Brand Jamu Irwan Hidayat, Tolak Miskin
Tanggal Posting : Senin, 19 Oktober 2020 | 09:22
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 594 Kali
Brand Jamu Irwan Hidayat, Tolak Miskin
Foto saat saya berkunjung di markas besar Sido Muncul, Semarang, awal Tahun 2017. Irwan Hidayat memilih branded house untuk menjadi brand architecture produknya.

JamuDigotal.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Banyak pebisnis yang tidak peduli dengan brand, bahkan tidak masuk dalam strategi perusahaan. Ah.. brand itu kan hanya sekedar nama, sekedar logo, tidak pentinglah itu.

Sejatinya brand produk Jamu Anda, adalah asset tidak berwujud (intangible assets)- yang boleh jadi nanti nilainya dapat lebih besar dari asset berwujud (tangible assets)- perusahaan yang Anda miliki.

Banyak brand dunia tetap melegenda, kendati produk dari brand itu sudah tidak beredar di pasar. Kodak, misalnya mewakili produk fotografi. Walau kini produk Kodak sudah hilang dipasaran, brandnya masih melekat dibenak konsumen.

Case di dalam negeri, misalnya Teh Sariwangi, kendati perusahaannya sudah pailit, tetapi produk dengan brand tersebut kini masih beredar di pasar. Koq bisa.., aneh bukan?

Ya, karena brand tersebut telah dibeli oleh perusahaan lain, dan sekarang digunakan oleh perusahaan itu untuk memproduksi produk dengan brand yang sama yaitu Teh Sariwangi.

"Dimasa mendatang, membangun merek pembeda dan nilai-nilai dari merek itu akan menjadi aktivitas kunci dalam ekonomi citra. Perusahaan akan harus menempatkan fokus yang lebih besar pada pengelolaan asset-asset tidak berwujud ini," demikian pesan Keint Wertime dalam bukunya: Building & Branding Believers.

Benyamin Franklin adalah orang pertama yang memperkaya informasi iklan dengan menambah ilustrasi, sehingga efek iklan semakin kuat. Kekuatan utama iklan terletak pada bahasa, gambar, serta kreatifitas tampilan. Nah yang ini, salah satunya ada didalam pelajaran Copywriting.

Efek langsung dan cepat terhadap penjualan menjadi salah satu ukuran keberhasilan iklan. Makanya, memproduksi iklan, dengan bahasa, gambar, ilustrasi, audio-video hendaknya digarap secara cermat. Salah satu yang penting adalah membuat Copywriting yang menerkam benak customer.

Brand Architecture, agar Beli Lagi-Beli Lagi

Pencapaian kinerja brand yang pasti diharapkan oleh pebisnis adalah produk/jasanya dibeli lagi-dibeli lagi. Artinya membangun loyalitas customer.

Nah, jadi..,brand bukan sekedar nama...bukan sekedar logo...tapi respek pelanggan untuk terus menggunakan produk/jasa Anda.

Mendeliver brand tentu perlu strategi yang njlimet, perlu keterlibatan banyak departemen di perusahaan, karena semua elemen perusahaan dapat berperan sebagai brand ambassador.

Brand Jamu Irwan Hidayat Tolak ’Miskin’

Suatu hari, bos Sido Muncul mengirim pesan wa ke saya tentang produk Kapsul JSH. Saya menulisnya dalam artikel di JamuDigital, berjudul: Penjelasan Irwan Hidayat Tentang Kapsul JSH. Hingga saya menulis artikel ini (19 Oktober 2020), artikel itu telah dibaca sebanyak: 22.995 Kali.

Dilain waktu, Irwan Hidayat mengabarkan bahwa dia baru saja dikunjungi Dubes Uzbekistan ke Kantor Sidomuncul di Jakarta. Lain hari- dia mengirim pesan lagi tentang SPIRIT Hotel TENTREM membuka Lapangan Kerja dan Ekonomi Kota Semarang.

Info-info tersebut, kemudian saya muat di JamuDigital, sebagai bagian edukasi bahwa bos perusahaan juga perlu ikut cawe-cawe membangun corporate image, dan product branding.

Tindakan Iwan Hidayat ini, adalah bentuk tanggung-jawabnya untuk ikut serta membangun branding produk dan citra perusahaannya. Saya yakin, Irwan Hidayat pasti punya tim yang solid untuk urusan branding.

Bahwa, Bos juga harus terilibat intim dalam membangun brand architecture- inilah kata kuncinya!

Pakar Brand- Subiakto Priosoedarsono- atau biasa disapa Pak Bi dalam satu virtual workshopnya tentang; 15 Langkah Magnet Branding, dalam salah satu sesi pembahasannya mengupas Brand Architecture. Praktisi brand yang sudah berkiprah selama lebih 50 tahun sejak tahun 1969 ini, merinci plus-minus dari keputusan mengambil salah satu model dari brand architecture.

Dalam hal branding Tolak Angin- yang dijadikan pilihan Irwan Hidayat, maka ini menggunakan brand architecture: Branded House.

Maka produk Tolak Angin menggurita menjadi banyak varian: Tolak Angin Bebas Gula, Tolak Angin Anak, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Tablet, Permen Tolak Angin, Permen Tolak Angin Bebas Gula, Tolak Angin Care, Tolak Angin Anak Botol Kaca dan Tolak Linu.

Pilihan ini, untuk urusan biaya branding jadi hemat, karena varian produk berikutnya, tidak perlu biaya banyak- sudah ikut nempel brand yang jadi induknya. Mungkin saja, ini salah satu cara hemat ala Irwan Hidayat untuk membangun branding jamunya.

Strategi jitu Irwan Hidayat mengarsiteki brand jamunya, juga berkah bagi Irwan Hidayat, karena dia Tolak ’Miskin’ maka tidak heran, jika kemudian dia banyak melakukan kegiatan sosial dibanyak segmen.

Tolak ’Miskin’-nya memberi banyak manfaat untuk orang lain. (Note: Saya sudah minta ijin Pak Irwan Hidayat untuk membikin judul Tolak ’Miskin’ ini, sekedar untuk memberi ilustrasi brand architecture yang dibangunnya dan sukses di pasar).

Depok, 19 Oktober 2020

*Karyanto, Founder JamuDigital- Jamu Mendunia

Profil Karyanto, klik link-link dibawah ini:

Founder JamuDigital, Upaya Menduniakan Jamu

Mendigitalkan Edukasi Jamu 

Jago Bikin Branding Jamu


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: