Dexa Medica Produksi Obat COVID-19, Tepat Guna dan Tepat Waktu
Tanggal Posting : Senin, 13 April 2020 | 07:48
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2949 Kali
Dexa Medica Produksi Obat COVID-19, Tepat Guna dan Tepat Waktu
Program KompasTV, SAPA MALAM membahas Produksi Obat COVID-19 PT. Dexa Medica, Minggu malam, 12 April 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Di tengah pandemi Corona-COVID-19 yang sedang melanda Indonesia, PT Dexa Medica memproduksi obat-obat untuk COVID-19. Sebuah langkah yang tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran.

Bahkan, PT. Dexa Medica mendonasikan obat-obatan untuk pasien COVID-19 yang saat ini sangat diperlukan tersebut, dan juga alat kesehatan senilai lebih dari Rp.5,1 miliar. "Donasi Obat COVID-19 dari Dexa Medica ini: Tepat Guna dan Tepat Waktu. Pasien diharapkan  terbantu dengan donasi obat COVID-19 ini."

Kemarin malam, Minggu, 12 Aprill 2020, Raymond R. Tjandrawinata, Director Business & Scientific Development Dexa Medica Group dalam perbincangan di KompasTV  dalam Program SAPA Malam menjelaskan tentang keprihatinannya saat COVID-19 terjadi di Indonesia. Pada waktu COVID-19 mulai terjadi, kami sudah memikirkan bagaimana penyediaan obat di Indonesia untuk pasien-pasien COVID-19 nanti.

"Kami pada waktu yang tepat mendapatkan izin edar dari Badan POM, dan kemudian juga mendapatkan bahan baku dari produsen bahan baku, bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan Badan POM dan lain-lain. Kami dapat mendatangkan bahan baku tersebut, sehingga Hydroxychloroquien dapat diproduksi oleh PT. Dexa Medica. Sebagian sudah kita sumbangkan ke rumah sakit rujukan di Indonesia," ungkap Raymond T. Tjandrawinata.

Ikut menjadi narasumber pada Progam SAPA Malam KompasTV semalam adalah Tenaga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden), Ali Mochtar Ngabalin, Juru Bicara RS Persahabatan, dr. Erlina Burhan.

Sebelumnya, Direktur PT. Dexa Medica, Hery Sutanto menjelaskan bahwa Dexa Medica mendonasikan sebanyak 100.000 tablet Hydroxychloroquin, 50.000 tablet Azithromycin, dan 240.000 tablet Chloroquin/Riboquin. Obat-obatan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan untuk sekitar 5.000 sampai 12.000 pasien- yang terjangkit COVID-19.

"Obat Hydroxychloroquin sangat dibutuhkan untuk penderita Covid19. Tetapi bahan bakunya sangat sulit diperoleh, karena menjadi rebutan di pasar global dari banyak negara," ungkapnya saat menyampaikan sambutan pada "Penyerahan Bantuan Obat-obatan dan Alat Kesehatan yang digalang oleh Badan POM" di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Selasa, 07 April 2020.

Hery Sutanto saat dihubungi Redaksi JamuDigital.Com, pada Rabu pagi, 8 April 2020 mengatakan bahwa donasi saat ini hanya ditujukan untuk Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit Pemerintah yang menangani pasien COVID-19. "Karena stok terbatas, jangan sampai tidak tepat sasaran ke orang-orang yang tidak sakit COVID-19, kasihan nanti yang sudah terinfeksi COVID-19," ungkapnya.

Dexa Medica, sebelumnya telah mendonasikan suplemen dan vitamin, seperti: STIMUNO, Lecoxy dan lain-lainnya kepada para Tenaga Medis yang berada di garda terdepan dalam menangani pandemi COVID-19.

Berita Terkait: Dexa Medica Donasi Obat COVID-19 dan Alkes Senilai Rp.5,1 M

Dialog KompasTV dengan Raymond R. Tjandrawinata

Host KompasTV: Pak Raymond, Anda dalam konferensi pers kemarin bilang siap untuk mendukung obat yang dibutuhkan oleh pemerintah teutama 3 jenis obat Hydroxychloroquin, Azithromycin, dan Chloroquin. Sejauh ini produksi dan distribusinya seperti apa?

Raymond R. Tjandrawinata: Ya betul, atas dasar keperihatinan kami akan terjadinya COVID-19 di Indonesia ini. Pada waktu mulai COVID-19 ini terjadi, kami sudah memikirkan bagaimana penyediaan obat di Indonesia untuk pasien-pasien. Ddan pada waktu yang tepat sekali, kami mendapatkan izin edar dari Badan POM, dan juga mendapatkan bahan baku dari produsen bahan baku. Kemudian kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan Badan POM dan lain-lain. Kami dapat mendatangkan bahan baku tersebut sehingga Hydroxychloroquin telah dapat diproduksi oleh PT Dexa Medica. Dan sebagian sudah kita sumbangkan ke rumah sakit rujukan di Indonesia.

Jadi dalam hal ini, kami sudah memberikan 5.000 untuk pasien Covid-19 di Indonesia Hydroxychloroquin, kemudian yang akan datang Chloroquin mulai minggu depan juga akan kita distribusikan untuk 12.000 pasien di Indonesia. Jadi itu adalah komitmen yang kita berikan, disamping itu Hydroxychloroquin dan Chloroquin kami juga menyediakan Azithromycin karena dalam protokolnya Hydroxychloroquin dalam penelitian di Prancis menunjukkan bagus sekali, apabila ditambah dengan kandungan Azithromycin.

Jadi penyediaan kami adalah atas dasar jumlah pasien yang ada di Indonesia dan kami juga mempunyai motto "Expertise for The Promotion of Health", sehingga kami memperhatikan bahwa kami tepat waktu tepat, tepat guna dalam keadaan ini.

Host KompasTV: Pak Raymond kemarin dalam konferensi pers salah satu direksi PT Dexa Medica juga bilang bahwa untuk mendapatkan bahan-bahannya cukup sulit bisa digambarkan seberapa sulit, karena saya masih membayangkan kita harus berebutan dengan negara-negara lain ya?

Raymond R. Tjandrawinata: Ya jadi betul. Jadi kita lihat bahwa di China sendiri dan negara lain menjadi lockdown. Dengan lockdown tersebut tidak hanya di negara tetapi juga di berbagai kota. Sehingga kalau kita lihat suatu produksi bahan baku, kita menghubungi KBRI dan Kementerian disetiap negara, agar kita dapat mendapatkan bahan baku. Mereka semua men-support dalam hal ini. Kami sangat mengapresiasi mereka, sehingga kami mendapatkan bahan baku secara tepat waktu.

Host KompasTV: Pak Raymond yang ingin saya tanyakan dalam soal vaksin, apakah kemudian PT Dexa Medica dan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia, apakah sedang megembangkan vaksin untuk COVID-19, sama seperti di negara-negara lain?

Raymond R. Tjandrawinata: Di Indonesia belum mengembangkan vaksin. Ada 115 macam vaksin yang terus dikembangkan di seluruh dunia. Sebanyak 78 sudah aktif dan ada beberapa yang masih tergantung di uji klinik. Tapi menurut saya, apabila kita ingin mendapatkan vaksin memakan waktu hingga 6 bulan atau 1 tahun ke depan. Jadi dengan adanya Hydroxychloroquin maupun Chloroquin itu memberikan harapan baik sekali bagi pasien COVID-19 di Indonesia.

Dan untuk dr. Erlina bahwa Hydroxychloroquin sudah kami drop di rumah sakit rujukan, baik rumah sakit di Jakarta maupun di daerah. Jadi untuk hal ini, dokter dapat  menanyakan kepada apoteker bahwa mereka sudah menerima Hydroxychloroquine di tempat farmasi mereka. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: