Bisnis Jamu Naik Daun, Selama COVID-19
Tanggal Posting : Selasa, 25 Mei 2021 | 05:46
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1432 Kali
Bisnis Jamu Naik Daun, Selama COVID-19
Menjadikan Jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri, saatnya Jamu menjamu dunia. Pemerintah menganggarkan belanja Jamu untuk digunakan di Faskes.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pandemi COVID-19 tentunya menjadi keprihatinan kita semua, namun dibalik musibah ini ada berkah bagi pebisnis Jamu. Sebagai negara penghasil Jamu dari bahan alam biodiversitas Indonesia, potensi ini dapat menjadi keunggulan daya saing bangsa.

Memperingati Hari Jamu Nasional 2021"Memanfaatkan Peran Jamu untuk Memelihara Kesehatan Masyarakat", Media Jamu Indonesia-JamuDigital mewawancarai sejumlah tokoh Jamu Nasional untuk membahas berbagai peluang dan tantangan Jamu Indonesia.

Kali ini ditampilkan pandangan dari Ning Harmanto, Ketua DPD GP. Jamu DKI Jakarta, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Mahkotadewa Indonesia. Kita simak yuks, kiat-kiatnya!

Peran Jamu untuk Kesehatan

Bagaimana kondisi bisnis Jamu saat pandemi COVID-19 ini?

Bisnis jamu termasuk yang tengah naik daun di era pandemi COVID-19. Khasiatnya sebagai penjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu faktor utama yang membuat produk obat tradisional terus dicari selama pandemi berlangsung.

Jamu menjadi terangkat, karena masyarakat jadi lebih menyukai Jamu sehingga ada peningkatan penjualan Jamu. Bisnis Jamu dapat bertahan di era pandemi, karena masyarakat ingin menjaga kesehatan secara alami untuk menjaga daya tahan tubuh.

Pandemi yang berlangsung cukup lama membuat masyarakat melirik produk menjaga imun tubuh yang alami seperti Jamu sehingga penjualan bisnis Jamu masih stabil di era pandemi ini.

Strategi apa yang tepat menghadapi situasi seperti ini?

Selaku pengurus GP. Jamu, kami akan terus mensosialisasikan dan mengupayakan, agar terus melestarikan budaya pemakaian obat tradisional asli Indonesia. Sehingga masyarakat bangga dan percaya akan kualitas Jamu produksi negeri sendiri.

Untuk itu, GP. Jamu sudah sangat terbuka adanya kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti akademisi, pemerintahan dan pelaku usaha bisnis di bidang obat tradisional. Melakukan launching produk Jamu yang baru, promosi dan edukasi kepada masyarakat.

GP. Jamu berusaha memasyarakatkan Jamu di tengah kondisi pandemi ini untuk kesehatan. Bekerja sama dengan peneliti untuk meneliti khasiat-khasiat tanaman herbal Indonesia- khususnya untuk meningkatkan imun tubuh. Dengan adanya penelitian terhadap produk Jamu, maka masyarakat akan lebih percaya terhadap khasiat dan manfaatnya.

Bekerja sama dengan Asosiasi seperti Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri) melakukan study kasus untuk mengatasi penyakit dengan menggunakan ramuan Herbal Indonesia.

Apa harapan pada Hari Jamu Nasional 2021?

Dengan adanya Hari Jamu Nasional diharapkan masyarakat Indonesia makin mencintai produk-produk lokal obat tradisional asli dari Indonesia. Karena Jamu adalah salah satu warisan asli budaya Indonesia, eksistensinya harus terus dilestarikan di tengah maraknya obat-obat kimia yang terkadang memiliki efek samping yang berbahaya apabila dikonsumsi jangka panjang.

Perlu adanya tata kelola yang berkelanjutan dengan perumusan arah yang mendasarkan pemahaman dan pertimbangan aspek strategis, dimana dapat mengembangkan bahan baku tanaman lokal menjadi produk obat tradional yang aman, bermutu dan berkhasiat.

Menjadikan Jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri, saatnya Jamu menjamu dunia. Diperbolehkannya bagi pemerintah untuk menganggarkan belanja Jamu di Faskes.

Semua orang dapat sehat dengan minum Jamu. Menggalakkan minum Jamu pada instansi pemerintah, sekolah dan perkantoran supaya masyarakat mengenal Jamu. Memberikan seminar, webinar, zoom meeting tentang manfaat dan khasiat Jamu kepada masyarakat.

GP. Jamu Jabar dan Karyanto

  • Video Talkshow Meramu Jamu, Menangkal Virus: Klik Disini

Catatan peting lainnya?

Data ekspor Jamu, OHT, Fitofarmaka. Data impor bahan baku natural tahun 2019-2020 :

Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Perdagangan mencatat ekspor Jamu Indonesia ke beberapa negara tercatat meningkat. Jamu Modern untuk Pasar Indonesia, Afrika, Timur Tengah, dan Erop di sepanjang Januari-Juli 2020, ekspor biofarmaka ke Timur Tengah mencapai nilai US$ 38,82 ribu atau naik 511,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 6,35 ribu.

Di samping itu, ekspor Jamu juga meningkat ke Amerika Serikat sebesar 8,36% dan ke Eropa meningkat 5,26%. Namun secara keseluruhan ekspor jamu Indonesia pada Januari-Juli 2020 mencapai US$ 5,69 juta atau turun 12,60% dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar US$ 6,51 juta.

Pada 2019, Indonesia baru menempati posisi ke-18 eksportir Jamu terbesar di dunia. Pemasok produk biofarmaka ke dunia masih didominasi oleh India dengan pangsa pasar 34,88%, Tiongkok sebesar 28,10%, dan Belanda 7,16%.

Harapan para pelaku bisnis Jamu, jika pemerintah mengganggarkan belanja Jamu, bukan sekedar OHT atau FF saja di Faskes.

Bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk dapat memasukkan Jamu menjadi obat di Rumah Sakit, agar diresepkan para dokter kepada pasien. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2023. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: