Badan POM Dukung Penguatan UMKM, Canangkan Jamu Cilacap Aman
Tanggal Posting : Jumat, 6 Desember 2019 | 01:20
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 334 Kali
Badan POM Dukung Penguatan UMKM, Canangkan Jamu Cilacap Aman
Pencanangan Jamu Cilacap Aman oleh Badan POM, Pemda Kabupaten Cilacap, dan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) Cilacap, pada Rabu, 4 Desember 2019.

JamuDigital.Com- MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM mendukung penguatan UMKM Obat Tradisional (OT) dengan terus mendorong percepatan dan pengembangan UMKM OT. Pada Rabu, 4 Desember 2019 di Kabupaten Cilacap digelar acara "Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM OT, dan Pencanangan Jamu Cilacap Aman".

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Mayagustina Andarini menegaskan bahwa diperlukan pendekatan inovatif dalam mengembangkan Jamu dari bahan alami Indonesia yang saat ini kebutuhannya mulai meningkat dan dapat menjadikan ciri khas suatu daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta, terdiri dari 15 UMKM OT di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, Balai Besar POM di Semarang, dan Loka POM di Kabupaten Banyumas.

Pencanangan Jamu Cilacap Aman dilakukan dengan penandatanganan komitmen oleh Badan POM, bersama Bupati Kabupaten Cilacap, H. Tatto Suwarto Pamuji dan Ketua Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) Cilacap, Mukit Hendrayanto disaksikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI., Imam Suroso.

Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen pelaku usaha agar memproduksi Jamu yang aman, komitmen pemerintah daerah untuk mendukung industri Jamu melalui dukungan perizinan yang dibina dan didampingi Badan POM dalam hal pemenuhan persyaratan teknis, sehingga diharapkan Jamu Cilacap aman berkhasiat dan bermutu di masa yang akan datang.

"Dukungan lintas sektor yang terlibat dalam pengembangan ini sangat penting, karena pengembangan dan kemajuan UMKM OT dari Hulu ke Hilir membutuhkan kerjasama Kementerian/Lembaga terkait: Pemerintah Daerah Setempat, Kemenristekdikti, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, dan lain lain," ujar Mayagustina Andarini sebagaimana dipublikasikan di website Badan POM.

Berbagai upaya Badan POM dalam mendorong percepatan pengembangan UMKM OT di Indonesia, mendapatkan apresiasi dari peserta diskusi. Selama diskusi dibahas beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, yaitu: keterbatasan jumlah dan sumber bahan baku, keterbatasan modal, fasilitas produksi dan sumber daya manusia, keterbatasan akses pasar, kurangnya pemahaman terhadap Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan penerapannya, serta kurangnya pengetahuan untuk mendapatkan izin edar.

Badan POM sebelumnya telah melakukan beberapa kegiatan di Cilacap yaitu Pembentukan Sentra Penyerbukan Jamu di Cilacap tahun 2010, Komitmen bersama Penanggulangan OT mengandung Bahan Kimia Obat tahun 2015 serta kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Gerakan Desa OT Aman di Kabupaten Cilacap tahun 2018.

Mayagustina mengungkapkan bahwa Badan POM memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan UMKM Jamu dengan percepatan izin dan peningkatan kualitas obat tradisional.

"Hal ini dilakukan dengan simplifikasi persyaratan CPOTB dengan menghapus persyaratan denah dan program sertifikasi bertahap untuk UMKM OT yang belum dapat memenuhi persyaratan CPOTB secara penuh. Pelaku usaha juga dibebaskan dari beban biaya Sertifikasi Bertahap." tegasnya.

JamuCilacapAman

Penguatan UMKM Obat Tradisional
Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan penguatan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menuju pasar global, serta menjadi andalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, memberikan penyerapan tenaga kerja serta mampu menghasilkan devisa bagi negara, Badan POM menggelar kegiatan yang ditujukan khusus untuk UMKM Obat Tradisional (OT).

Kegiatan tersebut berupa pendampingan terhadap UMKM OT, agar dapat memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat menghasilkan produk yang aman, berkhasiat dan bermutu.

Badan POM pada Rabu, 4 Desember 2019, menggelar diskusi interaktif dengan pelaku usaha dan Pemerintah Daerah Cilacap, yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya kendala dan permasalahan UMKM OT, khususnya terkait proses perizinan OT, atau lebih dikenal dengan Jamu.

Selain itu, melalui diskusi ini- Badan POM mengharapkan adanya masukan sebagai dasar untuk mereview berbagai regulasi dalam rangka peningkatan pelayanan publik, memberikan pemahaman kepada pelaku usaha terkait regulasi di bidang OT, serta meningkatkan komitmen pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk mengembangkan mutu Jamu produksi Cilacap melalui Pencanangan Jamu Cilacap Aman.

Dipilihnya Kabupaten Cilacap sebagai tempat diskusi, karena Cilacap merupakan salah satu sentra produksi Jamu yang besar di pulau Jawa. Berdirinya industri Jamu di Cilacap telah membawa pengaruh besar pada kehidupan masyarakat khususnya di bidang ekonomi, yaitu terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Sayangnya beberapa tahun terakhir, nama industri Jamu Cilacap tercoreng dikarenakan banyak industri yang mencampurkan bahan kimia obat (BKO) dalam Jamu yang diproduksinya. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan industri Jamu, sehingga pelaku usaha, untuk mendongkrak penjualan membuat Jamu yang ces pleng dengan menambahkan BKO. Hal tersebut ternyata memberikan dampak negatif yang menyebabkan penurunan secara drastis jumlah industri Jamu di Cilacap dan sekitarnya. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: