Founder Jamu Digital dan CEO Suwe Ora Jamu: Bincang Jamu untuk Millenial
Tanggal Posting : Rabu, 18 September 2019 | 09:20
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 293 Kali
Founder Jamu Digital dan CEO Suwe Ora Jamu: Bincang Jamu untuk Millenial
Founder Jamu Digital, Karyanto dan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi Setiabudi di Kafe Suwe Ora Jamu, Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

JamuDigital.Com- MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Membicarakan potensi Jamu Indonesia itu ternyata sangat luas, ibaratnya juga seluas tanaman Jamu yang terhampar di seantero bumi Nusantara. Kali ini, Jamu Digital ingin mengupas Jamu untuk millenial.

Generasi millenial, memiliki ciri yang melekat dalam kesehariannya, yaitu: digital, dan komunitas. Gaya hidup anak millenial, pasti sarat dengan dunia digital, dan berkelompok dalam berbagai komunitas yang dihubungkan dengan piranti yang serba digital.

Nah, jika Founder Jamu Digital, Karyanto berbincang dengan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi Setiabudi membahas Jamu dalam perspektif anak millenial, tidak saja di Indonesia, tetapi juga di luar negeri, tentunya seru jadinya.

"Saya sebetulnya sudah sekitar satu tahun yang lalu ingin diskusi dengan Mba Nova. Setahun yang lalu, saya sudah mampir di Kedai Suwe Ora Jamu ini. Sudah nyoba juga ramuan jamunya ...," ungkap Karyanto saat bersua dengan Nova Dewi Setiabudi di Kedai Suwe Ora Jamu, Jalan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 17 September 2019.

Jamu Digital dan Suwe Ora Jamu, memiliki irisan platform yang inline dalam hal branding Jamu. Jamu Digital mendukung branding Jamu melalui platform media online dan marketplace Jamu, sedangkan Suwe Ora Jamu melakukan branding Jamu melalui Kedai Jamu, Workshop Pembuatan Jamu di Dalam Negeri dan Luar Negeri yang menyasar generasi millenial.

Ke depan tidak tertutup kemungkinan, keduanya bersinergi untuk sama-sama mengenalkan Jamu ke masyarakat dunia. "Yuk kita coba bikin program bersama, apa yang dapat kita kolaborasikan," ujar Nova Dewi bersemangat.

Suwe Ora Jamu

Berikut ini, diskusi sambil minum Jamu antara Founder Jamu Digital, Karyanto dengan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi Setiabudi:

  • Apa kesan-kesannya melakukan perjalanan ke Luar Negeri promosikan pembuatan Jamu?

Senang melihat antusias dan ketertarikan peserta tentang Jamu, pembuatannya dan manfaatnya.

  • Di negara mana saja yang sudah di edukasi?

Baru saja saya mendapat kesempatan mengenalkan pembuatan dan minum jamu di Amerika Serikat. Sebelumnya di Singapura, Malaysia, Vietnam dan Jepang.

  • Apa temuan-temuan yang bisa diceritakan selama promosi Jamu di Luar Negeri?

Dalam perjalanan saya ke luar negeri, saya bertemu peminat Jamu, baik orang Indonesia yang sudah tinggal lama di sana, maupun penduduk lokal setempat. Saya mengamati bahwa trend hidup sehat dan "awareness" mengkonsumi bahan minuman kesehatan sudah berkembang di negara-negara tetangga.

Meskipun di negara-negara yang saya kunjungi mempunyai kearifan lokal yang seperti "Jamu", misalnya: di Jepang mereka punya (Kanpo) dengan bahan bahan alami dan natural seperti Jamu juga, namun dengan ramuan/racikan budaya dan bahan-bahan yang tersedia di negara-negara tersebut dalam bentuk fresh/simplisia atau bahan rempah yang sudah dikeringkan/bahan rempah yang sudah di process menjadi bubuk.

Ketertarikan pengunjung dan peserta tentang Jamu lebih karena ingin belajar dan ingin mengetahui budaya Jamu Indonesia. Mereka sangat tertarik ketika mengetahui Jamu originally from Indonesia, adiluhung Indonesia, dan mereka ingin dapat meracik Jamu sebagai upaya mereka hidup sehat, natural dan alami.

  • Bagaimana strategi mendekatkan Jamu kepada millenial?

Strategi untuk millenial, karena mereka generasi yang sangat kritis, namun belum mengenal Jamu, belum mencoba jamu, menurut saya: pengenalan dan edukasi tentang Jamu dilakukan beriringan supaya mereka bangga minum Jamu, dan suka minum Jamu seperti mereka suka minum kopi, atau boba tea yang sangat popular saat ini. Jamu diramu sebagai minuman yang dapat dikonsumi anak-anak milenial. Dimana rasa, kemasan dan penyajian disesuaikan dan didekatkan dengan budaya dan minat generasi millenial.

  • Ceritakan proses pembelajaran dalam mengelola Kafe Jamu?

Point-point terpenting buat saya sebagai penyedia tempat Kedai Jamu adalah pelayanan pelanggan. Pelanggan yang datang ke cafe Jamu mempunyai ekspektasi dimana pengalaman mereka sangat penting dalam menikmati Jamu. Senang bertemu banyak pelanggan, setiap hari adalah proses belajar. Bagaimana pandangan customer tentang Jamu sebagai produk, bagaimana tamu menikmati dan minum Jamunya, menikmati ruang dan suasana di cafe Suwe Ora Jamu.

  • Gimana ya, agar Jamu dapat menjadi life style para millenial?

Agar Jamu dapat menjadi gaya hidup milenial, di Suwe Ora Jamu kita mengajak generasi millenial untuk kembali mengenal akar budaya, membangun kebanggaan Jamu sebagai minuman Indonesia yang keren dan kekinian, tidak hanya minum kopi.

Mencintai kembali Jamu, percaya Jamu itu sehat, minum Jamu itu keren, dan minum Jamu itu Indonesia. Generasi millenial adalah generasi digital, dan selalu diajak meng-ekplorasi rasa & manfaat, sehingga kecintaan untuk dapat menjaga dan melestarikan bersama akan timbul dari mereka. Mereka adalah generasi yang akan meneruskan dan menjaga budaya minum Jamu dan merawat alam Indonesia, mengenalkan budaya ke generasi muda mendatang berikutnya di Indonesia dan di luar Negeri.

Nova Dewi menjelaskan bahwa pada saat ini, cabang Cafe Suwe Ora Jamu ada empat: Kedai Suwe Ora Jamu Petogogan, Bar Jamu Salihara, Bar Jamu Alun-Alun Grand Indonesia. Dan segera menyusul pada bulan Oktober 2019 di MBLOC (lokasinya diantara MRT Blok M & ASEAN). Semuanya di Jakarta.

Suwe Ora Jamu juga bermitra di Paviliun 28 (Kulinari Sinema, Jalan Petogogan-Jakarta) dan Suwe Ora Jamu (Kedai Kopi & Jamu) di Warung Buncit- di dalam komplek Pizza Hut.

Nova Dewi Setiabudi, lahir di Surabaya- menghabiskan masa kecilnya di Kota Pahlawan, Jawa Timur. Kemudian pindah ke Australia pada 1994-2001 untuk melanjutkan kuliah hingga pascasarjana. Pernah tinggal di Beijing-Cina selama setahun (2001-2002) untuk Studi Bahasa & Budaya.

Nova Dewi kembali melanjutkan kegiatannya di Sydney pada tahun 2002-2007, berkarir di berbagai industri, sembari mengembangkan minatnya mempelajari penyembuhan dengan herbal, nutrisi dan pengolahan makanan.

Pada 2007 kembali ke Surabaya untuk mendukung bisnis keluarganya. Dan pada tahun 2012, Nova Dewi ingin merasakan dinamika dan hiruk-pikuknya Ibu Kota Indonesia dengan mulai mengembangkan Jamu, hingga akhirnya mendirikan Kafe Suwe Ora Jamu. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: