Badan POM: Bangga Buatan Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 15 September 2020 | 16:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 286 Kali
Badan POM: Bangga Buatan Indonesia
Webinar Badan POM: Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), tema Bangga Gunakan Obat Tradisional, Suplemen kesehatan dan Kosmetika Aman Buatan Indonesia, Selasa, 15 September 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM menggelar Webinar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan tema "Bangga Gunakan Obat Tradisional, Suplemen kesehatan dan Kosmetika Aman Buatan Indonesia" pada Selasa, 15 September 2020, di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Pengembangan produk Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik dapat menjadi potensi bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk hampir 280 juta jiwa. Namun di masa pandemi COVID-19 saat ini, pelaku usaha di bidang obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak usahanya, khususnya UMKM dengan metode penjualan offline.

Melihat kondisi ini, pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian/Lembaga (K/L) termasuk Badan POM terus mengupayakan agar UMKM Indonesia tetap mampu bertahan dalam masa pandemi ini. Berbagai upaya dilakukan antara lain: pemberian insentif, pelatihan, dan bimbingan teknis untuk meningkatkan kualitas produk-produk Obat Tradisional/Kosmetik/Pangan dari usaha UMKM sehingga berdaya saing.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengatakan dalam sambutannya bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar lokal maupun global, salah satu caranya dengan meningkatkan peluang pasar dalam negeri melalui upaya dan gerakan Bangga menggunakan Buatan Indonesia. "Produk Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing akan memberikan andil bagi pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Terkait pengembangan UMKM Indonesia, Badan POM telah dan terus menggandeng dan berkolaborasi dengan K/L terkait seperti Kementerian Perindustrian yang memiliki program fasilitasi UMKM dengan pendampingan penjualan secara online dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (kemenko marves) yang menargetkan 2 juta UMKM untuk dapat berjualan dengan basis E-Commerce.

Pada kunjungan kerjanya ke Badan POM (7 Juli 2020) lalu, Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan meminta Badan POM agar memberikan perhatian besar terhadap UMKM, terutama dalam memberikan relaksasi perizinan bagi UMKM.

"Untuk mendorong peningkatan kapasitas, baik kualitas maupun kuantitas produk dalam negeri hingga dapat berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor ke pasar global, Badan POM bertanggung jawab untuk memastikan produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik produksi dalam negeri aman, bermanfaat, dan berkualitas," jelas Penny K. Lukito.

Selain dapat menunjukkan besarnya potensi konsumsi barang produksi dalam negeri, pengembangan produk tersebut juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan terjamin. Besarnya potensi ini juga dibarengi dengan berbagai tantangan yang perlu dihadapi dan ditaklukkan pelaku usaha, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Berita Terkait: Badan POM Rilis Buku OMAI

Talkshow Lintas Sektoral

Deputi 2 BPOM

Acara dilanjutkan talkshow dengan narasumber Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (Deputi II) Badan POM, Mayagustina Andarini, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif- Kemenkomarves, Odo R.M. Manuhutu, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum.

Tampak hadir dari Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), dan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi). 

Mayagustina Andarini menjelaskan bahwa Badan POM sangat mendukung Gerakan Nasional BBI, salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran kepada UMKM. "Badan POM telah mengeluarkan surat edaran kepada pelaku usaha untuk mencantumkan logo BBI di setiap produk yang telah memiliki izin edar. Pencantuman logo BBI ini dapat meningkatkan selling point dan menambah kepercayaan masyarakat," jelasnya.

"Badan POM memiliki berbagai program dukungan terhadap UMKM, antara lain pendampingan terhadap UMKM seperti Bimbingan Teknis Cara Pembuatan produk yang Baik (GMP) dan insentif UMKM, Program UMKM Berdaya Saing dengan lintas K/L, dan Program Bapak Angkat UMKM Obat Tradisional," Mayagustina Andarini menambahkan.

Tepy Usia BPOM

Usai talkshow, dilanjutkan edukasi oleh public figure yaitu dr. Vito Damay, Sp.JP(K) dan Putri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati, yang juga dihadiri oleh Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D. Redaksi Jamudigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: