasyarakat dan membudaya tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia," ujar Penny K. Lukito.

Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI. siap untuk membantu dalam mengembangkan obat tradisional Indonesia. Kita siap untuk mendorong agar obat tradisional lebih maju lagi. Kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Saya ingin menjadikan sektor kesehatan mendapat perhatian negara karena kesehatan adalah hal yang sangat penting.

"Acaraki ini sangat bagus untuk menginspirasi banyak pihak untuk mengembangkan kekayaan budaya Indonesia terutama obat tradisional Indonesia," kata Melkiades sembari berharap Kafe Jamu seperti ini dapat terus berkembang di seluruh Indonesia.

Jony Yuwono menjelaskan bahwa kehadiran Kafe Acaraki ini merupakan wujud kerjasama dari berbagai pihak. Kami membangun kerjasama dari hulu hingga hilir. Termasuk dengan Akademisi, Pebisnis, Pemerintahan dan Komunitas. Dari hulunya bekerjasama dengan BALITTRO (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat). Melakukan pembinaan terhadap petani rempah-rempah untuk mengelola dan mengembangkan rempah-rempah Indonesia, seperti Temulawak, Kunyit, Jahe di Sukabumi.

PT. Acaraki Nusantara Persada merupakan anak perusahaan PT. Sinde Budi Sentosa. Cafe Jamu Acaraki pertama kali dibuka di Gedung Kertaniaga 3, Jl. Pintu Besar Utara, No. 11. Jakarta Barat, di Kawasan Kota Tua pada awal tahun 2018. Pada November 2019, Café Jamu Acaraki membuka Cabang di Kemang Jakarta Selatan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: