![]() |
| Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM, Cendekia Sri Murwani (tengah) foto bersama usai penandatanganan distribution agreement ekspor ke China. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM senantiasa mendukung setiap upaya untuk meningkatkan ekspor Jamu, terlebih lagi ekspor herbal asli Indonesia ke China. Kemarin, Jum’at, 27 September 2019 di Landmark Building, Jakarta Utara, tujuh produsen Jamu dan Minuman Kesehatan menandatangani Distribution Agreement dengan Zhong Xiang Sheng (Xiamen) Import and Export Co., LTD, China.
Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM, Cendekia Sri Murwani dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya dapat hadir pada acara ini. “Kami dari Badan POM merasa bangga dapat menyaksikan penandatanganan perjanjian Distribution Agreement ini. Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yang kita lakukan bersama GP. Jamu,” urainya.
Alhamdulillah jika pada hari ini, lanjut Cendekia Sri Murwani, proses untuk ekspor ke China makin mendekat dengan ditanda-tanganinya perjanjian distribusi. Ada tujuh industri yang bergabung pada kegiatan hari ini, semoga nanti semakin lama semakin banyak produk Indonesia yang dikenal dan dipasarkan ke China.
“Kita berharap untuk ekspor jamu, semoga berjalan dengan lancar. Kami sangat menghargai sekali, apabila ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap agar teman-teman industri dapat bekerjasama dengan baik,” harap Cendekia Sri Murwani.
Presiden Komisaris PT Sinde Budi Sentosa, Budi Yuwono mengucapkan selamat kepada para industri yang telah melakukan distribution agreement dengan perusahaan di China. “Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa hasil yang baik untuk produk-produk Indonesia agar masuk ke China,” ungkapnya.
Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman menjelaskan bahwa acara ini fenomenal karena ketika produk kami anggota GP. Jamu dapat masuk ke China, sekarang sudah ada yang membawa produk kita, maka saya ucapkan terimakasih kepada Mr. Hong Guo Qiang, Presiden Direktur Zhong Xiang Sheng (XIAMEN) Import and Export CO., LTD, dan kepada Badan POM yang telah mendukung kami, ujarnya.
Pada waktu kami pergi ke Guansu- China, saya mewakili asosiasi sudah menandatangani MoU. Kali ini, lanjut Dwi Ranny, di Jakarta kami masing-masing perusahaan harus mulai MoU, karena sudah pada tahapan teknis. Kita harus jalankan proses ini, karena proses ini tidak dapat sebentar. Kita akan tetap support dan mengawal terus, termasuk KBRI di Bejing kita komunikasi terus. Juga kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Luar Negeri yang juga hadr, semoga apa yang kita upayakan yaitu ekspor Jamu ke China dan terus kita upayakan ke negara-negara lain.
“Kami juga sedang proses untuk dapat masuk ke pasar Timur Tengah. Siapa yang sudah siap ekspor dan memiliki syarat-syaratnya akan kami bawa,” jelas Dwi Ranny.

Keterangan Foto: Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM, Cendekia Sri Murwani saat menyampaikan sambutan.
Presiden Direktur Zhong Xiang Sheng (XIAMEN) Import and Export CO., LTD, Hong Guo Qiang mengatakan bahwa sepuluh tahun yang lalu dia sudah datang dan berbisnis di Indonesia. Awal bisnis pertamanya adalah tambang mika. Populasi penduduk China dan Indonesia jika digabungkan sangat besar dan ini menjadi pasar yang sangat besar pula. “Saya sangat berbesar hati untuk memasarkan produk-produk Indonesia ke pasar China. Saya juga mengundang Bapak dan Ibu untuk memasarkan produknya ke China,” ajaknya.
Darwinson Purba, Sales Manager PT Borobudur menjelaskan bahwa sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan pihak pemerintah China, terkait adanya impor produk-produk Jamu dan herbal dari Indonesia. Dengan cara ini, diharapkan realisasi ekspor-impornya ke China akan berjalan lancar. Dari pihak pemerintah China akan memberikan informasi market dan volume yang akan dibutuhkan terkait produk yang sudah disepakati sebelumnya.
"Pihak kami, PT Borobudur sendiri nantinya akan menyesuaikan dan mempersiapkan dengan baik bahan baku yang diperlukan, kebutuhan mesin-mesin produksi serta SDM yang sudah terlatih, dan memang sebelumnya sudah ada beberapa negara yang melakukan kerjasama dengan PT Borobudur. Menurut saya, kerjasama dengan China ini memiliki beberapa kesamaan dengan negara lain," ungkap Darwinson Purba.
Sebelumnya, lanjut dia, Produk PT Borobudur sudah dan masih ada kerja sama dengan Rusia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore, Australia, Nigeria , Amerika dan lain-lainnya.
Tujuh perusahaan yang melakukan distribution agreement dengan Xiamen adalah: PT. Jamu Borobudur, PT. Sinde Budi Sentosa, PT. Eiko Todera Internasional, PT. Vermindo Internasional, PT. Deltomed, PT. Kalbe Farma, PT Dwi Malito Mulia. Redaksi JamuDigital.Com.








