Aplikasi Teman Bumil, Diganjar Penghargaan Pencegahan Stunting
Tanggal Posting : Jumat, 15 November 2019 | 19:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 426 Kali
Aplikasi Teman Bumil, Diganjar Penghargaan Pencegahan Stunting
Robyn Soetikno, Co- Founder Aplikasi Teman Bumil menerima Penghargaan Pencegahan Stunting di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat, 15 November 2019. Foto: Dok.PT GUE.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Aplikasi Teman Bumil-start up kesehatan inovasi generasi milenial Indonesia, diganjar Penghargaan Pencegahan Stunting oleh Pemerintah Indonesia- yang diserahkan di Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 15 November 2019.

Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko menyampaikan terima kasih kepada para penggiat Stunting. Tokoh-tokoh ini telah melakukan sesuatu yang nyata. Penghargaan diberikan kepada 10 tokoh dan penggiat pencegahan stunting 2019- yang berasal dari beragam latar belakang.

Salah satu yang menerima penghargaan tersebut adalah Robyn Soetikno, Co-Founder Aplikasi Teman Bumil. Aplikasi Teman Bumil diluncurkan di Jakarta, pada 29 November 2017.

"Saat ini, Teman Bumil sudah digunakan lebih dari 800.000 Mums di seluruh Indonesia. Aplikasi Teman Bumil menemani Mums selama masa kehamilan hingga si Kecil berusia 3 tahun. Kedepan, Teman Bumil ingin menemani Mums di masa program kehamilan dan juga saat si Kecil berusia 4-5 tahun," ungkap Robyn Soetikno kepada Redaksi JamuDigital.Com usai menerima penghargaan.

Persoalan stunting, kini memang sedang menjadi berita nasional. Presiden RI., Joko Widodo bahkan secara khusus memberikan tugas kepada Menteri Kesehatan RI., Terawan Agus Putranto.

Pada saat serah terima jabatan (Sertijab) dengan Nila Moeloek- sebagai Menteri Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, pada 24 Oktober 2019, Terawan Agus Putranto pada pidato pertamanya sebagai Menkes mengungkapkan bahwa: Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan dua tugas utama yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan, yaitu: masalah stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Aplikasi Teman Bumil adalah inovasi generasi milenial Indonesia. Jadi, Teman Bumil adalah aplikasi kehamilan asli Indonesia. Aplikasi yang satu ini, boleh jadi menjadi yang paling sesuai untuk Moms, sebab dirancang menyesuaikan dengan budaya dan kondisi masyarakat Indonesia.

Pada awal 2016, Tiffany Robyn Soetikno- kelahiran 19 Oktober 1993, merintis bisnis lewat PT Global Urban Esensial (GUE)- yang serius menggarap start up kesehatan, yaitu: Gue Sehat, GoApotik, Teman Bumil, dan Teman Diabetes.

"Tim Teman Bumil sangat bangga atas penghargaan ini. Kami juga jadi lebih semangat untuk mendukung program pemerintah untuk mencegah stunting," ungkap Robyn Soetikno seraya menambahkan bahwa Teman Bumil kini sedang bersiap meluncurkan Kelas Online mengenai cara cegah stunting, serta mengembangkan fitur untuk memudahkan Mums berperilaku mencegah stunting.

10 Tokoh Penerima Penghargaan Pencegahan Stunting

1. Ratna Megawangi. Ratna merupakan pendiri Indonesia Heritage Foundation. Bersama suaminya, Ratna mendirikan yayasan yang bergerak dalam pengembangan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK). Beliau telah membina 3.300 sekolah PAUD yang menerapkan PHBK.

2. Selina Patta Sumbung. Selina saat ini menjabat sebagai pejabat eksekutif tertinggi (CEO) dan Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save The Children Indonesia). Di bawah kepemimpinannya, Save The Children mengembangkan model public private partnership untuk pencegahan stunting melalui pendampingan puskesmas dan model posyandu ramah anak.

3. Diyah Puspitarini. Diyah saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Nasyiatul Aisiyah. Nasyiatul Aisiyah bekerja sama dengan Lazismu dalam program pencegahan stunting bertajuk Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang di seluruh Indonesia 34 Provinsi dan 462 kabupaten/kota.

4. Zack Petersen. Zack bekerja sama dengan organisasi relawan lainnya (indorelawan, doctor share, organisasi aktivitas mahasiswa kedokteran Indonesia/CIMSA) sampai saat ini telah menjangkau 5.000 keluarga di 18 pulau di seluruh Indonesia untuk mempromosikan 1.000 HPK.

5. Robyn Soetikno. Robyn mengamati kebutuhan ibu-ibu muda atas informasi seputar kehamilan dan pertumbuhan balita. Dia membuat aplikasi Teman Bumil.

6. Stevia Angesty. Stevia bersama adiknya mendirikan Feelwell Ceramic (FWC) pada 2016, sebuah perusahaan bermisi sosial untuk mewujudkan "toilet untuk semua" karena percaya bahwa akses toilet adalah hak setiap manusia. Stevia menyebut dirinya sebagai sociopreneur.

7. Meity H. W. Monteiro. Meity merupakan istri Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole. Dia merasa terpanggil untuk melayani warga. Melalui Taman Pawodda atau Gugus Tugas dalam penyelenggaraan pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD HI), dengan 4 layanan dasar yang meliputi kesehatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan. Khususnya layanan kesehatan, isu tunting digaungkan.

8. Aripin Achmad. Aripin membuat Rumah Gizi Gampang (RGG) kemudian diadopsi menjadi salah satu bagian dari isi Pergub Aceg No 14 Tahun 2019 khususnya upaya cegah stunting di level desa.

9. Noer Wulan Sari Kaban. Noer bekerja dengan Kopernik sejak 2013. Dia saat ini menjabat sebagai Direktur Kemitraan Masyarakat. Dia mempunyai spesialisasi dalam progam pemberdayaan ekonomi perempuan.

10. Heri Kurniawan. Heri tepilih sebagai Duta Genre Indonesia Provinsu DKI Jakarta pada 2018. Sebuah program yang digagas BKKBN untuk mendiseminasikan informasi dan melakukan advokasi tentang: Kesehatan Reproduksi, Penundaan Usia Perkawinan, Pencegahan Stunting Sejak Dini. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: