Banjir Melanda, Waspada Penyakit Leptospirosis
Tanggal Posting : Senin, 6 Januari 2020 | 09:12
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 373 Kali
Banjir Melanda, Waspada Penyakit Leptospirosis
Hewan yang dapat membawa bakteri leptospirosis diantaranya anjing,tikus, sapi atau babi. Foto: www.tribunnews.com

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Sudah jatuh tertimpa tangga, tentu tak seorang pun menginginkan hal itu, apalagi di tengah bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek. Warga jangan sampai sudah terkena banjir malah diserang penyakit pula.

Salah satu penyakit yang sangat berpotensi menular saat banjir adalah leptospirosis atau penyakit yang dapat ditularkan melalui kencing tikus. Penularan leptospirosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lender, mata, hidung, kulit lecet, dan makanan.

Menteri Kesehatan RI Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) RI mengatakan penularan air kencing tikus ke dalam tubuh manusia sangat potensial saat banjir. Genangan air yang memasuki setiap sudut rumah memudahkan aliran air kencing tikus masuk ke dalam tubuh manusia.

"Warga terdampak banjir harus terhindar dari leptospirosis. Intinya menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat seperti sebelum makan harus cuci tangan pakai sabun. Hal tersebut sangat mendasar namun efeknya ke kesehatan sangat berpengaruh, karena tangan menjadi media langsung antara makanan hingga ke mulut," kata Menkes Terawan.

Seseorang yang tertular leptospirosis dapat dilihat dari tanda dan gejala: masa inkubasi 7-10 hari, demam akut dan mendadak (>38,5 ℃), sakit kepala, lemah dan nyeri pada badan, mata merah, Kekuningan pada mata dan kulit dan Nyeri otot betis

Penularan disebabkan oleh: Kontak dengan tanah atau air yang terkontaminasi bakteri Leptospira sp., Penularan terjadi melalui membran mukosa mata, hidung, mulut, dan luka terbuka. Manusia dapat tertular penyakit Leptospirosis melalui: Kontak langsung: urin maupun cairan hewan yang terinfeksi dan Kontak tidak langsung: air atau lumpur yang terkontaminasi urin binatang (air banjir, sungai, air selokan/Iimbah).

Penyakit Leptospirosis dapat dicegah: Simpan makanan dan minuman agar terhindar dari hewan pembawa bakteri Leptospira sp. Mencuci tangan sebelum makan, sesudah bekerja di sawah/ladang atau setelah membersihkan sampah dan selokan. ApabiIa memiliki luka lecet atau luka terbuka, tutup dengan pembalut kedap air.  

Jangan mandi, berenang, menyelam, bahkan mencelupkan kepala ke dalam air yang mungkin terkontaminasi terutama saat banjir. Menggunakan alas kaki: apablia keluar ke tempat basah dan lembab, terutama bagi yang bekerja di sawah dan/atau bersinggungan dengan pembuangan akhir/limbah.

Membasmi tikus di rumah atau di kantor. Waspada pada daerah banjir dengan membersihkan bagian yang terkena banjir dengan disinfektan. Apabila anda atau orang di sekitar anda mengalami gejala seperti diatas segera hubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat. (Sumber berita: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200102/4832614/waspada-leptospirosis-saat-banjir-lakukan-6-hal-menghindarinya/ dan Infografis tropikinfeksi). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: