Jamu Gendong Kekinian: Inovasi dan Membangun Brand
Tanggal Posting : Kamis, 16 Juli 2020 | 06:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 452 Kali
Jamu Gendong Kekinian: Inovasi dan Membangun Brand
Komunitas Jamu Gendong Jawa Tengah saat mengikuti Kegiatan Badan POM: FGD dan Bimbingan Tekniks UMKM Jamu dan Jamu Gendong pada Rabu, 15 Juli 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Sesi Bimbingan Teknis pada saat Badan POM mnyelenggarakan Webinar FGD dan BimTek (Bimbingan Teknis) UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong, pada 15 Juli 2020 menampilkan empat pembicara.

Mereka adalah: Nuning S Barwa (Martha Tilaar), Karyanto (Founder JamuDigital), Victor S. RingoRingo (PT. Deltomed) dan Rachmat Sarwono (PT Borobudur).

Kegiatan ini dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Usaha Jamu Gendong untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk Jamu di masa pandemi COVID-19. Diikuti oleh peserta dari UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong yang berada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta berlangsung secara virtual selama dua hari yaitu 15-16 Juli 2020.

Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito membuka dan memberikan arahan- dari ruangan Badan POM Command Center- menegaskan pelaku usaha Jamu Gendong dan UMKM Jamu perlu didukung secara optimal, karena menyangkut banyak aspek, diantaranya aspek budaya, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Berita Terkait: Koordinasi Lintas Sektor Kunci Pengembangan Jamu 

Nuning S. Barwa, Corporate Creative & Innovation Advisor Martha Tilaar Group, Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar membahas Penanganan Bahan Baku Untuk Peningkatan Mutu Jamu. Pokok-pokok bahasan yang disampaikan adalah: Pemanfaatan potensi keragaman hayati Indonesia sebagai dasar untuk bahan baku, Petunjuk pemilihan dan pengelolaan bahan baku yang baik dan benar sehingga bebas kontaminasi, Pengenalan potensi manfaat tanaman.

Karyanto- yang mendirikan media online JamuDigital.Com sejak awal 2017 lalu- menjelaskan bahwa di era digital ini, maka pasar Jamu Gendong harus juga masuk ke pasar digital yang paltformnya sudah banyak tersedia secara gratis untuk dimanfaatkan yaitu marketplace. "Ibu-ibu tinggal memasarkan produknya di pasar digital, tanpa susah-susah membangun pasar online sendiri. Produk Jamu Gendong tinggal dikemas dan diberi brand, maka sudah dapat dipasarkan secara online," Karyanto menyarankan.

Namun Karyanto juga mengingatkan, karena Jamu Gendong ini dijual secara fresh-segar, maka diwanti-wanti untuk tidak menggunakan bahan pengawet buatan, apalagi menambahkan BKO (Bahan Kimia Obat). Keunggulan Jamu Gendong itu salah satunya karena disediakan secara fresh-segar.

"Hal ini yang harus ibu-ibu jaga dan pertahankan, agar Jamu Gendong yang dijual semakin diminati konsumen. Rasanya yang khas, diolah dari bahan alam berkualitas, diproses secara hieginis, dipasarkan saat masih fresh," paparnya.

Victor S. RingoRingo yang membahas tentang perlunya "Inovasi Produk", mengajak para perajin Jamu Gendong untuk terus melakukan inovasi, sehingga ke depan produk Jamu Gendongnya akan semakin diminati masyarakat. Aspek inovasi dapat berupa Formulasi, Kemasan dan Pemasaran. Dengan inovasi diketiga aspek ini, diharapkan bisnis dan market share akan tumbuh.

Sejumlah point penting yang dikemukakan Victor S. RingoRingo adalah: Potensi pasar jamu masih besar dengan pertumbuhan pasar yang relatif tinggi. Jamu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan upaya kesehatan promotif. Inovasi sangat strategis dan penting untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar jamu. Kolaborasi dengan IOT yang inovatif sebagai bapak angkat sangat strategis dalam inovasi produk UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong.

Rachmat Sarwono mengungkapkan pebisnis Jamu harus menerapkan Lima P (Product, Price, Place, Promotion, People). Namun, selain kelima aspek itu, juga yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa produk Jamu itu harus SAEARH (Sae dan Murah- Bagus dan Murah), ujarnya sambil tertawa.

"Ibu-ibu itu harus berani mencoba untuk inovasi. Dari inovasi yang gagal dan berhasil itu akan membawa kemajuan," Rachmat Sarwono menyarankan. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: