Denyut Pasar Jamu Nguter, Saat COVID-19 Bergolak
Tanggal Posting : Rabu, 15 April 2020 | 09:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 475 Kali
Denyut Pasar Jamu Nguter, Saat COVID-19 Bergolak
Harapan penjual Jamu di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah agar budaya minum Jamu masyarakat Indonesia dapat ditumbuhkan.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Popularitas Jamu saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia mendadak mencuat. Empon-Empon jadi primadona, mendadak laris manis, seiring kemanfaatannya meningkatkan daya tahan tubuh, agar imunitas tubuh mampu menangkal virus.

Selayaknya kredo hukum ekonomi, saat supply and demand tidak dalam equilibrium, maka terjadi kenaikan harga. Seiring naiknya permintaan yang signifikan, maka harga empon-empon juga naik. Sebuah momentum yang dapat meningkatkan trust masyarakat atas manfaat Jamu asli Indonesia untuk dapat dijadikan gaya hidup sehat- Healthy Life Style, di masa yang akan datang.

Berita Terkait: Temulawak dan Kunyit, Aman Dikonsumsi

Rupanya, euforia minum Jamu itu tidak cukup lama berlangsung, karena memang harus diakui hingga kini, bahwa budaya minum Jamu bangsa Indonesia masih harus terus digaungkan, sehingga menjadi gaya hidup sehat dengan minum Jamu. Beragam program sudah diluncurkan, seperti Bude Jamu (Bugar dengan Jamu) yang sudah cukup lama digalakkan oleh Kemenkes.

Tahun lalu, Sukoharjo- Jawa Tengah bahkan ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Jamu, dengan sentral kegiatannya dipusatkan di Pasar Jamu Nguter, yang waktu itu- disalah satu sudutnya dijadikan Kafe Jamu Sukoharja, melengkapi dinamika Pasar Jamu Nguter yang dapat dijadikan percontohan daerah lain.  

Berita Terkait: Romantika Sukoharjo Sebagai Destinasi Wisata Jamu

Untuk melongok kondisi Pasar Jamu Nguter, saat pandemi COVID-19 berlangsung, Redaksi JamuDigital.Com pada Selasa, 14 April 2020 menghubungi sejumlah penjual Jamu di Pasar Jamu Nguter di Sukoharjo- Jawa Tengah, yaitu: Supriyanto, Martutik, Maryanti, dan Suwarsi Moertedjo, Ketua Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI).

Secara umum pengaruh COVID-19, Supriyanto mengisahkan berdampak pada penurunan penjualan Jamu,  hanya bahan tertentu saja yang banyak dicari orang. Yaitu, bahan yang berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, misal: Meniran, Jahe, Temulawak, Kunyit.

Menekuni berjualan Jamu sejak tahun 1994, Supriyanto berharap agar ke depan, Jamu dapat menjadi tuan di negeri sendiri. "Jamu benar-benar menjadi ikon dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Maka, dengan sendirinya  dapat mengangkat kesejahteraan petani Jamu, pedagang sampai dengan UKM Jamu," urainya.

Martutik yang sudah berjualan Jamu sekitar 15 tahun- menempati disalah satu kios di Pasar Jamu Nguter menjelaskan bahwa COVID-19 memang ada beberapa jamu yang meningkat penjualannya, khususnya empon-empon, dan ramuan rempah-empah untuk wedang Uwuh.

"Yang kita harapkan sebetulnya, bagaimana masyarakat Indonesia itu memiliki kebiasaan minum Jamu yang alami dan asli," harap Martutik dan juga Maryanti. Dengan budaya minum Jamu, agar tubuh tetap sehat, maka prospek penjualan Jamu dapat berkesinambungan, dan ini akan menggerakkan denyut para petani tanaman Jamu, produksi dan penjualan Jamu di pasar Nguter.

Berita Terkait: Pasar Jamu Nguter, Saksi Budaya Minum Jamu

Berita Terkait: Harmoni Destinasi Wisata Jamu Terbesar Indonesia

Jamu Nguter

"Sebagai pengurus KOJAI, saya juga kasihan. Semoga virus Corona ini segera berlalu, karena dampaknya juga mempengaruhi pada simpan-pinjam koperasi, anggota jadi tidak lancar angsurannya seperti biasanya. Kondisi seperti saat ini, juga berdampak besar pada UMKM Jamu. Mau merumahkan karyawan kasihan, tidak dirumahkan tidak dapat membayar gaji karyawan," tutur Suwarsi Moertedjo menambahkan.

Denyut nadi Pasar Jamu Nguter akan terus berlanjut, harapan terus dicita-citakan oleh para penjual Jamu yang sudah menekuni profesi ini turun-temurun. Potensi sumber daya alam Indonesia melimpah, SDM sudah tersedia, histori budaya minum Jamu sudah diwariskan. Kini tugas kita bersama, untuk membesarkannya, sehingga Jamu Indonesia Mendunia! Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: