Kabar dari Manila: Spirit Jose Rizal dan Literasi Herbal Mendunia
Tanggal Posting : Sabtu, 14 Desember 2019 | 03:19
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 715 Kali
Kabar dari Manila: Spirit Jose Rizal dan Literasi Herbal Mendunia
Founder JamuDigital, Karyanto dengan latar belakang foto Jose Rizal, Pahlawan Bangsa Filipina. Selfi: Mae Lynne Principe, Love Margarete Villanueva, dan Karyanto di Kawasan Fort Santiago, Manila.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kendati meninggal masih sangat muda yaitu di usia 35 tahun, Jose Rizal menjadi pahlawan kebanggaan bangsa Filipina- yang melegenda karena sikap heroiknya melawan pemerintahan Spanyol yang waktu itu menguasai Filipina.

Jose Rizal lahir di Calamba, Provinsi Laguna, Filipina pada 19 Juni 1861, dan dihukum mati pada 30 Desember 1896 di Lapangan Bagumbayan, karena perjuangannya melawan penjajah Spanyol.

Menariknya, Jose Rizal menjadi pahlawan Filipina- lewat tulisan-tulisannya yang dikabarkannya kepada rakyat Filipina. Pemuda multi talenta itu, melawan ketidak-adilan pemerintahan Spanyol pada waktu itu, melalui: Diksi, Pemikiran tajam, dan Semangat menggeloranya melalui tulisan-tulisan untuk mencapai kemerdekaan bangsanya.

Melalui kritik-kritik tajam yang ditulisnya, ‘perlawanan’ rakyat Filipina terhadap Spanyol- terus dikumandangkan. Walaupun gerakkan- ajakan lewat tulisan itu, belum secara utuh memerdekakan bangsanya, namun gagasannya membentuk bangsa Filipina yang merdeka, lahir dari mengkristalnya diksi dan narasi di setiap tulisan-tulisan Jose Rizal- yang manjur memacu memompa andrenalin rakyat Filipina untuk merdeka.

Jose Rizal adalah seorang dokter, penulis, seniman-novelis, paham pertanian dan ilmu ekonomi. Dua novelnya yang sangat terkenal, yaitu: Noli Me Tangere (1887) dan El Filibusterismo (1891). Isinya memuat kritik tajam kepada penjajahan Spanyol atas Filipina.

Noli Me Tangere (Jangan Sentuh Aku, judul terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia pada 1975). El Filibusterismo (Merajalelanya Keserakahan, judul terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia pada 1994).

Sebagai patriot bagi bangsa Filipina, hari kematiannya pada 30 Desember, dijadikan hari libur di Filipina dan disebut hari Rizal untuk mengenangnya.

Namanya diabadikan sebagai: Rizal Park. Taman seluas 58 hektar ini- terletak di jantung Kota Manila. Tepatnya di Kawasan Lunete Jalan Roxas Boulevard. Adapun Museum Jose Rizal dapat kita sambangi di Fort Santiago, Sta. Clara St., Intramuros, Manila.

Bersyukur, saya dapat menjejakkan kaki di museum Jose Rizal. Itu terjadi pada Jum’at sore, 13 Desember 2019. Awalnya, saya tidak tahu, jika di Kawasan Peninggalan Sejarah Bangsa Filipina di Fort Santiago ini, ada museum yang merekam- menggambarkan jejak langkah perjuangan Jose Rizal secara detil.

Melalui tulisan-tulisannya yang sangat inspiratif, baju yang dipakai, bahkan juga gambaran detik-detik terakhir prosesi Jose Rizal dihukum mati- dapat dibaca dalam sebuah infografis berupa sketsa gambar- yang membawa perasaan kita, kembali ke pada masa itu. Rasa haru mengharu-biru. Benda-benda itu dipamerkan di dalam beberapa ruangan di Kawasan Fort Santiago.

Selama di Fort Santiago, saya ditemani dua sahabat saya, yaitu: Love Margarete Villanueva, dan Mae Lynne Principe (Keduanya: Product Manager Glorious Dexa Mandaya, Philippine). Saya menyimak dengan seksama peninggalan bersejarah bangsa Filipina ini, khususnya saat berada di ruangan museum yang memuat peninggalan seorang pahlawan bangsa Filipina bernama Jose Rizal.

"Maraming salamat po, Margarete dan Mai Lynne", kalian berdua telaten mengantar-ku, di suatu tempat- yang membuat perasaan-ku melayang menembus batas sejarah bangsa-mu!

Jose Rizal dan Karyanto

Keterangan Foto: Founder JamuDigital, Karyanto foto dengan latar belakang Pahlawan Filipina, Jose Rizal (kiri) dan disebuah pintu benteng di Kawasan Fort Santiago, Manila.

Literasi Herbal Mendunia
Lantas apa, korelasi Literasi Herbal Mendunia dengan Spirit Jose Rizal- yang saat muda melalui tulisan kritik tajamnya yang sangat bernas, mengandung pemikiran futuristik untuk kemerdekaan bangsanya- yang mampu memicu mencuatnya adrenalin masyarakat Filipina- untuk bangkit merdeka dari penjajah Spanyol itu?

Hai guys, ketahuilah....bahwa Jose Rizal- ‘bertempur’ tidak di medan perang, tetapi ‘bertempur’ melawan penjajah dengan tulisan-tulisan yang disebarkan dan kemudian memberikan stimulus semangat reformasi untuk bangsanya, agar berubah dan merdeka.

Nah disinilah, konteks yang saya anggap memiliki kesamaan dalam hal spirit menjadikan tulisan-tulisan sebagai medium yang efektif, dan memiliki daya dobrak lintas batas- untuk kemaslahatan masyarakat dunia dengan memanfaatkan herbal untuk kesehatan.

Secara terstruktur, media online Jamu Digital hadir dengan sebuah pemahaman, bahwa: Literasi Jamu Mendunia- dapat digelorakan dengan diksi yang cerdas, dengan narasi untuk kebaikkan semua stakeholders yang meriset dan memproduksi herbal- untuk dijadikan medium pengobatan dari bahan alami yang diperuntukkan untuk masyarakat dunia.

Saya menyadari tidak sepadan bobot pelatuk yang disulutkan Jose Rizal- dibandingkan dengan langkah kecil yang dilakukan oleh Jamu Digital dalam membersamai kemajuan herbal mendunia, lewat tulisan-tulisan di media online dan media sosial yang dikelolanya. Jika itu disandingkan, pastilah tidaklah setara.

Tetapi, dalam konteks seperti ini: Jamu Digital mengambil proses menggelorakan suatu bangsa- melalui tulisan-tulisan untuk memacu pemikiran-pemikiran baru demi kemajuan pengembangan herbal, sebagaimana Jose Rizal menggunakan tulisan-tulisannya untuk memerdekan bangsa Filipina adalah analogi yang kiranya benar adanya. Inilah spirit yang ingin dilecutkan. Spirit membawa herbal mendunia untuk menyehatkan masyarakat dunia.

Analogi proses yang menurut saya dapat dijadikan model, dan itu universal sifatnya! Mudahnya gini loh guys... biar otak kita tidak ribet mencernanya:

"Melalui tulisan-tulisan yang bernas di media online Jamu Digital, semoga dapat memberikan pemikiran-pemikiran baru yang cerdas inovatif, berorientasi pada terjadinya perubahan yang memantik sebuah perbincangan masyarakat dunia, agar herbal dikembangkan menjadi pengobatan masa depan- membawa masyarakat dunia lebih sehat. Jamu Digital: Literasi Jamu Mendunia"

Paalam Manila, maraming salamat po! (Selamat tinggal Manila, terima kasih banyak)! Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: