Kabar dari Malaysia: Meneropong Pernik Outlet Produk Herbal
Tanggal Posting : Sabtu, 4 Januari 2020 | 09:38
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 647 Kali
Kabar dari Malaysia: Meneropong Pernik Outlet Produk Herbal
Founder JamuDigital, Karyanto berbincang dengan Pak Cik Zainal Abidin, Pemilik Toko Herbal Jaya Pratama di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.

JamuDigital.com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Untuk meneropong potensi pasar herbal di Malaysia, saya menyusuri berbagai destinasi di Kuala Lumpur selama empat hari pada 30 Juli 2018 hingga 2 Agustus 2018. Saya sempat berbincang cukup detil dengan Pak Cik Zainal Abidin, Pemilik Toko Herbal dan Kosmetik Jaya Pratama di Jalan Raja Abdullah, Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Pagi itu, Rabu- 1 Agustus 2018 saya memang ingin mengamati beberapa outlet toko herbal di kawasan Kampung Baru, Kualu Lumpur yang memang ada beberapa toko herbal termasuk toko herbalnya Pak Cik Zainal Abidin.

Saat saya datang, belum ada pembeli sehingga saya dapat leluasa berbincang dengan Pak Cik Zainal. Pada waktu itu, dia menjelaskan, herbal yang sedang booming adalah Bidara. Bentuk sediaan Bidara beraneka macam, mulai dari: sabun mandi, sampho, minyak, dan kapsul.

Habbatussauda juga terkenal di toko herbalnya Pak Cik Zainal, bahkan sediaan Habbatussauda yang dijual ada yang dalam bentuk softgel. Toko herbal Pak Cik Zainal ini, sangat besar untuk ukuran toko herbal di Indonesia, selayaknya besarnya mini market Alfarmart atau Indomart di Indonesia. "Kami menjual grosir, tapi juga melayani pembeli satuan," urai Pak Cik Zainal dengan ramah.

Ratusan produk herbal dan kosmetika yang dijual di Toko Jaya Pratama ini. Dengan melihat besaran luas toko dan jumlah stok produk herbal yang melimpah, dapat dijadikan sebagai indikasi awal bahwa produk herbal di Malaysia juga sangat besar potensi pasarnya.

Di Toko Herbalnya Pak Cik Zainal, tersedia sebuah alat untuk mendeteksi: Produk herbal yang dijualnya terdaftar di lembaga yang berwenang di Malaysia. Nama alat itu: MediTag (tampak seperti pada gambar diatas). Ukurannya seperti kartu ATM, tetapi ada dua lubang, yang mana lubang tersebut digunakan untuk ditempelkan pada barcode yang ada pada kemasan produk herbal atau kosmetika.

Setelah ditempelkan, maka alat tersebut akan membaca: Apakah muncul simbol yang menandakan produk tersebut terdaftar pada lembaga yang berwenang di Malaysia, atau tidak. Jika tidak muncul kode tersebut, maka produk tersebut belum terdaftar.

Berita Terkait: Kabar dari Jepang, India, Saudi Arabia, Hongkong, Thailand dan Singapura

Tim JamuDigital

Keterangan Foto: Tim JamuDigital saat berkunjung ke Malaysia- salah satu agendanya melihat berbagai outlet herbal di Kuala Lumpur.

Sebaran penjual outlet herbal di Malaysia, cukup merata. Di berbagai tempat shopping yang sangat terkenal di Kuala Lumpur juga ditemukan counter yang menjual herbal, terutama herbal Tongkat Ali yang sangat popular di Malaysia.

Di Suria KLCC- Kuala Lumpur City Centre- salah satu mall terbesar di Malaysia,  juga ada counter  yang menjual herbal Tongkat Ali. Demikian juga di Central Market- sebuah destinasi yang jarang dilewatkan oleh wisatawan untuk dikunjungi karena sebagai pusatnya oleh-oleh di Kuala Lumpur, Malaysia.

Central Market terletak di Jalan Hang Kasturi, Kuala Lumpur. Aneka kios menjual oleh-oleh aneka pernak-pernik dari perak, kayu, kaos, tas, dan juga kios yang menjual herbal, atau madu.

Saat berkunjung di Chin Swee Temple-di kawasan ini ada sebuah Pagoda yang menjulang tinggi. Semula saya hendak ke Genting Highland dengan menggunakan Cable Car-Sky Train. Setelah berjalan beberapa saat, ketika melihat ada bangunan Pagoda, dan Cable Car ternyata berhenti di Chin Swee, maka saya ikut turun.

Dalam perjalanan ke bawah menuju Chin Swee Temple, saya menemukan Toko Herbal Asia Healthy. Toko herbal ini khusus menjual herbal Jahe dalam berbagai bentuk sediaan, Madu dan Ginseng. Saya sempat membeli, semacam dodol Jahe- dengan ukuran lebar 1 cm, dan panjang 2-3 cm. Rasanya kombinasi Jahe dan Lemon. Setelah di kunyah, menyisakan serat Jahe.

Chin Swee Temple- merupakan satu kawasan dan kepemilikan dengan Genting Highland. Chin Swee Cave Temple mulai dibangun pada 1975 di atas hutan berbatu dengan luas 28 Acre diketinggian 4600 mdpl.

Karyanto di Pagoda Malaysia

Keterangan Foto: Founder JamuDigital, Karyanto berada di Toko Herbal Asia Healthy- yang berada di kawasan Chin Swee Temple- suatu kawasan menuju ke Genting Highland-Kuala Lumpur yang dapat diakses dengan SkyTrain.

Potensi pasar herbal di Malaysia juga besar, sebagaimana potensi pasar di sejumlah negara ASEAN dan ASIA lainnya. Gerakkan hidup sehat dengan back to nature menjadi salah satu point penting dalam pengembangan produk herbal di masa datang.

Berita Terkait: Posisi Daya Saing Herbal Indonesia di ASEAN

Berita Terkait: Obat Herbal Indonesia di Phnom Penh

Untuk mengamati lebih detil tentang herbal di Malaysia, saya pergi ke Toko Buku "Books Kinokuniya Malaysia" di KLCC-Kuala Lumpur City Centre yang berada di lantai 4. Saya hanya menemukan satu judul buku tentang herbal yaitu berjudul: "100 Useful Herbs of Malaysia and Singapore" yang ditulis oleh Joseph Samy, M. Sugumaran, dan Kate LW. Lee. Saya membeli buku tersebut seharga RM. 60. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: