Direktur Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono: Akan Memasarkan Jamu Wilwatikta ke Pasar Global
Tanggal Posting : Rabu, 27 November 2019 | 06:55
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 219 Kali
Direktur Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono: Akan Memasarkan Jamu Wilwatikta ke Pasar Global
Direktur Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono bersama para tamu undangan Grand Opening Acaraki, Kemang, Jakarta Selatan, 17 November 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Direktur PT. Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono menjelaskan bahwa produk Jamu Wilwatikta sejak awal didisan untuk pasar internasional, dan tentunya juga untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.

"Prinsip utama Jamu Wilwatikta mengedepankan integritas bahan. Oleh karena itu, bahan yang dipakai Wilwatikta adalah bahan murni tanpa tambahan Gula, Perisa, Kimia maupun Pengawet," jelas Jony Yuwono kepada Redaksi JamuDigital.Com, Selasa, 26 November 2019.

Jamu Wilwatikta kini tersedia varian Beras Kencur dan Kunyit Asem, dan sudah disiapkan enam varian lainnya yang belum diluncurkan. Wilwatikta saat ini dijual di Café Jamu Acaraki dan melalui Tokopedia. Karena ini merupakan produk yang berbeda dengan produk Jamu pada umumnya, sehingga membutuhkan edukasi yang lebih untuk memahami keunggulan produk tersebut, Jony Yuwono menambahkan.

Jamu Wilwatikta mulai dikenalkan pada saat Grand Opening, Café Jamu Acaraki, di Kemang Jakarta Selatan, Minggu, 17 November 2019.

Pada saat acara itu, Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito memberikan kata sambutan, dan tampak hadir, antara lain: Presiden Komisaris PT. Sinde Budi Sentosa, Budi Yuwono, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, Mayagustina Andarini.

Berita Terkait #Jamu Wilwatikta, Klik: Grand Opening Cafe Jamu Acaraki Kemang

Sri Wahyono

Keterangan Foto: Plant Manager PT Sinde Budi Sentosa, Sri Wahyono dan Founder JamuDigital, Karyanto di pabrik tempat memproduksi Jamu Wilwatikta di PT Sinde Budi Sentosa, Bekasi, Jawa Barat.

Jony Yuwono menjelaskan bahwa Wilwatikta adalah simbol kerajaan Majapahit dengan matahari bersudut 8. Konon, sesuai dengan 8 sudut dari Wilwatikta, Jamu Gendong menjajakan 8 jenis Jamu dengan filosofi siklus hidup manusia.

PT Acaraki Nusantara Persada Acaraki adalah anak perusahaan PT. Sinde Budi Sentosa, produsen minuman kesehatan berbasis Jamu dengan produk unggulan "Larutan Penyegar Cap Badak", yang dikenal oleh mayarakat Indonesia sebagai Jamu untuk panas dalam sejak tahun 1980. Acaraki adalah Kedai Jamu modern yang menyajikan Jamu dengan teknik penyeduhan kontemporer.

Acaraki mengolah bahan baku jamu dari berbagai pelosok Indonesia dan berupaya mndapatkan bahan baku berkualitas langsung dari petani rempah.

Untuk meningkatkan kualitas dan integritas bahan baku jamu yang digunakan Acaraki telah bekerja sama dengan BALITTRO (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Bogor dan melakukan pembinaan terhadap para petani rempah agar mendapat bahan baku yang berkualitas baik.

Acaraki juga merupakan mitra co-branding Kementerian Pariwisata yang mendukung program Wonderful Indonesia dengan memperkenalkan sejarah dan budaya jamu kepada wisatawan domestic dan internasional.

Acaraki mempunyai visi untuk ‘menjamu dunia’ dengan memperkenalkan jamu warisan budaya leluhur kita kepada masyarakat dunia. Harapannya agat dengan memperkenalkan jamu pada pasar dunia, maka akan ada peningkatan pasar rempah bahan baku jamu, sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi petani rempah di Indonesia.

Diproduksi Sesuai CPOTB
Menurut Plant Manager PT. Sinde Budi Sentosa, Sri Wahyono bahwa Jamu Wilwatikta diproduksi difasilitas produksi PT. Sinde Budi Sentosa yang sudah bersertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).

"Jamu Wilwatikta yang sudah diproduksi dua varian, yaitu Beras Kencur dan Kunyit Asem. Kami juga sedang menyiapkan produk Jamu Wilwatikta lainnya, diantaranya untuk kebugaran," jelasnya saat mengajak keliling Founder JamuDigital, Karyanto keliling pabrik yang digunakan memproduksi Jamu Wilwatikta di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis, 21 November 2019.

Sri Wahyono- apoteker alumni UGM ini sudah bergabung dengan Sinde Budi Sentosa sejak tahun 1997, pada waktu itu sebagai Manajer Produksi.

Kemasan klasik Jamu Wilwatikta, juga unik, karena penggemar Jamu dapat langsung menyedu Jamu Wilwatikta dengan air panas- kemasan tinggal dikaitkan di bibir gelas, tuang air panas sesuai takaran, maka ampasnya tertinggal di dalam kemasan, sehingga Jamu yang diminum tanpa ampas. Namun, jika ingin diminum dengan ampasnya juga boleh. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: