Jejak Digital, Merajut Kemandirian Obat Nasional
Tanggal Posting : Senin, 27 September 2021 | 03:11
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 249 Kali
Jejak Digital, Merajut Kemandirian Obat Nasional
OMAI menjadi pendorong untuk kemandirian obat nasional dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia sebagai bahan baku obat alami untuk substitusi impor bahan baku obat.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan bahwa kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan.

Hal ini disampaikan pada saat Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021.

Presiden Jokowi

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama melakukan reformasi sistem kesehatan nasional secara besar-besaran. Reformasi tersebut juga mencakup kemandirian obat dan bahan baku obat yang diharapkan dapat segera dicapai.

"Kita tahu bahwa sekitar 90 persen obat dan bahan baku obat masih mengandalkan impor. Padahal negara kita sangat kaya dengan keberagaman hayati baik di daratan maupun di lautan. Hal ini jelas memboroskan devisa negara, menambah defisit neraca transaksi berjalan, dan membuat industri farmasi dalam negeri tidak bisa tumbuh dengan baik," ujarnya dalam video yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 5 November 2020.

Oleh karena itu, Presiden berpandangan, kemandirian dalam industri obat-obatan dan alat kesehatan harus menjadi prioritas bersama dan dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa di tengah pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi.

Video Jejak Digital, Merajut Kemandirian Obat Nasional: Klik Disini

Biodiversitas Indonesia

Menjawab problema besar diatas, maka kehadiran OMAI-Obat Modern Asli Indonesia, kiranya dapat merajut proses kemandirian obat Nasional. Apalagi kehadiran OMAI yang berstatus Fitofarmaka telah eksis sejak tahun 2005, dimana Badan POM untuk pertama kalinya memberikan sertifikat Fitofarmaka untuk sejumlah produk herbal yang sudah melalui uji klinis, salah satunya adalah OMAI STIMUNO.

Dalam tataran nasional, dan internasional, jejak digital OMAI dapat mulai diakses dari peran Pusat Riset OMAI DLBS- yang merupakan bagian strategis dari Dexa Group untuk mendukung kemandirian obat.

Tidak heran, jika jejak emas Dexa Group dalam meriset dan kemudian memprodukasi obat dari bahan alam asli Indonesia, agar dapat digunakan di pelayanan Kesehatan oleh para dokter ini mendapat dukungan luas lintas lembaga dan institusi.

Dan juga mewarnai informasi-informasi diberbagai media mainstream dan media digital di tanah air.

Dexa Group merupakan pioner riset Obat Modern Asli Indonesia-OMAI, sejak tahun 2005. Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno yang pada 50 Tahun Dexa Group tahun 2019 lalu, meneguhkan kembali komitmennya untuk terus mengembangkan OMAI dengan hanya menggunakan biodiversitas Indonesia.

Kisah OMAI

Lantas tidak heran, apabila kisah masyhur Pusat Riset OMAI Dexa Group mendapat apresiasi oleh banyak lembaga dan profesi Kesehatan- sebagai peta jalan kemandirian obat nasional.

Produk OMAI Dexa Group- telah teruji pra klinis dan uji klinis, sukses dipasarkan di Indonesia dan di pasar dunia sebagai bukti keunggulan OMAI. Primaniyarta Award dari pemerintah- berulang kali diterima Dexa Group karena kinerjanya yang apik di pasar global- dalam rangka membangun brand global produk-produk obat Indonesia, dan produk obat herbal Indonesia.

Primaniyarta Award tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, serta Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Primaniyarta Award

Ketika pandemi COVID-19 berkecamuk di Indonesia, peran Dexa Group berkontribusi nyata- menyediakan obat yang berkualitas untuk penatalaksanaan COVID-19 dan tentunya produk OMAI- sebagaimana yang tercantum dalam Informatorium OMAI-yang diterbitkan Badan POM.

OGB Dexa

Kehadiran OGB Dexa sejak tahun 1991- juga menjadi tonggak sejarah penting bagi upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan obat yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Adapun kegiatan-kegiatan sosial Dexa Group- sebagai corporate initiative dilakukan secara terukur melalui dharma dexa bersama masyarakat.

Legasi Dexa Group

Jejak emas Dexa Group dirintis secara tekun sebagai kesetiaan kepada bangsa dan negara oleh almarhum Bapak Let.Kol (Purnawirawan TNI AD), Drs. Rudy Soetikno, Apt. sebagai Founder dan istri beliau: Ibu Hetty Soetikno-sebagai Co-Founder. Pak Rudy Soetikno telah memberikan legasi dan keteladanan sebagai apoteker, tentara, dan sekaligus sebagai pengusaha.

Torehan tinta emas Dexa Group, antara lain: sebagai employer of choice, partner of choice, produknya dipasarkan di 4 benua (Asia, Africa, Europe, Nort America), menjadi market leader di dalam negeri dan di luar negeri, lebih dari 1.250 trademark, dan 42 paten di berbagai negara, Top 3 Pharmaceuticals Companies in Indonesia- menjadikan Dexa Group sebagai pride of nation.

from god to great

Dexa Group from Good, to Great. Sebuah jejak panjang implementasi Expertise of the Promotion of Health- yang dikupas sebagai laporan utama oleh majalah Swa Sembada-Edisi Juni tahun 2005- sebagai sebuah proses organik: Jalan Menuju Nomor Satu.

Selamat 52 Tahun Dexa Group, 27 September 2021. Prasetia Eskalasi-Komitmen Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Indonesia, dan Dunia.

27 September 2021. Karyanto & Tim JamuDigital


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: