Kabar dari Singapura: Keseimbangan Prestasi Olah Raga dan Pendidikan
Tanggal Posting : Sabtu, 21 Januari 2023 | 11:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 96 Kali
Kabar dari Singapura: Keseimbangan Prestasi Olah Raga dan Pendidikan
Suasana saat Gilang Kusuma (Duduk Kaos Orange) usai latihan fisik di lapangan sintetis di Singapore Sport School, Singapura (Februari 2007)

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pada 10-18 Februari 2007, putra saya- Gilang Kusuma mendapat kesempatan berlatih bulutangkis bersama atlet Singapore Sports School, di kampus yang megah dan terpadu- beralamat di 1  Champions Way, Singapore 737913.

Adalah mantan atlet pelatnas Indonesia dan pelatih internasional cabang olahraga bulutangkis, mas Basri Yusuf yang pada waktu itu menjadi pelatih di Singapore Sport School- yang memberi kesempatan putra kami (Gilang Kusuma- Kelahiran 1994)- untuk berlatih bersama di Singapore Sport School.

Awal kisah bertemu mas Basri Yusuf adalah saat beliau mengajak sejumlah Atlet dari Singapura untuk latihan di Solo sekitar dua pekan. Dari komunikasi ini, Gilang Kusuma kemudian juga ikut berlatih di Solo- di klub milik Bambang Suprianto-bersama dengan rekan-rekan atlet dari Singapura tersebut.

Dari perkenalan ini, kemudian Gilang Kusuma diberi kesempatan untuk berlatih di Singapore Sport School-sekitar sepekan oleh mas Basri Yusuf.

Sebelum ikut berlatih bersama di Singapore Sport School, Gilang Kusuma pernah menjadi atlet bulutangkis di Klub Bulutangkis Jaya Raya- yang pusat latihannya di GOR Rudy Hartono- kawasan Ragunan, Jakarta, sekitar 4 tahun, sejak kelas dua SD.

Sepulang dari Singapore Sport School, Gilang Kusuma mengikuti Seleksi Nasional melalui Audisi Umum PB Djarum Kudus- dan diterima sebagai atlet bulutangkis PB Djarum- berlatih di GOR PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, masuk seangkatan dengan Kevin Sanjaya. Menjadi atlet bulutangkis di PB Djarum- sekitar 4 tahun,  Gilang Kusuma dirundung cidera- saat memasuki Kategori Taruna- baru saja naik dari Kategori Remaja.

Karena itu, saya putuskan untuk  mohon ijin dari manajemen PB Djarum- agar Gilang Kusuma dapat pulang ke Depok untuk fokus sekolah, kemudian melanjutkan kuliah.

Karena waktu itu, Gilang Kusuma sudah naik di kelas dua SMA- sehingga jika tidak optimal sebagai atlet, maka harus sekolah dan kuliah. Karena usia golden age atlet berkisar antara 20-28 tahun, karena dirundung cidera, sebagai orang tua, saya khawatir prestasi Gilang Kusuma di bulutangkis nantinya tidak optimal.

Manajemen Training dan Pendidikan yang Seimbang

Kampus Singapore Sport School

Keterangan Foto: Kampus Singapore Sport School di Singapura yang megah dan terpadu.

Visi dan Nilai yang dimiliki oleh Singapore Sport School: Sekolah Utama Singapura untuk Calon Atlet Nasional, dan Misi: Membina calon atlet nasional menjadi juara terpelajar yang berkarakter; juara dalam olahraga, untuk olahraga, dan dalam kehidupan.

Model berlatih olah raga untuk prestasi dan pendidikan, saya lihat dilakukan secara seimbang. Para atlet yang berlatih, selain dari cabang olahraga bulutangkis, ada juga cabang sepakbola, tenis meja, renang, bola voley.

Semua atlet dan siswa itu, belajar dalam satu bangunan megah yang terpadu: kamar tidur, ruang makan, ruang belajar dan berlatih olah raga sudah sangat modern. Pelatih yang menangani jenis olah raga yang ada- memiliki reputasi internasional.

Dengan Value: Singapore Sports School akan menghadapi tantangan untuk mengembangkan staf dan siswa-atlet untuk hidup sebagai Juara di Abad ke-21 yang ditanamkan dengan nilai-nilai inti:

  • Menghormati
  • Integritas
  • Tanggung jawab
  • Keunggulan
  • Ketangguhan

Saya tentu takjub dengan fasilitas yang terpadu dan serba berstandar internasional, baik sarana pendidikannya atau fasilitas tempat berlatih olahraga.

Singapore Sports School memiliki berbagai fasilitas pelatihan kelas dunia, asrama di kampus, serta ruang Auditorium- cocok untuk menyelenggarakan acara olahraga, pendidikan, dan bisnis, termasuk kamp pelatihan olahraga.

Saya melihat langsung, bagaimana mereka berlatih, makan bersama, belajar di kelas, dan istirahat di kamar yang sudah tertata rapi- di bagi beberapa blok. Untuk masuk, ruang tidur- sesuai bloknya- diberi akses Kartu.

Kartu akses hanya dapat membuka, kawasan yang boleh diakses, sehingga masing-masing penghuni, tidak dapat memasuki blok yang lain.

Saya hanya dua hari di Singapore Sport School- yaitu saat menjemput putra saya Gilang Kusuma dan istri saya yang mendampinginya selama di Singapore Sport School.

Selama dua hari ini, saya dapat penjelasan yang cukup rinci dari Mas Basri Yusuf, dan pelatih Bulutangkis Singapore Sport School, Dikson- dari Malaysia.

Saya juga sempat menemukan sejumlah produk herbal yang dijual di Lucky Plaza yang berada di Pusat Kota Singapura, saat saya berkunjung dan menikmati makanan yang banyak dijual di Lucky Plaza ini.

Lucky Plaza yang berada di Jalan Orchard Road ini sangat terkenal di Singapura. Banyak makanan khas Indonesia dijual disini, dan aneka souvenir yang sangat laris diborong para turis dari berbagai negara. 

Karyanto di Singapore Sport School

Keterangan Foto: Saya saat mencoba lapangan sintetis untuk sepakbola di kampus Singapore Sport School, Singapura. Ini untuk pertama kalinya, saya berlari-lari diatas lapangan sintetis, yang ternyata memang cukup berbeda dengan lapangan rumput! 

Karena dua hari lagi, Gilang Kusuma akan mengakhiri latihan bersama di Singapore Sport School- Pak Cik Dixon-pelatih bulutangkis di Singapore Sport School yang berasal dari Malaysia- sempat menemani kami makan malam disebuah resto- di luar kampus Singapore Sport School.

Sebagai orang tua, kami sudah tentunya- seoptimal mungkin mengawal bakat-bakat anak-anak kami. Namun, rejeki dan takdir adalah mutlak ketetapan dari Allah. Kami harus ridho, menerima ketetapan Allah.

Terima kasih kepada pelatih-pelatih bulutangkis di Klub Bulutangkis Jaya Raya- Jakarta, Singapore Sport School-Singapura, Klub Bulutangkis Bina Bangsa-Sawangan Depok, Klub Bulu Tangkis PB Djarum Kudus- Koh Fung Permadi, Koh Hok-Hastomo Arbi- dan tim pelatih lainnya.

Setelah lulus dari SMA Tugu Ibu Depok, Gilang Kusuma melanjutkan kuliah- di dua universitas, yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta dan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Setelah lulus kuliah, Gilang Kusuma bekerja di sejumlah perusahaan swasta nasional, dan kini menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, berkantor di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Terima kasih juga kepada Bank BRI- yang telah memberikan beasiswa kepada Gilang Kusuma- selama kuliah di Universitas Islam Negeri- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

 

Salam sehat dan bahagia, Karyanto!


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2023. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: