Kabar dari Manila, Mabuhay: OMAI Sukses di Filipina
Tanggal Posting : Jumat, 13 Desember 2019 | 05:02
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 1369 Kali
Kabar dari Manila, Mabuhay: OMAI Sukses di Filipina
Founder JamuDigital, Karyanto di Manila. Keunggulan daya saing obat herbal dengan riset ilmiah dan modern: Kekuatan masuk pasar global.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Masyarakat Manila ternyata juga memiliki budaya mengkonsumsi Obat Herbal. Hal ini dibenarkan oleh sejumlah dokter di beberapa rumah sakit, dan pengusaha obat herbal yang saya temui selama saya berada di Filipina. Sejumlah produk obat herbal dari Indonesia juga sudah terkenal di Manila!

So, dengan populasi penduduk Manila sebanyak 104,9 juta (2017), dan sebagai salah satu negara di Asia yang ekonominya tumbuh termasuk paling cepat (dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB)= 6,7% pada 2017), Filipina memiliki potensi pasar Obat Herbal yang menjanjikan.

Oh ya guys, warga Manila dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Tagalog dan Bahasa Inggris untuk kegiatan bisnis. Nah, kata Mabuhay itu artinya Selamat Datang. Disejumlah destinasi terpampang kata Mabuhay- untuk menyambut para tamu.

Pada 1992, Program Pengobatan Tradisional di Manila diluncurkan. Program ini bertujuan untuk mempromosikan penggunaan obat tradisional yang efektif dan aman. Tahun 1997, Presiden Fidel V. Ramos menandatangani Undang-Undang Republic Act 8423 (RA 8423) atau The Traditional and Alternative Medicine Act (TAMA).

Tidak lama kemudian, didirikan The Philippine Institute of Traditional and Alternative Health Care (PITAHC)- dengan tugas mempromosikan dan mengadvokasi penggunaan pengobatan tradisional melalui penelitian ilmiah dan pengembangan produk.

Serangkaian langkah strategis tersebut tentunya, sebagai bentuk keseriusan pemerintah Filipina untuk memanfaatkan pengobatan tradisional dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di negara yang pada event olah raga antar bangsa ASEAN, yaitu SEA GAMES 2019- menjadi juara umum dengan perolehan medali terbanyak.

Secara terpisah saya mendapatkan banyak informasi tentang potensi pasar Obat Herbal di Manila dari: Setiadi Wono (Country Manager), Love Margarete Villanueva (Product Manager), dan Steve Derit (Product Manager)- dari perusahaan Glorious Dexa Mandaya- Philippine.

Dalam perjalanan saya di Manila selama 4 hari (11-14 Desember 2019), saya sempat berkunjung di Kantor Glorious Dexa Mandaya- yang terletak di tengah Kota Manila- yaitu di Kawasan CBD Ortigas Center, Pasig City.

Pasar obat herbal di Filipina mencatat lompatan besar, tumbuh dari 13% pada 2009 menjadi 111% pada 2011. Saat ini, perusahaan multinasional dan lokal memenuhi permintaan- yang memiliki trend terus meningkat- baik dari pasar domestik dan pasar Internasional.

Obat Modern Asli Indonesia
Salah satu produk obat herbal Indonesia, yaitu Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dengan brand STIMUNO yang diproduksi Dexa Medica- pasarnya tumbuh dengan cepat di Manila dan mendapat apresiasi dari para dokter dan konsumen di Manila.

Pasar STIMUNO yang tumbuh meyakinkan di Manila, tentu menjadi fakta penting: bahwa produk obat herbal dari Indonesia dapat diterima oleh konsumen, dan para profesi kesehatan di Manila, dan mampu bersaing dengan produk obat herbal dari negara lain.

"Dukungan riset dari obat herbal sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan para dokter di Manila. Kami ingin memastikan herbal yang kami gunakan memang didukung riset yang handal," ungkap salah satu Dokter Pediatri- Spesialis Anak di Manila yang saya temui- suatu sore di sebuah rumah sakit.

Inilah fakta yang harus dijadikan pembelajaran, bahwa para profesional di bidang kesehatan dari berbagai negara akan trust- akan menggunakan produk obat herbal Indonesia, apabila dapat menyodorkan bukti ilmiah melalui riset modern kepada mereka.

Di Filipina, saat ini- ada sepuluh (10) spesies tanaman obat yang disetujui untuk penggunaan terapi oleh Food and Drug Administration (FDA) di bawah Departemen Kesehatan (DOH) Manila, yaitu:

  1. Lagundi (Vitexnegundo): Cough and asthma
  2. Sambong (Blumeabalsamifera L.): Anti Urolithiasis (kidney stones)
  3. Ampalaya (Momordicacharantia L.): Lowering of blood sugar and anti-diabetes
  4. Garlic (Allium sativum): Anti-Cholesterol
  5. Guava (Psidiumguajava): Oral/Skin antiseptic
  6. Tsaang-gubat (Carmona cetusa): Mouthwash
  7. Yerba-Buena (Menthaarvensis): Analgesic or anti-pyretic
  8. Niyug-niyogan (Quisaualisindica): Anti Helminthic
  9. Acapulco (Cassia alata): Antifungal
  10. Ulasimang-bato (Peperomiapellucida): Anti Hyperurisemia

Promosi obat herbal di Filipina, melalui beragam media, seperti: media TV, Radio, Media Cetak, dan Papan Iklan ukuran besar- Bilboard terpampang di berbagai sudut jalan-jalan di Manila. Warga Filipina kini semakin familiar menggunakan obat herbal. Ini indikasi penting, tentang potensi untuk obat herbal Indonesia masuk ke pasar Manila.

Berkembangnya produk obat Indonesia di pasar dalam negeri dan pasar ekspor, dan kemudian juga nantinya dapat menjadi bagian dari Sistem Kesehatan Nasional, juga memiliki dimensi dalam aspek kemandirian obat nasional.

Hal ini, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan pengembangan industri dan usaha di bidang Obat Tradisional agar memiliki daya saing di pasar lokal dan pasar global.

Mabuhay Obat Modern Asli Indonesia di Manila. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: