Business Matching BPDN Tembus Rp. 214 T. Potensi Bagi Produk Farmasi TKDN Tinggi
Tanggal Posting : Jumat, 25 Maret 2022 | 04:22
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 220 Kali
Business Matching BPDN Tembus Rp. 214 T. Potensi Bagi Produk Farmasi TKDN Tinggi
Obat Modern Asli Indonesia- OMAI yang ada di dalam e-Katalog BRIN, untuk dijadikan rujukan pada saat pengadaan oleh pemerintah, memiliki TKDN hingga 90%.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Penyelenggaraan  Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri (BPDN) di Nusa Dua Bali pada 22-24 Maret 2022, mencapai komitmen Rp. 214,1 T dan dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI)-sebagai transaksi belanja produk dalam negeri selama tiga hari.

Atas hasil ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasinya.

"Kata- kata pertama dari saya, hanya bisa katakan luar biasa atas capaian ini," kata Menko Marves Luhut sebagaimana siaran pers Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dalam hal ini tim yang telah ikut mensukseskan acara ini. "Saya jujur tidak terbayangkan buahnya seperti ini," ujar Luhut.

Ia berharap capaian komitmen transaksi, sebesar Rp. 214,1 triliun, terus meningkat hingga mencapai target Rp. 400 triliun pada 2022.

Produk Farmasi yang memiliki TKDN tinggi, memiliki potensi untuk dijadikan program Belanja Produk Dalam Negeri. Produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI), memiliki TKDN yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 90%.

Sebagaimana dikemukakan oleh President Director PT. Dexa Medica, V Hery Sutanto yang menyambut baik optimalisasi OMAI pada e-Katalog BRIN untuk pengadaan/pembelian oleh pemerintah, karena OMAI memiliki TKDN hingga 90%, dan ke depan dapat menjadi solusi alternatif untuk kemandirian obat nasional.

Mengutip website Dexa Group, disebutkan bahwa Dexa Group telah memproduksi 63% produk OMAI Fitofarmaka dari 57 item Fitofarmaka yang terdaftar dalam Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM. Sementara Obat Herbal Terstandar (OHT) yang diproduksi Dexa Group mencapai 26% dari 125 NIE Badan POM.

Director of Research and Business Development PT Dexa Medica, Dr. Raymond Tjandrawinata menyebutkan hilirisasi OMAI sebagai produk ber-TKDN tinggi bahkan ada yang mencapai 90%, sangat berpotensi menjadi substitusi impor bahan baku obat untuk kategori obat tertentu.

"Saat ini OMAI Dexa Group telah diekspor ke mancanegara seperti Filipina, Kamboja, Nigeria, dan Myanmar. Apabila pemerintah terus mendorong hilirisasi produk OMAI, maka industri dan peneliti akan berlomba-lomba untuk meneliti, mengembangkan, dan memproduksi bahan baku alam Indonesia menjadi bahan baku obat," ungkap Dr. Raymond Tjandrawinata.

Optimis Komitmen Belanja Produk Dalam Negeri Rp. 400 T Pada 2022

Kementerian Perindustrian  optimistis, dari potensi belanja pemerintah pusat dan daerah yang mencapai Rp. 1.071,4 Triliun, sebesar Rp. 400 Triliun di antaranya akan diserap melalui komitmen belanja produk-produk dalam negeri sepanjang tahun 2022.

Hal itu dikatakan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita karena dalam penyelenggaraan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri di Nusa Dua Bali pada 22-24 Maret 2022 mendapatkan antusias yang cukup tinggi.

"Per sore ini menembus angka Rp. 200 Triliun," kata Agus Gumiwang saat acara penutupan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022 di Nusa Dua Bali, Kamis, 24 Maret 2022.

Capaian komitmen sebesar Rp. 214,1 triliun dalam waktu tiga hari selama pelaksanaan Business Matching Belanja ini, dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai transaksi terbesar belanja produk dalam negeri selama tiga hari.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa angka ini masih jauh dari target sebesar Rp. 400 triliun. Namun ia tetap optimis bahwa target tersebut akan tercapai pada 2022.

Menurut Agus Gumiwang, Business Matching merupakan langkah awal launching komitmen bersama dari Kementrian/ Lembaga, BUMN dan Pemerintah Daerah.

Ada 15 K/L yang tercatat sebagai penyumbang terbesar dari komitmen belanja produk barang dan jasa UMKM di dashboard Kemenperin. Diantaranya adalah Kementerian PUPR, Kmenterian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, Kepolisian RI., Kementerian Hukum dan HAM, Kemendikbudristek,

Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Peridustrian, Kemenkop UKM, dan Badan Pusat Statistik. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: