Kabar dari Kamboja: Bersinambung Memasarkan OMAI
Tanggal Posting : Selasa, 17 Desember 2019 | 01:37
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 1006 Kali
Kabar dari Kamboja: Bersinambung Memasarkan OMAI
Founder JamuDigital, Karyanto bertemu sejumlah Dokter dari beberapa Rumah Sakit dan Klinik di Kamboja pada 15-18 Desember 2019. Mendapatkan penjelasan tentang Obat Herbal Indonesia.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Strategi pemilihan produk yang memiliki inovasi dan riset ilmiah modern menjadi persyaratan, agar produk yang dipasarkan diapresiasi profesi kesehatan dan diminati konsumen internasional.

Dengan demikian, penetrasi ke global market dapat bersinambung (kontinyu), sehingga besaran bisnis dapat terus meningkat dan berpotensi meluaskan jaringan ke berbagai negara tujuan ekspor. Pasar global, adalah narasi penting di era digital ini.

Memasuki pasar global- dapat dipastikan akan sangat kompetitif, karena di era pasar bebas ini, lalu lintas perdagangan dunia- mengalir tanpa hambatan yang berarti. Jadi, jika ingin bersinambung memasarkan produk obat herbal Indonesia ke mancanegara, mensyaratkan terpenuhinya dimilikinya keunggulan daya saing produk.

Mengenali sistem kesehatan di mana negara tujuan ekspor obat herbal diberangkatkan, mutlak diperhatikan. Sebab, boleh jadi masing-masing negara memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Untuk mendapat informasi tentang potensi pasar obat herbal di Kamboja, saya bersua dengan Hendarto (General Manager Dynamic Argon, Co., Ltd.) dan Sam Veasna (Country Manajer Dexa Kamboja), secara terpisah pada 15- 16 Desember 2019 di Kamboja. Okun Cambodia, Terima kasih Kamboja!

Dari informasi-informasi yang saya dapatkan, barangkali ada pembelajaran pengelolaan produk untuk dipasarkan secara bersinambung ke Phnom Penh- yang masyarakatnya sudah familiar menggunakan obat herbal.

Saat ini, pemerintahan Kamboja sudah memiliki pelayanan kesehatan untuk masyarakat (Social Security) dan untuk sektor kesehatan terbagi menjadi 3 kelompok. Pertama, NSSF (National Social Security Fund) dibawah Ministry of Labor untuk melayani karyawan perusahaan swasta dengan membayar premi bulanan.

Kedua, NSSFC (National Social Security Fund for Civil) dibawah Ministry of Civil Service untuk melayani pegawai pemerintah. Ketiga, HEF (Health Equity Fund) & CHBI (Community Health Base Insurance) di bawah Ministry of Health untuk melayani masyarakat miskin.

Untuk pelayanan masyarakat miskin, jangkauan masih cukup kecil, karena terkendala budget dari pemerintah yang masih kecil. Saat ini, dari total proyeksi dana USD399 juta untuk pengobatan di Kamboja, sebanyak 74% diserap oleh swasta (own pocket).

Registrasi Obat Herbal di Kamboja
Bagimana dengan sistem registrasi obat herbal di Kamboja. Kendala apa yang dihadapi? Obat herbal di Kamboja dikelompokkan ke dalam Traditional Medicine, dan pengurusan registrasinya di bawah Menteri Kesehatan dalam hal ini Food and Drug Administration dengan masa pengurusan sekitar 1 tahun dengan biaya USD800 untuk setiap brand name- merek produk.

Dan diperlukan juga test laboratorium untuk pengujian kualitas produk. Pada Juli 2020 akan diberlakukan online registration process.

Pasar obat herbal di Kamboja, secara umum market herbal produk di Kamboja baru saja mulai bertumbuh dengan angka sales yang tidak terlalu besar, sekitar USD 6,9 juta/tahun 2017 dengan kelompok obat Supplement 64%, Obat Flu 25% dan others 11%.

Seberapa besar potensi obat herbal Indonesia di Kamboja? Potensinya cukup besar mengingat awareness dari kelompok medium-high untuk pemakaian obat obatan non chemical sudah mulai meningkat.

Produk Obat Modern Asli Indonesia yang dipasarkan Dexa Medica di Kamboja, antara lain: HerbaKOF, STIMUNO, Disolf, dan Inlacin.

Menilik konsep dan teori "keunggulan komparatif yang dikembangkan" pakar ekonomi David Ricardo (1772-1823), yang menyebutkan bahwa sebuah bangsa harus berkonsentrasi pada produksi, yang mana produk ekspor negara tersebut memiliki keunggulan komparatif.

So friend, untuk mampu menembus pasar ekspor, maka obat herbal yang kalian produksi harus memiliki keunggulan komparatif, inovatif, sesuai kebutuhan pasar tujuan ekspor. Semoga artikel "Bersinambung Memasarkan Obat Modern Asli Indonesia" ini dapat menjadi narasi untuk menumbuhkan gairah baru menduniakan herbal Indonesia.

Perusahaan-perusahaan produsen herbal di Indonesia, sejatinya memiliki peluang untuk bersinambung memasarkan produknya ke ASEAN, jika mereka konsisten membangun keunggulan daya saing. Okun Cambodia, Terima kasih, Kamboja! Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: