Jamu SoMan, Mutiara dari Zamrud Kathulistiwa
Tanggal Posting : Selasa, 7 Januari 2020 | 21:37
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 1038 Kali
Jamu SoMan, Mutiara dari Zamrud Kathulistiwa
Gerbang Utama Pabrik Harvest Gorontalo Indonesia berdiri megah berlatar belakang bebukitan di kawasan Gorontalo.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKET PLACE JAMU INDONESIA. Melestarikan kearifan lokal dan mengemasnya dalam bingkai inovasi kekinian memberi daya ledak untuk bersaing ditengah gaya hidup penduduk dunia era digital.

Masyarakat dunia kini semakin peduli atas kesehatan dirinya. Gaya hidup sehat yang tidak hanya bertumpu pada satu aspek saja. Itulah gaya hidup Wellness! Gaya hidup sehat yang tidak hanya berfokus pada satu aspek, seperti makanan misalnya, tetapi juga memperhatikan keadaan fisik dan mental.

Gaya hidup Wellness juga dipandang sebagai sebuah investasi untuk hari tua. Mereka mengantisipasi, jangan sampai kerja keras saat muda, nantinya berakhir dengan kondisi sakit-sakitan ketika sudah menua.

Terkait dengan asupan yang sehat, Indonesia dengan posisi sebagai mega biodiversitas dunia, tentunya tidak sulit menemukan formula dari bahan alam yang tersedia melimpah di tanah air untuk menjaga, menguatkan, dan menyembuhkan ketika tubuh sakit.

Hari ini, Selasa- 7 Januari 2019, saya berkesempatan menyaksikan proses produksi Jamu Tetes SoMan di Gorontalo, Sulawesi Utara. Pabrik Jamu di Gorontalo, yang benar saja? Bukannya, industri Jamu itu sudah mejadi ikon sangat mapan di pulau Jawa?

Mampukah pabrik Jamu di luar pulau Jawa bersaing dengan produk-produk Jamu di pulau Jawa? Sebuah pertanyaan yang niscaya kewajarannya. Jika menilik dari sumber bahan baku, dan gaya hidup minum Jamu di pulau Jawa yang memang lebih lekat dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Nah, disinilah sisi menariknya. Ketika Jamu Tetes SoMan yang saya sebut ‘mutiara’ produk herbal dari Zamrud Khatulistiwa, karena produk Jamu inovatif ini- diproduksi dan dikembangkan di Gorontalo- salah satu kota tertua di Sulawesi tampil menerobos di pasar domestik dan manca negara.

Saat saya berkunjung ke pabrik HGI, saya bertemu dengan Direktur PT HGI, Mohammad Yamin Lahay, General Manajer Operasional Pabrik PT HGI, Zulfitri Maloto dan Djoko Rusdianto, Direktur Business Development, External Affairs & Corporate Secretary PT. Soman Internasional Indonesia.

Salah satu keunikan dari Kota Gorontalo- yang pada 5 Desember 2000 lalu diresmikan sebagai provinsi yang ke-32 di Indonesia adalah dilintasi Garis Khatulistiwa. Garis khatulistiwa adalah daerah di mana sinar matahari selalu tegak lurus terhadap permukaan bumi. Garis khatulistiwa seperti ini biasa disebut dengan ekuator termal.

Provinsi Gorontalo terletak di Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) di Pulau Sulawesi, tepatnya di bagian barat Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayahnya: 12.435,00 KM-2, jumlah penduduk: 1.166.142 Jiwa (2018). Ditengarai, penyebaran diaspora orang Gorontalo mencapai 5 kali lipat dari total penduduk Gorontalo- yang sekarang tersebar di seluruh dunia.

Berita Terkait: Jamu Soman Menembus Pasar China

Harvest Gorontalo Indonesia, Jamu Tetesnya Mendunia
Pabrik PT. Harvest Gorontalo Indonesia (HGI)- produsen Jamu Tetes SoMan dan FitaVest, serta Palma- minyak angin aromaterapi dengan aroma khas buah Pala berada di Pantungo, Telaga Biru, Gorontalo.

Pada Rabu, 22 November 2017, pabrik baru HGI diresmikan, dihadiri oleh Kepala BPOM RI., Penny K. Lukito. Tampak ikut hadir Wakil Gubernur Gorontalo, Bupati Gorontalo, Bupati Boalemo, Wakil Kapolda, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Provinsi Gorontalo.

Pabrik obat tradisional yang beralamat di Pantungo, Telaga Biru, Pantungo, Telaga Biru, Gorontalo dengan produk unggulannya SoMan (Sozo Formula Manggata 1) , dibangun diatas lahan seluas 6,5 hektar, sedangkan luas area pabrik 6.400 m-2.

Saat peresmian pabrik HGI- juga dihadiri mitra distributor dari enam negara: Singapura, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan China. Sebuah pertanda bahwa produk HGI diminati oleh mitra yang akan memasarkannya di pasar internasional.

HGI didirikan pada tahun 2007 dengan nama CV.Harvest Gorontalo Indonesia, kemudian tahun 2012 berubah status menjadi PT. Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) yang diresmikan pada 10 Maret 2012 oleh Owner dan Presiden Direktur PT.HGI.

Berita Terkait: Resep Riyanto Melejitkan Jamu Soman

Berita Terkait: Jamu Soman Bermitra Partner Internasional

Saat saya berbincang-bincang dengan Presiden Direktur HGI, Riyanto pada akhir September 2019 di kantornya Graha Soman, Jakarta, dia mengatakan tidak mimpi untuk memiliki pabrik Jamu SoMan, bahkan kini hingga mampu dipasarkan dibanyak negara.

Namun, rupanya perjalanan hidup Riyanto terus mewarnai kesuksesannya bersama Jamu SoMan. Setahun kemudian, pada 2013 PT. HGI memiliki izin Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tertuang pada Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Nomor: 40/DINKES/279/I/2013.

Seiring kemajuan perusahaan kemudian berkembang dari UKOT menjadi IOT (Industri Obat Tradisional) pada 2017 sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. Nomor FP.02.03/IV/791/2017. Pada 2018, PT. HGI memperoleh sertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) dari Badan POM.

Dalam sistem manajemen mutu, PT. HGI memperoleh Sertifikat ISO 9001: 2008, ISO 9001: 2015 dan penerapan ISO 22000: 2018, Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Adapun sertifikat halal dari MUI Provinsi Gorontalo- diperbarui setiap 2 tahun. Karyanto, Founder JamuDigital. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: